[Fikrul Islam] Akidah Islamiah

Penulis: Muhammad Husain Abdullah

MuslimahNews.com, FIKRUL ISLAM – Akidah Islamiah telah memecahkan ‘uqdat al-kubra (permasalahan besar) yang ada pada manusia. Akidah Islam juga memberikan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan manusia, sebab Islam telah menjelaskan bahwa alam semesta, manusia, dan kehidupan adalah ciptaan (makhluk) bagi pencipta (al-khaliq), yaitu Allah Swt., dan bahwasanya setelah kehidupan ini akan ada hari kiamat.

Bahwasanya hubungan antara kehidupan dunia dengan apa-apa yang ada sebelum kehidupan dunia adalah ketundukan manusia terhadap perintah-perintah Allah dan larangan-larangan-Nya, sedangkan hubungan antara kehidupan dunia dengan apa-apa yang ada sesudah kehidupan dunia adalah adanya hari kiamat yang di dalamnya terdapat pahala dan siksa, serta surga dan neraka.

Al-Qur’an dan hadis telah menetapkan rukun-rukun akidah ini. Allah Swt. berfirman,

اٰمَنَ الرَّسُوْلُ بِمَآ اُنْزِلَ اِلَيْهِ مِنْ رَّبِّهٖ وَالْمُؤْمِنُوْنَۗ كُلٌّ اٰمَنَ بِاللهِ وَمَلٰۤىِٕكَتِهٖ وَكُتُبِهٖ وَرُسُلِهٖۗ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ اَحَدٍ مِّنْ رُّسُلِه

“Rasul telah beriman kepada Al-Qur’an, yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat- Nya, kitab-kitab-Nya, dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan), ‘Kami tidak membeda-bedakan antara seorang pun (dengan orang lain) dari rasul-rasul-Nya.'” (QS Al-Baqarah[2]: 285)

Baca juga:  [Fikrul Islam] Akidah

Di dalam sebuah hadis yang panjang, Jibril as. pernah bertanya kepada Rasulullah ﷺ, “Beritahukanlah kepadaku tentang iman!” Lalu Rasul ﷺ menjawab, “Iman itu adalah percaya kepada adanya Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, hari kiamat, dan percaya kepada al-qadar (takdir), baik dan buruknya berasal dari Allah Swt.” Jibril berkata, “Kamu benar. ” (HR. Muslim, Tirmidziy, Abu Dawud, dan an Nasaiy)

Rukun Iman

Pemikiran-pemikiran mendasar dalam akidah Islam (rukun-rukun iman) ada enam rukun, yaitu:

  1. Iman kepada adanya Allah Swt.;
  2. Iman kepada adanya Malaikat;
  3. Iman kepada adanya kitab-kitab samawi;
  4. Iman kepada rasul-rasul;
  5. Iman kepada hari akhir/kiamat;
  6. Iman kepada takdir, baik buruknya berasal dari Allah Swt..

Iman adalah keyakinan (al-i’tiqaad), yang bermakna pembenaran yang bersifat pasti, yang sesuai dengan fakta, serta berdasarkan bukti.

Dalil akidah ada dua macam:

  1. Dalil aqli, yaitu suatu pembuktian (al-burhaan) yang bisa dibuktikan oleh akal untuk mencapai sebuah pembenaran yang bersifat pasti (at-tashdiiq ul-jaazim) pada salah satu rukun dari rukun-rukun akidah.
  2. Dalil sam’iy (naqliy), yaitu suatu berita yang bersifat pasti (al-khabar al-qath’iy) yang memberitakan kepada kita tentang rukun-rukun akidah. Contohnya adalah ayat-ayat Al-Qur’an. [MNews/Rgl]

Sumber: Muhammad Husain Abdullah, Studi Dasar-Dasar Pemikiran Islam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *