Komentar Politik

Diancam Cina, Indonesia Tidak Berdaya

Penulis: Fatma Sunardi

MuslimahNews.com, KOMENTAR POLITIK — Cina meminta Indonesia menghentikan pengeboran minyak dan gas alam di wilayah lepas pantai di Natuna utara, wilayah maritim yang diklaim kedua negara. Satu surat dari diplomat Cina kepada Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Indonesia dengan jelas mengatakan kepada Indonesia untuk menghentikan pengeboran di rig lepas pantai karena itu terjadi di wilayah Cina, menurut Muhammad Farhan, seorang anggota DPR di komite keamanan nasional DPR RI.[1]

Farhan juga mengatakan Kemenlu telah membalas nota diplomatik itu, “Pemerintah mengirim surat balasan yang mengatakan bahwa protes itu tidak bisa kami terima karena drilling [pengeboran] di wilayah landasan kontingen sesuai UNCLOS.”

Farhan menilai surat protes itu sangat serius dan tidak bisa diabaikan begitu saja. Sebab untuk pertama kalinya pemerintah Cina mempersoalkan klaim teritorial nine-dash line-nya kepada Indonesia. Langkah itu, menurut Farhan, karena Cina sedang berusaha menaikkan masalah sengketa Laut Cina Selatan menjadi isu diplomasi dua negara.[2]

Cina Makin Arogan, Indonesia Tidak Berdaya

Sebelumnya, pada periode Desember 2019—Januari 2020, sejumlah kapal penangkap ikan milik Cina memasuki perairan Natuna didampingi oleh kapal penjaga pantai Cina. Saat itu, Kemenlu menyampaikan protes keras dan memanggil Duta Besar Cina di Jakarta untuk meminta penjelasan.

Dr. Ian Storey, periset senior dan editor jurnal akademik internasional Contemporary Southeast Asia di ISEAS-Yusof Ishak Institute, badan riset yang berbasis di Singapura, menengarai bahwa hal ini akan “pasti” terjadi lagi dan Indonesia hanya akan bisa terus melayangkan nota protes diplomatik untuk meresponsnya. Sekarang prediksi itu benar terjadi.

Dr. Ian mengatakan, “Indonesia memiliki opsi terbatas, mereka tidak memiliki kekuatan militer atau penjaga pantai untuk mengonfrontasi kapal-kapal Cina dan mereka juga tidak mau memperkeruh situasi, jadi Indonesia akan terus mengirimkan nota protes diplomatik, mendorong dibentuknya Code of Conduct antara ASEAN dan Cina, dan menegaskan klaim wilayah dan yurisdiksi dalam ZEE-nya.”[3]

Mengirim surat protes diplomatik tidak akan bisa menghentikan arogansi Cina, apalagi posisi Cina sangat kuat dari sisi ekonomi dan militer sehingga mampu menantang semua kekuatan di kawasan Laut Cina Selatan.

Indonesia harus menunjukkan sikap yang lebih keras lagi, bahkan Indonesia harus dengan serius membentuk badan penjaga pantai untuk memperkuat kekuatan maritimnya di wilayah sengketa yang siap memukul mundur kapal-kapal Cina dan mengirim pesan yang jelas akan klaim keamanan teritorial.

Sayangnya, Indonesia makin tidak berdaya menghadapi Cina. Farhan mengungkapkan karena Cina adalah mitra dagang terbesar Indonesia dan sumber investasi terbesar kedua sehingga menjadikannya bagian penting dari ambisi Indonesia untuk menjadi ekonomi papan atas.

Para pemimpin Indonesia tetap diam tentang masalah ini untuk menghindari konflik atau pertengkaran diplomatik dengan Cina. Sikap diam Indonesia ini jelas menunjukkan lemahnya Indonesia di hadapan Cina.

Indonesia seolah gamang bersikap. Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia butuh visi kuat dalam membangun pertahanan negara, termasuk mendefinisikan “ancaman” atas kedaulatannya. Visi ini akan membuat Indonesia kuat mempertahankan batas-batas teritorialnya dan tidak lemah di hadapan kekuatan negara lain seperti Cina.

Khilafah Menjaga Teritorial dari Gangguan Keamanan

Islam mewajibkan kaum muslimin untuk menjaga batas-batas negaranya dari serangan musuh. “Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kalian dan kuatkanlah kesabaran kalian dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu beruntung.” (QS Ali Imran: 200).

Bahkan, umat Islam wajib menjadikannya amal yang utama dan upaya takarub agung. Dalam hal ini, Rasulullah saw. bersabda, “Menjaga wilayah perbatasan satu hari di jalan Allah lebih baik daripada dunia serta isinya.”

Kewajiban ini akan diterapkan oleh negara kaum muslimin—Khilafah—dengan menempatkan pasukan yang andal sekaligus manuver militer yang bergigi sehingga musuh menjadi gentar. Oleh karena itu, kedaulatan dan kemandirian hankam Indonesia akan terwujud secara benar jika Indonesia berada dalam naungan Khilafah.

Semangat membela negeri Islam yang lahir dari perintah jihad akan menjadi kekuatan yang arogan di depan musuh yang mengancam Islam dan negara, “Hai orang-orang yang beriman, perangilah orang-orang kafir yang di sekitar kamu itu, dan hendaklah mereka menemui kekerasan darimu, dan ketahuilah bahwasanya Allah bersama orang-orang yang bertakwa.” (QS At-Taubah: 123)

Melalui jihad sebagai aktivitas utama, supremasi Khilafah mampu menghalau semua gangguan yang mengancam, sebagaimana Khalifah Salim II—pengganti Khalifah Sulaiman al-Qanuni—mengabulkan permohonan Sultan Aceh Alauddin Riayat Syah al-Qahhar (berkuasa pada 1537—1571) dan mengirimkan bala bantuan militer ke Aceh sebagai tanggung jawabnya melindungi negeri-negeri Islam.

Kala itu, Panglima Kurdoglu Hizir Reis dari Alexandria, Mesir, memimpin armada Khilafah Utsmaniyah demi memerangi kaum kafir Portugis di Malaka pada 20 Januari 1568 dengan kekuatan 15.000 tentara Aceh, 400 Jannisaries Utsmaniyah, dan 200 meriam perunggu.[4]

Demikianlah seharusnya sikap yang diambil Pemerintah Indonesia dalam menghadapi ancaman Cina, mempertahankan hak miliknya hingga titik darah penghabisan dengan jihad fi sabilillah. Wallahualam. [MNews/Gz]

Referensi:

[1] https://www.reuters.com/world/asia-pacific/exclusive-China-protested-indonesian-drilling-military-exercises-2021-12-01/

[2] https://www.bbc.com/indonesia/dunia-59505406

[3] https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-54164982

[4] https://www.muslimahnews.com/2020/08/15/nusantara-berutang-kepada-khilafah/

2 komentar pada “Diancam Cina, Indonesia Tidak Berdaya

  • Sudah tampak sedikit demi sedikit power cina thd negeri ini

    Balas
  • Sudartono

    Masyarakat Indonesia diwilayah perbatasan kehilangan sikap nasionalisnya menghadapi arogansi China diwilayah perbatasan Indonesia.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *