Chicago Syndrome, Aktivis: Borok di Balik Kemajuan Barat

MuslimahNews.com, NASIONAL — Aktivis muslimah Ustazah Iffah Ainur Rochmah merespons realitas Chicago Syndrome yang tengah menjangkiti sebagian manusia. Menurutnya, ini adalah borok di balik kemajuan Barat.

“Borok-boroknya perilaku manusia, semuanya ‘tumplek’ ada di sana (Barat, ed.). Ini semua ada di balik kemajuan ekonomi dan gemerlap kota ini secara fisik,” ujarnya dalam diskusi di salah satu kanal YouTube, Ahad (12/12/2021).

Borok yang ia maksud adalah perilaku seks bebas yang luar biasa, institusi keluarga yang sudah tidak dianggap sakral, pasangan yang bisa bersama tanpa adanya pernikahan, serta kasus sosial seperti bunuh diri yang bertambah banyak.

Ia menjelaskan, meski secara ekonomi Barat mengalami kemajuan, tidak dimungkiri kemajuan tersebut dekat dengan berbagai kebobrokan dan persoalan sosial. Inilah akar dari Chicago Syndrome.

“Sindrom ini berakar pada persoalan krisis sosial (di Barat), runtuhnya keluarga, dan masifnya pelibatan perempuan dalam lapangan kerja yang berdampak pada meluasnya kriminalitas, tingginya kekerasan terhadap perempuan dan anak, meningkatnya angka bunuh diri, hingga surutnya angka pernikahan dan kelahiran,” urainya.

Ia pun menjelaskan pengaruh dari Chicago Syndrome ini, “Sekarang semua orang sedang galau dan resah melihat fenomena banyaknya orang yang memilih tidak punya anak, banyak yang melakukan bunuh diri, belum lagi banyak yang kena narkoba. Kerusakan-kerusakan moral yang makin banyak itu sesungguhnya membuat manusia itu resah,” jelasnya.

Baca juga:  Deideologisasi Ulama, Upaya Mengerdilkan Potensi Hakiki Ulama

Bahkan, ia menegaskan bahwa solusi peradaban Barat tidak akan menyelesaikan masalah. “Ketika ada kasus bunuh diri, apa solusi selama ini? Dibuatlah hotline bunuh diri. Jadi, kalau ada orang yang dalam dirinya memiliki tanda-tanda bunuh diri, dia bisa menelepon dan curhat sebelum akhirnya memutuskan mengakhiri hidupnya. Di Amerika dan di negara-negara Eropa, hotline bunuh diri itu dipelihara, bahkan sampai disosialisasikan gejala-gejalanya. Apakah ini menyelesaikan masalah? Buktinya orang yang bunuh diri tetap saja selalu ada, bahkan malah kian bertambah,” kritiknya.

Jangan Silau

Oleh sebab itu, ia menegaskan bahwa masyarakat patut menyadari bahwa kebobrokan dari sistem kapitalisme dan tidak perlu lagi silau melihat peradaban Barat yang melahirkan berbagai sindrom, termasuk Chicago Syndrome. Ia bahkan mengibaratkan peradaban Barat bagaikan memakai banyak filter, topeng, ataupun riasan di wajah.

“Memang peradaban ini terlihat memukau dengan gedung-gedung pencakar langitnya yang menjulang, gemerlap lampu-lampunya, serta kota-kotanya yang modern. Namun, ini ibarat kita melihat sesuatu yang kebanyakan filter, menutup-nutupinya dengan topeng karena bisa jadi wujud aslinya bukan seperti itu. Seperti kita melihat ada orang yang secara fisiknya cantik dengan riasan atau makeup yang menutupi bopeng-bopeng di wajahnya sehingga betul-betul tidak lagi kelihatan aslinya seperti apa. Itulah cara pandang kita semestinya terhadap Barat,” pungkasnya. [MNews/Nvt]

Facebook Notice for EU!
Baca juga:  Kapitalisme Menindas Manusia dengan Sistemnya yang Tidak Adil, Sistem Islamlah Solusi Satu-Satunya (Bagian 1/2)
You need to login to view and post FB Comments!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.