Kompetisi Antaruniversitas, Akankah Melahirkan Pendidikan Berkualitas?

Program Kompetisi Kampus Merdeka (PK-KM) diselenggarakan oleh Ditjen Dikti Kemendikbud sebagai upaya mempercepat perguruan tinggi dalam menerapkan kebijakan KM hingga dapat mencapai delapan Indikator Kinerja Utama (IKU). Apakah kebijakan kompetisi antaruniversitas ini memang dapat menghasilkan pendidikan yang berkualitas? Ataukah malah mencederai hakikat tujuan pendidikan hingga melebihi batas?

Baca Selengkapnya

Narasi Sesat, Jadikan Bahasa Arab Indikator Teroris

Pernyataan lancang mengaitkan bahasa Arab dengan terorisme benar-benar membuat berang kaum muslimin. Pada saat dunia dan masyarakat Indonesia mengikuti perkembangan berkuasanya T4lib4n di Afganistan, tetiba Susaningtyas Nefo Kertopati—pengamat intelijen—menyeret gambaran T4lib4n dengan sudut pandang negatif ke ranah pendidikan di Indonesia.

Baca Selengkapnya

Terbakarnya Lapas Over Kapasitas, Bukti Kegagalan Negara Lindungi Nyawa dan Cegah Kriminalitas

Banyaknya korban tewas di tragedi kebakaran lapas akibat kondisi yang over kapasitas, patut untuk dijadikan pelajaran. Over kapasitas jelas menunjukkan meningkatnya tindak kriminalitas. Ini pun menjadi bukti bahwa sistem sanksi di sistem kapitalisme tidak memberikan solusi tuntas. Lantas, bagaimanakah gambaran sistem sanksi yang terbaik itu?

Baca Selengkapnya

Mitos “Herd Immunity”, Kehidupan Normal Sejati Hanya dalam Naungan Khilafah

Penantian hampir dua tahun agar dengan “herd immunity” (kekebalan kelompok) masyarakat bisa kembali hidup normal, sepertinya makin jauh dari kenyataan. Bahkan, ahli berkata bahwa “herd immunity” sendiri adalah mitos. Namun sejatinya, kehidupan normal (yang hakiki) dapat terwujud dalam naungan Khilafah. Bagaimana penjelasannya?

Baca Selengkapnya

Harus ada Mujtahid di Sepanjang Zaman

Dengan perkembangan zaman yang makin pesat, merupakan keniscayaan dibutuhkan adanya seorang mujtahid yang mengistinbat hukum yang hukumnya tidak disebutkan dalam Al-Qur’an dan hadis pada setiap zaman. Syekh ’Atha’ bin Khalil menegaskan urgensi adanya seorang mujtahid pada setiap masa. Suatu masa tidak boleh kosong dari mujtahid dan adanya seorang mujtahid adalah fardu kifayah.

Baca Selengkapnya

Berpikir Produktif, Upaya Mewujudkannya di Tengah-Tengah Umat

Keterpurukan umat Islam saat ini akibat hilangnya aspek pemikiran politik produktif pada diri umat. Padahal, berpikir produktif sangat penting untuk dimiliki dan diwujudkan di tengah-tengah umat. Karenanya, harus ada upaya keras dalam mewujudkannya di semua kalangan, bukan hanya pada diri individu tertentu saja —seperti negarawan, pemimpin partai politik, pemikir, atau politisi—dari umat Islam. Bagaimana caranya?

Baca Selengkapnya

Menelikung Makna Hadis atas Dasar Kemaslahatan

Kemaslahatan yang selalu ditonjolkan dalam perspektif mubadalah sangat kental dengan ide kesetaraan gender yang terus dipropagandakan di tengah-tengah umat, khususnya para muslimah. Dengan jargon kemaslahatan yang hendak diraih bersama oleh laki-laki dan perempuan, mereka tidak segan untuk menyelewengkan makna hadis yang berkaitan dengan muslimah.

Baca Selengkapnya

Tidak Ada Urgensi Pengesahan RUU P-KS bagi Penyelesaian Kasus Kekerasan Seksual

Banyaknya kasus kekerasan seksual yang terungkap ke publik hanyalah fenomena gunung es. Kasus semacam ini pasti akan terus bertambah bila akar masalah yang ada tidak segera diselesaikan. Apakah pengesahan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual (P-KS) adalah solusi kunci penyelesaian kekerasan seksual?

Baca Selengkapnya

Benarkah Memperkuat Partisipasi Ekonomi Perempuan Berarti Memperkuat Ekonomi dan Ketahanan Keluarga?

Munculnya arus kesetaraan gender yang memperjuangkan perempuan untuk setara dengan laki-laki dan membuat perempuan memiliki partisipasi ekonomi yang diperhitungkan, dianggap merupakan jawaban dari persoalan kemiskinan perempuan. Upaya pemberdayaan perempuan diarahkan untuk membuat para perempuan bisa bekerja, memiliki usaha, dan menghasilkan uang. Apakah upaya ini mampu menyelesaikan persoalan perempuan?

Baca Selengkapnya