[Editorial] Isu Terorisme, Umat Harus Cerdas!

Umat semestinya paham, bahaya yang mengancam tidak datang dari Islam. Buruknya kondisi yang mereka hadapi sekarang justru akibat tegaknya sistem kapitalisme global, serta hadirnya para penguasa antek yang menyukseskan agenda penjajahan. Umat pun semestinya paham bahwa Islamlah jalan keselamatan karena Islam adalah sistem hidup yang menyolusi seluruh problem kehidupan.

Baca Selengkapnya

[Editorial] Rekontekstualisasi Fikih, “Ide Jadul” Berbahaya

Jika dicermati secara politik, gagasan rekontekstualisasi fikih dan sejenisnya, bukan hanya “ide jadul” yang tidak relevan dengan kebutuhan, tetapi juga berbahaya bagi masa depan umat Islam. Menerima gagasan ini sama dengan bunuh diri politik di hadapan musuh yang menghendaki keburukan tetap lekat dengan kehidupan umat Islam.

Baca Selengkapnya

[Editorial] Pinjol Legal dan Ilegal Sama Buruknya

Pemerintah tampak hanya fokus pada soal perputaran uang yang dijadikan ukuran pertumbuhan ekonomi. Sementara batasan legal dan ilegal hanya berdasar pada aspek tata kelola dan kemanfaatan, bukan halal haram. Pemerintah bahkan tampak tak peduli bahwa sejatinya, pinjol legal dan ilegal keduanya sama-sama haram. Karena meski tersemat label “legal”, transaksi pinjol hakikatnya adalah praktik ribawi yang dosanya amat besar.

Baca Selengkapnya

[Editorial] IKN, Megaproyek Menggadaikan Negara ke Tangan Swasta

Proyek pemindahan IKN menjadi surga baru bagi para pengusaha, sekaligus menjadi celah proyek basah baru bagi para pejabat yang biasa berkolaborasi dengan mereka. Maklum, pola kekuasaan oligarki sudah begitu lekat dalam pemerintahan kita. Kebijakan apa pun menyangkut rakyat seakan tak bisa lepas dari kepentingan para pemilik modal. Inilah konsekuensi hidup dalam sistem sekuler kapitalisme neoliberal.

Baca Selengkapnya

[Editorial] Pemilu Mahal di “Meja Judi” Demokrasi

Pemilu dalam sistem ini akhirnya tak ubahnya seperti meja perjudian. Para pemburu kekuasaan, serta semua yang berkepentingan, harus siap membayar berapa pun yang dibutuhkan demi keuntungan besar yang dijanjikan. Bahkan yang lebih mengerikan, mereka siap melakukan cara apa pun demi memenangkan pertarungan. Sehingga penyebaran hoax, money politics, pembunuhan karakter, menjadi hal lumrah dalam pesta yang diselenggarakan.

Baca Selengkapnya