Menumbuhkan Sikap Bakti Anak kepada Orang Tua sejak Dini

Penulis: Nabila Ummu Anas

MuslimahNews.com, KELUARGA — Dalam Islam, berbakti kepada orang tua adalah kewajiban. Tentu pelaksanaan kewajiban ini tidak tiba-tiba bisa dilakukan seorang anak ketika dia telah balig dan berakal. Butuh adanya pembelajaran, pembiasaan, bahkan pembinaan Islam kepada anak sejak dini.

Terlebih kondisi umat hari ini jauh dari syariat Islam. Banyak anak-anak umat Islam yang tidak paham ajaran agamanya dalam berbagai persoalan yang mereka hadapi, termasuk cara menjalankan kewajiban berbakti kepada orang tua.

Sekuler Liberal Mencabut Sikap Bakti Anak kepada Orang tua

Para orang tua harus menyadari, derasnya arus sekuler liberal di tengah kehidupan berpengaruh besar terhadap bentukan rasa dan sikap anak terhadap orang tuanya, bahkan terhadap anak yang masih kecil dan belum balig. Kata-kata kasar, bentakan, perintah, cuek, tidak menghiraukan panggilan orang tua, tidak mau mendengar nasihat, bahkan berani memarahi orang tua, seolah hal biasa yang anak lakukan terhadap orang tuanya.

Hubungan anak dengan orang tua seperti halnya interaksi sebaya, tiada rasa hormat dan kerendahan hati terhadap orang yang telah susah payah berjuang melahirkan, mengasuh, dan membesarkan mereka. Oleh sebab itu, keluarga muslim harus paham bahwa inilah buah dari dicampakkannya aturan Islam dan aturan buatan manusia yang bebas lagi memisahkan Islam dari kehidupan.

Baca juga:  Memperbaiki Hubungan dengan Orang Tua

Al-Qur’an dan Sunah Mewajibkan Berbakti kepada Orang Tua

Banyak ayat Al-Qur’an dan Hadis Nabi yang menjelaskan agar anak berbakti kepada orang tuanya. Allah Swt. berfirman, “Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan ‘ah!’ dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik.” (QS Al-Isra: 23)

“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua.” (QS An-Nisa: 36)

“Katakanlah, ‘Marilah kubacakan apa yang diharamkan atas kamu oleh Tuhanmu, yaitu janganlah kamu mempersekutukan sesuatu dengan-Nya, berbuat baiklah terhadap kedua orang tua.’” (QS Al-An’am: 151)

Berbakti kepada orang tua juga Rasulullah saw. perintahkan ketika beliau ditanya oleh Abdullah bin Mas’ud ra., “Amal apa yang paling dicintai Allah ‘Azza Wa Jalla?” Nabi bersabda, “Salat pada waktunya.” Ibnu Mas’ud bertanya lagi, “Lalu apa lagi?” Nabi menjawab, “Lalu birrul walidain (berbakti kepada kedua orang tua).” Ibnu Mas’ud bertanya lagi, “Lalu apa lagi?” Nabi menjawab, “Jihad fi sabilillah.” Demikian yang beliau katakan. Andai aku bertanya lagi, tampaknya beliau akan menambahkan lagi. (HR Bukhari dan Muslim).

Baca juga:  Dalam Islam, Lansia Akan Dibuat Bahagia

Mengajarkan Kewajiban Islam sejak Sini

Sejak dini, ajak anak untuk melakukan berbagai kewajiban di dalam Islam. Ajari anak berwudu yang benar, salat, puasa, hingga berbakti dan berbuat baik kepada orang tua. Harus kita sampaikan pada anak bahwa Allah sangat menyayangi anak-anak yang menaati Allah, yakni dengan melaksanakan segala yang Allah wajibkan. Jelaskan bahwa balasannya adalah surga yang kekal abadi dengan berbagai kenikmatan di dalamnya.

Perlu juga kita sampaikan bahwa tidak melaksanakan kewajiban merupakan kemaksiatan yang akan membuat Allah marah dan murka, serta bagi pelakunya akan disiksa di dalam neraka.

Selain itu, biasakan anak untuk berkata dan sikap lemah lembut di hadapan orang tua, sayang, hormat, tidak memarahi, apalagi menghardik orang tua. Orang tua harus berusaha keras dalam melatih kebiasaan anak melaksanakan kewajiban berbakti ini. Harus ada upaya terus-menerus dan dinamis sambil melihat berbagai kejadian di sekitar anak—yang tentu akan memengaruhi pola pikir dan sikap anak.

Ibarat kata, ketika anak keluar rumah, tentu di luar sana banyak debu dan bisa jadi kotoran yang harus segera orang tua bersihkan ketika anak kembali ke rumah. Mungkin terasa berat bagi orang tua. Namun, mau tidak mau, inilah yang harus orang tua lakukan dengan sabar dan sungguh-sungguh karena bagian dari tanggung jawab orang tua.

Baca juga:  Adab Seorang Anak kepada Orang Tuanya

Sebab, setiap orang tua akan dimintai pertanggungjawaban kelak di Yaumil Kiamat tentang bagaimana orang tua menyiapkan anak-anaknya mampu melaksanakan kewajiban berbakti kepadanya. Tidak hanya upaya, orang tua harus senantiasa memanjatkan doa untuk anaknya. Memohonlah agar Allah Sang Pencipta mengaruniakan anak saleh, menaati Allah dan Rasul-Nya, serta berbakti kepada orang tuanya.

Berdakwah Mengembalikan Kehidupan Islam

Tatanan kehidupan sekuler liberal yang merusak anak-anak muslim harus segera kita hilangkan. Sistem kehidupan yang meniadakan Islam dari benak anak-anak umat ini adalah sistem bobrok yang sangat tidak pantas hadir mengitari ataupun mengatur pikiran, rasa, dan sikap umat Islam.

Kesadaran akan kerusakan sistem hari ini harus ada pada setiap orang tua dan keluarga muslim. Wajib ada dorongan kuat untuk membuang sistem beracun ini, jangan sampai mematikan dan mensterilkan lahirnya anak-anak saleh di tengah masyarakat.

Oleh karena itu, dakwah untuk mengembalikan Islam dalam kehidupan manusia juga merupakan kewajiban kaum muslim. Ini karena akan sangat berat beban orang tua untuk mencetak anak-anak saleh yang berbakti kepadanya jika medan hidup mereka penuh lumpur kerusakan dan kemaksiatan.

Sebaliknya, kehidupan Islam adalah arena kondusif bagi lahirnya anak-anak yang menaati Allah dan Rasul-Nya, juga berbakti kepada kedua orang tuanya. Insyaallah. Wallahualam. [MNews/Gz]

2 komentar pada “Menumbuhkan Sikap Bakti Anak kepada Orang Tua sejak Dini

  • 28 November 2021 pada 21:18
    Permalink

    MasyaAllah , menginspirasi sekali

    Balas
  • 27 November 2021 pada 19:09
    Permalink

    Untuk mendidik & mencetak generasi Khoiru ummah , kewajiban ortu jg harus dijalani yakni terus belajar untuk mensholihkan diri,

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *