Tidak Ada Urgensi Pengesahan RUU P-KS bagi Penyelesaian Kasus Kekerasan Seksual

Banyaknya kasus kekerasan seksual yang terungkap ke publik hanyalah fenomena gunung es. Kasus semacam ini pasti akan terus bertambah bila akar masalah yang ada tidak segera diselesaikan. Apakah pengesahan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual (P-KS) adalah solusi kunci penyelesaian kekerasan seksual?

Baca Selengkapnya

Hari Kesehatan Seksual Sedunia, Kasus Kekerasan Seksual Anak Meningkat, Benarkah Pendidikan Seks dan Kespro Solusinya?

Sebagian kalangan menilai kekerasan seksual yang makin marak—terlebih pada masa pandemi—terjadi karena minimnya pengetahuan tentang seksualitas dan kespro. Maka, mereka berpendapat solusinya adalah dengan menerapkan program terkait pendidikan seks dan kespro di sekolah, terlebih menjadikannya sebagai mata pelajaran utama. Benarkah demikian?

Baca Selengkapnya

RUU P-KS Didesak, Akankah Kekerasan Seksual Mampu Digasak?

RUU P-KS mengalami jalan buntu saat muncul pro kontra. Pengesahannya berjalan alot karena publik mempertanyakan definisi kekerasan yang masih bias. RUU P-KS hanya membahas seputar kekerasan seksual. Sementara, penyimpangan seksual dan hubungan seksual atas dasar suka sama suka tidak dianggap sebagai bentuk kejahatan seksual.

Baca Selengkapnya

Waspada Upaya Liberalisasi Seksual Melalui “Bodily Autonomy”

Hak dan Kesehatan Seksual dan Reproduksi (HKSR) yang dilandaskan kepada HAM sangat berpotensi mendorong adanya liberalisasi seksual, karena menjadikan manusia sebagai penentu. Padahal, bagi seorang muslim, manusia harus tunduk kepada aturan Allah. Bagaimana penjelasannya?

Baca Selengkapnya