[Fikrul Islam] Iman kepada Al-Qadar (Bagian 2/2)

Lafaz qada dan qadar tidak disebutkan dalam Al-Qur’an dan Sunah. Yang dicantumkan dalam Al-Qur’an dan Sunah hanya lafaz qada saja dan maksudnya bukanlah perbuatan manusia dan khasiat sesuatu, melainkan bermakna sifat Allah dan perbuatan Allah. Demikian juga, dalam Al-Qur’an dan Sunah hanya dicantumkan lafaz qadar saja yang maksudnya adalah sesuatu yang bukan merupakan perbuatan manusia ataupun khasiat sesuatu, melainkan sifat dan perbuatan Allah.

Baca Selengkapnya

Percaya kepada Syariat Islam secara Sempurna adalah bukti Syahadat Seorang Muslim

Imam Ibnu Katsir menafsirkan makna ”إِيَّاكَ نَعْبُد”ُ sebagai ‘kami tidak menyembah kecuali hanya kepada-Mu, ya Allah; dan kami tidak bertawakal kecuali hanya kepada-Mu, ya Allah’. Ini merupakan kesempurnaan ketaatan pada Allah Swt. dan semua syariat Islam kembali kepada dua makna tersebut.

Baca Selengkapnya

Mewaspadai Pengakuan Iman yang Ditolak (Tafsir QS Al-Hujurat [49]: 14)

Karena letaknya di dalam hati, maka orang lain hanya mengetahui dari pernyataan yang disampaikan pelakunya. Namun, tidak ada yang tersembunyi bagi Allah Swt., apakah pernyataan tersebut benar atau dusta. Dia berhak menerima pengakuan keimanan seseorang atau tidak. Ayat ini adalah di antara yang memberitakan penolakan Allah atas pengakuan iman seseorang atau suatu kaum.

Baca Selengkapnya