[Keluarga] Menjadi Sosok Ibu Dambaan, Harus Bagaimana? (Bagian 2/2)

Ibu berperan penting sebagai pencetak generasi yang mumpuni. Ini menuntut kita untuk berkarakter sebagai ibu yang berkualitas prima. Dengan merujuk beberapa nas dan teladan shahabiyah, ada beberapa kriteria yang harus kita miliki sebagai seorang ibu sehingga kita mampu mengoptimalkan peran kita. Apa saja?


Penulis: Najmah Saiidah

Sambungan dari Bagian 1/2

MuslimahNews.com, KELUARGA – Telah sangat jelas bahwa ibu memiliki peran yang sangat penting sebagai pencetak generasi yang mumpuni. Oleh karenanya, kita dituntut bagi untuk memiliki karakter sebagai ibu yang berkualitas prima.

Dengan merujuk pada beberapa nas dan teladan shahabiyah, ada beberapa kriteria yang harus kita miliki sebagai seorang ibu sehingga kita mampu mengoptimalkan peran kita, antara lain:

Pertama, Memiliki Keimanan dan Ketakwaan yang Tinggi

Seorang ibu dengan keimanan dan ketakwaan yang tinggi akan sangat memahami makna dan hakikat hidup. Ia sangat paham bahwa kemuliaan setiap orang di hadapan Allah adalah karena ketakwaannya, sebagaimana firman Allah Swt.,

أَتْقَىٰكُمْ ٱللَّهِ عِندَ أَكْرَمَكُمْ إِنَّ

“Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling takwa di antara kamu.” (QS Al-Hujurat: 13)

Ia hanya takut kepada Allah Swt., karenanya ia akan selalu berusaha melaksanakan semua perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Ibu seperti ini akan senantiasa menggembleng anaknya agar hanya takut kepada Allah, memahami hakikat dan tujuan hidup, menanamkan keimanan yang kukuh, sekaligus mengajarkan untuk tunduk dan patuh pada aturan Sang Pencipta. Ia akan tampil sebagai teladan bagi anak-anaknya dalam hal berpikir dan bersikap.

Kedua, Memahami bahwa Anak adalah Amanah dari Allah Swt.

Islam sebagai din yang sempurna telah memosisikan anak sebagai amanah dari Allah Swt. yang harus dipertanggungjawabkan oleh setiap orang tua. Orang tua diberi amanah oleh Allah Swt. dengan kehadiran anak, bukan hanya di dunia, melainkan juga untuk kehidupan di akhirat.

Karenanya seorang ibu harus mempersiapkan diri untuk menjaganya sejak dalam kandungan hingga dilahirkan, berlanjut sampai anak dewasa, dan siap membangun keluarga sendiri. Dengan harapan anak bisa menikmati perjalanan hidupnya sebagai anak yang saleh atau salihah dan mencapai kemandirian, yang selanjutnya mampu mengarungi kehidupan dengan baik, dan akhirnya menjadi seseorang yang siap untuk memperjuangkan Islam.

Ketiga, Memiliki Rasa Kasih Sayang yang Benar

Islam telah memberikan posisi penting dan mulia bagi perempuan, khususnya seorang ibu. Syarak mewanti-wanti agar memilih pasangan yang subur, penyayang, dan memiliki pemahaman Islam yang mumpuni. Karena nantinya seorang perempuan akan menjadi ibu yang memiliki peran sangat penting dalam sebuah keluarga.

Rasulullah bersabda, “Nikahilah wanita-wanita yang penuh kasih sayang lagi subur (banyak anak), karena sungguh aku akan menyaingi umat-umat yang lain dengan bilangan kalian pada hari kiamat kelak.” (HR Ahmad)

Seorang ibu harus mampu mendidik anak-anaknya dengan kasih sayang yang benar, yaitu mendahulukan rasa cinta dan sayang kepada Allah dan Rasul-Nya di atas segalanya. Sehingga anak-anaknya kelak akan mempunyai rasa cinta dan kasih sayang yang benar pula kepada Allah dan Rasul-Nya serta orang tua dan keluarganya.

Rasa cinta seorang ibu terhadap anaknya tidak menghalanginya untuk mendidik anaknya menjadi mujahid yang rela berkorban untuk Islam, demikian pula seorang anak tidak terhalang untuk mengorbankan miliknya yang paling berharga untuk memperjuangkan Islam, walaupun ia harus berpisah dengan orang tua dan keluarganya.

Keempat, Memahami bahwa Anak adalah Aset Perjuangan dan Masa Depan Umat

Saat ini umat membutuhkan pemimpin-pemimpin yang tangguh dalam perjuangan untuk bangkit kembali sebagai khairu ummah sebagaimana yang seharusnya (QS Ali Imran: 110). Pemimpin yang tangguh hanya akan lahir dari ibu yang tahu persis posisi anak sebagai aset perjuangan dan masa depan umat.

Ibu yang memiliki kesadaran semacam ini akan berusaha menumbuhkan jiwa kepemimpinan anak, membekali anak dengan sifat-sifat terpuji bagi seorang pemimpin seperti mandiri, rela berkorban, bertanggung jawab, peduli umat, dan sebagainya.

Kelima, Memiliki Kesadaran Politik Islam

Kesadaran politik Islam artinya memahami dan meyakini bahwa pemeliharaan urusan-urusan umat harus diatur dengan syariat Islam. Inilah bentuk kesadaran politik yang paling mendasar. Dengan demikian, seorang ibu juga harus memiliki ilmu yang utuh tentang syariat Islam, bagaimana penerapannya dalam kehidupan, siapa yang berkewajiban menerapkan, urusan apa yang menjadi hak dan kewajibannya, dan apakah hukum-hukum itu sudah tertunaikan.

Dengan demikian, seorang ibu yang memiliki kesadaran politik Islam akan memiliki kepekaan yang tinggi dalam melihat kezaliman-kezaliman yang menimpa umat akibat tidak diterapkannya aturan-aturan Islam. Dia pun akan berperan untuk menghilangkan kezaliman itu dengan aktivitas dakwah dan menjadikan anak-anaknya juga menjadi kader dakwah yang turut mengawal pelaksanaan syariat Islam dalam mengatur urusan-urusan kehidupan masyarakatnya.

Keenam, Memiliki Ilmu dan Wawasan yang Luas tentang Konsep Pendidikan Anak

Pada tataran praktis, seorang ibu membutuhkan ‘ilmu tambahan’ terkait dengan konsep pendidikan anak sesuai dengan tahapan perkembangannya, agar pembentukan generasi unggul dapat terwujud dengan baik. Termasuk pengetahuan terkait masa emas anak yang harus ditangani secara optimal oleh setiap ibu agar pembentukan dasar-dasar proses berpikir anak dan tumbuh kembangnya bisa dimaksimalkan.

Demikianlah sosok ibu dambaan. Ia merupakan sosok yang dekat dengan kasih sayang, kedamaian, pengorbanan, dan pengabdian yang tulus tanpa pamrih. Ibu sangat berperan dalam mewarnai corak sebuah generasi, yang akan menentukan bagaimana kehidupan umat Islam pada masa mendatang.

Dari ibu yang mumpuni ini akan lahir generasi mumpuni yang akan membawa Islam kembali pada kejayaan dan kegemilangannya. Sudah seharusnya kita selalu berupaya memantaskan diri untuk menjadi ibu yang mumpuni. Wallahualam. [MNews/Rgl]

One thought on “[Keluarga] Menjadi Sosok Ibu Dambaan, Harus Bagaimana? (Bagian 2/2)

  • 22 Desember 2021 pada 14:50
    Permalink

    Hanya sistem Islam yg mampu menghasilkan ibu tangguh

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *