[Editorial] Pemilu Mahal di “Meja Judi” Demokrasi

Pemilu dalam sistem ini akhirnya tak ubahnya seperti meja perjudian. Para pemburu kekuasaan, serta semua yang berkepentingan, harus siap membayar berapa pun yang dibutuhkan demi keuntungan besar yang dijanjikan. Bahkan yang lebih mengerikan, mereka siap melakukan cara apa pun demi memenangkan pertarungan. Sehingga penyebaran hoax, money politics, pembunuhan karakter, menjadi hal lumrah dalam pesta yang diselenggarakan.

Baca Selengkapnya

[Editorial] Sampai Kapan Negara “Berhitung” Soal Pendidikan?

Tahun 2022 akan menjadi tahun eksekusi bagi sekolah-sekolah yang tidak memiliki murid lebih dari 60 orang. Sekolah-sekolah ini harus siap bertahan sendirian karena tak akan lagi mendapat dana BOS dengan dalih efisiensi anggaran. Maka apa dikata? Pendidikan di alam sekuler liberal kapitalistik memang demikian risikonya. Tersubordinasi, bahkan terbajak oleh kepentingan bisnis para kapitalis yang bersimaharajalela.

Baca Selengkapnya

[Editorial] Kisruh Harga Cabai, Bukti Penguasa Makin Abai

Jika beberapa bulan sebelumnya konsumen menjerit karena harga cabai melangit, kali ini giliran petani yang menangis karena harga cabai benar-benar tak logis. Diakui atau tidak, kondisi ini menunjukkan bahwa pemerintah memang tak menjadikan kepentingan rakyat sebagai hal yang utama. Paradigma sekuler kapitalistik yang mendasari penyelenggaraan pemerintahan membuat fungsi kepemimpinan bergeser dari fungsi  yang seharusnya.

Baca Selengkapnya

[Editorial] Konflik kok Makin Marak di Tengah Wabah?

Wabah ternyata tak hanya membuat sistem kesehatan dan ekonomi negara kolaps. Tapi berpengaruh pula terhadap aspek psikososial masyarakat. Salah satu buktinya adalah kian maraknya kasus kekerasan dan konflik di tengah masyarakat, baik yang menimpa penderita Covid-19, para tenaga kesehatan (nakes), maupun petugas pemakaman. 

Baca Selengkapnya