[Fikrul Islam] Pengaruh-Pengaruh Ibadah

Ibadah akan memperkuat hubungan seorang muslim dengan Rabb-nya. Juga melahirkan ketenangan jiwa karena seusai menunaikan ibadah ia menyadari bahwa dirinya harus taat pada Rabb-nya. Ibadah juga akan memperkuat sebagian sifat akhlak pada diri seorang muslim sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari ibadah.


Penulis: Muhammad Husain Abdullah

Muslimah News, FIKRUL ISLAM – Pengaruh ibadah terhadap muslim adalah 1) memperkuat hubungan seorang muslim dengan Rabb-nya. Dia bersimpuh di hadapan Rabb-nya minimal lima kali dalam sehari semalam, bermunajat, serta mengharap pertolongan dan bantuan-Nya di setiap rakaatnya dengan membaca,

اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُۗ – ٥  اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَۙ – ٦

“Hanya kepada-Mu jualah kami menyembah dan hanya kepada-Mu jualah kami memohon pertolongan. Tunjukilah kami ke jalan yang lurus.” (QS Al-Fatihah[1]: 5—6)

Di samping itu, ia senantiasa berpuasa, membaca Al-Qur’an, menzakatkan hartanya, bersedekah, dan bersiap siaga di tapal batas Daulah Islamiah tatkala berjihad di jalan Allah.

2) Bagi seorang muslim, aktivitas ibadah akan melahirkan ketenangan jiwa, karena seusai menunaikan ibadah ia menyadari bahwa dirinya harus taat pada Rabb-nya dan ia akan mendapat balasan dengan sebaik-baiknya balasan sehingga ia akan merasakan ketenangan sampai akhir hayatnya.

Baca juga:  [Fikrul Islam] Maksud (Tujuan) Ibadah

3) Ibadah akan memperkuat sebagian sifat akhlak pada diri seorang muslim sebagai bagian yang tidak terpisah dari ibadah. Misalnya, salat dapat memperkuat sifat akhlak berupa tawaduk (rendah hati), khusyuk, serta menjauhkannya dari perbuatan keji (al-fahsya) dan kemungkaran (al-munkar).

Adapun saum Ramadan dapat memperkuat kesucian (al-‘iffah), kejujuran, dan kesabaran. Akan halnya jihad dapat memperkuat kesabaran pada diri seorang muslim, rela menanggung derita, dan menumbuhkan keberanian.

Sedangkan zakat dapat memperkuat sifat kedermawanan, memberikan pertolongan, dan mengutamakan orang lain. Sedangkan salat berjemaah dan berhaji dapat memperkuat ikatan ukhuwah islamiah dan sifat tawaduk. [MNews/Rgl]

Sumber: Muhammad Husain Abdullah. Studi Dasar-Dasar Pemikiran Islam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *