[News] Provokasi dan Pelanggaran Presiden Israel di Masjid Al-Ibrahimi Palestina

Hebron menjadi sasaran kampanye Yudaisasi yang sengit sebagaimana yang terjadi di Yerusalem dan Masjidilaqsa.

MuslimahNews.com, INTERNASIONAL—Wafa (28/11/2021) memberitakan Presiden Israel, Isaac Hergoz, telah melakukan pelanggaran karena merayakan hari raya Yahudi, Hanukkah, di Masjid Al-Ibrahimi, Kota Hebron, Tepi Barat, Palestina pada Ahad (28/11/2021). Salah seorang pejabat Palestina menggambarkan peristiwa tersebut sebagai provokasi dan pelanggaraan terang-terangan terhadap kesucian masjid.

Presiden Israel Isaac Herzog (tengah) di Masjid Ibrahimi di kota Hebron, Tepi Barat, (28/11/2021). (sumber: middleeastmonitor, (30/11/2021)).

Bahkan, media ini menyebut kedatangan Hergoz sebagai “penyerbuan” karena  diiringi pula oleh serangan tentara Israel terhadap rakyat Palestina yang berunjuk rasa menolak kedatangan provokatif Hergoz di sana. Penyerbuan ini pun dinilai menjadi deklarasi yang secara eksplisit menunjukkan dukungan kepada pemukim Israel, atas kejahatan mereka terhadap rakyat Palestina.

Warga Palestina bentrok dengan pasukan Israel selama protes terhadap rencana kunjungan Presiden Israel Isaac Herzog ke situs tersuci Hebron, yang dikenal oleh orang Yahudi sebagai Makam Para Leluhur dan bagi Muslim sebagai Masjid Ibrahimi pada Ahad (28/11/2021). (sumber: nwaonline (29/11/2021))

Wafa juga menuliskan bahwa kompleks Masjid Al-Ibrahimi sendiri telah dibagi dua oleh Israel untuk kaum muslimin dan pemukim Israel, setelah terjadi pembunuhan oleh seorang pemukim Israel, Baruch Goldstein, terhadap 29 orang Palestina yang salat di masjid tersebut pada 1994.

Sementara itu, Al-Riyadh Daily (29/11/2021) menginformasikan bahwa  Organisasi Kerjasama Islam (OKI) turut mengutuk penyerbuan ini yang dianggap menjadi bagian dari rencana Yudaisasi untuk mengambil alih kendali atas tempat suci tersebut.

Baca juga:  Amerika Tidak Hentinya Memusuhi Islam dan Kaum Muslim

OKI pun meminta masyarakat internasional bertindak segera melindungi tempat-tempat suci dan bersejarah itu, serta memaksa otoritas pendudukan Israel untuk menghormati kesucian tempat-tempat suci, menerapkan resolusi PBB yang relevan, dan memberikan perlindungan bagi tanah dan tempat suci rakyat Palestina.

Yudaisasi

Hanya saja, salah satu media ideologis Palestina (29/11/2021) mengkritisi bahwa peristiwa ini menandai adanya fase baru di Hebron, mengingat ada keterlibatan otoritas keamanan dan rezim yang melakukan normalisasi dengan Israel.

Menurutnya, Hebron menjadi sasaran kampanye Yudaisasi yang sengit sebagaimana yang terjadi di Yerusalem dan Masjidilaqsa. “Israel selalu mengambil kesempatan dan peristiwa untuk melakukan Yudaisasi sekaligus memaksakan fakta, baik dengan dalih pesta, peristiwa sejarah, maupun dari Alkitab. Dalam konteks ini, penyerbuan Presiden Israel ke Masjid Ibrahimi adalah salah satu gerakan kebencian yang secara serius menargetkan jantung Hebron dan Masjid Ibrahimi-nya,” tulisnya.

Terlebih, Israel dengan pandangan Yudaisasinya menetapkan kota Hebron sebagai kota tua yang di dalamnya  sesuai pernyataan Herzog, “Kami di Hebron memiliki hak historis. Netanyahu mendahuluinya dua tahun lalu ketika ia mengatakan Hebron tidak akan bebas dari orang Yahudi. Kami bukan orang asing di Hebron. Kami akan tinggal di sini selamanya.”

Baca juga:  [Ramadan Sedunia] Ramadan di Palestina, Saatnya Menghias Masjidilaqsa

Ditambah lagi, ungkap media ini, kebijakan mereka didasarkan pada pemaksaan lebih banyak fakta. “Mereka menanam kantong-kantong pemukiman di jantung kota tua. Setelah membagi Masjid Ibrahimi, mereka sekarang berusaha mengumpulkan kantong-kantong ini dengan melakukan Yudaisasi lebih banyak lagi di kota tua, kemudian menjadi blok pemukiman besar yang saling berhubungan di jantung Hebron. Pada saat yang sama, mereka berusaha menguasai bagian kedua dari Masjid Ibrahimi untuk menjadi eksklusif bagi mereka,” sebutnya.

Masjid Ibrahimi, Hebron. (sumber: AA, (25/2/2021))

Hal ini makin tampak, ujar media ini, ketika Herzog keluar dari Masjid Al-Ibrahimi. “Terdapat kelompok-kelompok yang selama ini menaruh kebencian terhadap penduduk Palestina, turut mengiringi Herzog dengan yel-yel rasis.  Mereka mengusir orang-orang dari tempat tinggal mereka di sekitar Masjid Ibrahimi, mengaspal jalan, dan sedang menunggu kesempatan yang tepat untuk tujuannya itu,” ungkapnya.

Pelanggaran Israel

Media ini menyinyalir, pelanggaran-pelanggaran dan tantangan terang-terangan dari Israel ini muncul karena keterlibatan otoritas keamanan yang menemukan caranya untuk menekan rakyat Palestina. “Menangkap orang-orang Palestina dan menuntutnya atas dasar opini politik, membatasi mata pencarian mereka melalui pajak dan cukai yang tidak adil, serta menabur benih perselisihan,” urainya.

Apalagi, tulis media ini, adanya normalisasi rezim Arab yang sekarang menandatangani perjanjian pertahanan bersama entitas perampas ini, telah mengonfirmasi bahwa rakyat Palestina dan seluruh bangsa berada di satu sisi. “Sedangkan otoritas, penguasa pengkhianat dan entitas Israel, serta Amerika dan negara-negara kolonial lainnya berada di sisi yang lain,” tulisnya.

Baca juga:  Memerdekakan Palestina, Mengakhiri Pengkhianatan Kita*)

Waspada

Selain itu, lanjut media ini, Kota Hebron—kota Ibrahim—dan Masjid Ibrahimi-nya adalah dua pilar tanah Palestina yang diberkati, dan merupakan hak rakyat Palestina dan kaum muslimin. “Ia bukanlah sejarah atau warisan yang ditentukan oleh UNESCO atau organisasi lain yang berafiliasi dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa, yang berperan mengonsolidasikan Israel dan melegitimasinya. Ini adalah hak yang ditetapkan Al-Qur’an dan mewajibkan umat Islam untuk melindungi dan membelanya. Oleh karena itu, umat Islam mesti mencabut kanker ini dari akarnya dan membersihkan Hebron, Yerusalem, dan seluruh Palestina dari penodaan dan absurditasnya,” jelasnya.

Media ini pun menegaskan agar rakyat Hebron meningkatkan kewaspadaannya. “Rakyat harus bersatu dan mengatasi semua perbedaan yang dipicu oleh para oknum. Menyadari besarnya bahaya dan masalah yang menargetkan mereka dan kota mereka, dengan tujuan menggusur dan mengusir mereka dari kotanya,” tutupnya.[MNews/Ruh]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.