[News] Densus 88 Melakukan Pelanggaran Kehormatan terhadap Muslimah

Sayangnya tidak ada satupun aktivis perempuan yang melayangkan protes atas tindakan ini.

MuslimahNews.com, NASIONAL—Pengamat Masalah Perempuan, Keluarga, dan Generasi dr. Arum Harjanti menyatakan proses penangkapan tiga orang ustaz oleh Densus 88 telah melakukan pelanggaran kehormatan terhadap muslimah.

“Saat subuh, anggota Densus 88 menerobos masuk ke lingkungan pondok dan masuk tanpa izin ke ruangan santriwati-santriwati yang sedang tidak menutup aurat. Hal ini sungguh merupakan tindakan pelanggaran kehormatan terhadap muslimah yang taat dalam menutup auratnya,” jelasnya kepada MNews, Sabtu (20/11/2021).

Menurutnya, ini pelanggaran terhadap hak warganegara untuk menjalankan agamanya. “Sayangnya tidak ada satupun aktivis perempuan yang melayangkan protes atas tindakan anggota Densus 88 ini,” ujarnya.

Ia mengatakan aktivis perempuan yang selalu lantang membela hak perempuan, kali ini seolah membutakan matanya atas pelanggaran hak muslimah ini. “Diamnya para aktivis perempuan menunjukkan adanya standar ganda yang mereka emban,” tukasnya.

Tidak Adil

Ia mengungkapkan mereka yang biasanya lantang melayangkan protes bila dalam pandangan mereka ada pelanggaran terhadap hak perempuan, saat ini diam seribu bahasa ketika yang menjadi korban para muslimah. “Mereka yang bahkan berani menyatakan aturan Allah diskriminatif dan bias gender, misalnya kewajiban muslimah menutup aurat dengan sempurna, bagian waris yang berbeda, juga larangan perempuan menjadi penguasa, dan lainnya, tak membuat konferensi pers mengecam tindakan Densus 88 untuk membela muslimah yang teraniaya karena terlihat auratnya,“ cetusnya.

Baca juga:  Jangan Biarkan Para Ibu Berjuang Sendirian

Ia menegaskan standar ganda yang digunakan ini menunjukkan adanya ketidakadilan dalam bersikap. “Tampak jelas ketidakberpihakan kepada muslimah. Nyatalah permusuhannya terhadap Islam,” tandasnya.

Wajib Dievaluasi

Senada dengan hal tersebut, Ketua Koalisi Persaudaraan dan Advokasi Umat (KPAU), Ahmad Khozinuddin, S.H. (Eramuslim, 17/11/2021) berpendapat tindakan Densus 88 masuk tanpa izin dan memasuki ruangan privasi para santri, hingga ke kamar pribadi ustaz ini benar-benar merupakan pelecehan harkat dan kemuliaan muslimah dan kaum muslimin seluruhnya.

“Perilaku Densus 88 ini wajib dievaluasi oleh Kapolri—jika Kapolri tak ingin dianggap anti terhadap Islam—karena tindakan yang dilakukan oleh densus 88 jauh dari kinerja yang profesional, transparan, menghormati harkat dan martabat setiap warga negara, dan tidak mengindahkan koridor syarak yang diyakini umat Islam,” urainya.

Catatan

Selain itu, ia memerinci beberapa catatan perilaku Densus 88 pada saat penangkapan Ustaz Dr. Farid Ahmad Okbah, Ustaz Dr. Ahmad Zain An-Najah, dan Ustaz Dr. Anung Al-Hamat. “Pertama, Densus 88 tidak menunjukkan dan menyerahkan Surat Penangkapan kepada keluarga. Padahal, KUHAP mengatur setiap penangkapan harus disertai Surat Tugas dan Surat Penangkapan dengan dijelaskannya uraian ringkas tindak pidana yang dipersoalkan,” jelasnya.

Ia mengatakan berdasarkan ketentuan Pasal 18 ayat (1) KUHAP, pelaksanaan tugas penangkapan dilakukan oleh petugas Polri dengan memperlihatkan surat tugas serta memberikan kepada tersangka surat perintah penangkapan yang mencantumkan identitas tersangka dan menyebutkan alasan penangkapan serta uraian singkat perkara kejahatan yang dipersangkakan serta tempat ia diperiksa.

Baca juga:  Menggapai Lailatul Qadar Saat Haid atau Nifas

“Sampai saat ini, keluarga tidak diberikan dasar penangkapan, salinan surat penangkapan, serta di mana tempat pemeriksaan ketiga ustaz tersebut. Bahkan, ketika didesak alasannya Densus hanya mengatakan nantinya akan dijelaskan di pengadilan,” ujarnya.

Ia melanjutkan, kedua, berdasarkan ketentuan pasal 69 KUHAP, setelah seseorang ditangkap, maka dia berhak menghubungi dan didampingi oleh seorang penasihat hukum atau pengacara. “Namun, sampai saat ini Ustaz Dr. Farid Ahmad Okbah, Ustaz Dr. Ahmad Zain An-Najah, dan Ustaz Dr. Anung Al-Hamat tidak dapat menghubungi pengacara dan pengacara juga tak dapat melaksanakan fungsi-fungsi pembelaan.

“Saat ini, pengacara hanya mampu mendampingi keluarga dan memberikan ketentraman agar dapat sabar dan tenteram menghadapi ujian. Tim pengacara, belum dapat menemui Ustaz Dr. Farid Ahmad Okbah, Ustaz Dr. Ahmad Zain An-Najah, dan Ustaz Dr. Anung Al-Hamat, apalagi memberikan pendampingan hukum kepada ketiganya,” paparnya.

Ketiga, ia mengungkapkan, pengambilan sejumlah barang milik ketiga ustaz tersebut tidak disertai Berita Acara Penyitaan. “Pengambilan barang bukti yang dilakukan oleh Densus 88 lebih mirip perampokan. Lalu, atas dasar apa Densus menyita? Kalau bukti dikembalikan, apa jaminannya semua bukti dikembalikan, sementara tidak ada daftar bukti saat penyitaan?” tanyanya retorik.

Baca juga:  Dari Kegelapan menuju Cahaya

Sebenarnya, ia menekankan, kalau murni penegakan hukum, Densus 88 tidak perlu melakukan penangkapan. “Bisa melakukan pemanggilan karena alamat Ustaz Dr. Farid Ahmad Okbah, Ustaz Dr. Ahmad Zain An-Najah, dan Ustaz Dr. Anung Al-Hamat sangat jelas,” cetusnya.

Terlebih, ia menerangkan, ketiganya juga punya posisi dan kedudukan yang jelas. “Tidak mungkin akan mangkir apalagi melarikan diri,” tukasnya.

Menimbulkan Teror

Memang, ia mengutarakan, Densus bekerja berdasarkan ketentuan UU No 5/2018 tentang Terorisme. “Namun, UU ini juga tidak boleh menyimpangi KUHAP. Tidak boleh, atas dalih memberantas terorisme, Densus 88 justru melakukan tindakan teror kepada warga negara yang baru berstatus terduga. Lagipula, apa yang dilakukan Densus 88 ini bukannya memberantas terorisme, justru menimbulkan teror, ancaman, dan ketakutan di tengah-tengah masyarakat,” ulasnya.

Karenanya, ia menegaskan, Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo wajib mengevaluasi kinerja Densus 88. “Jika tidak, ada kekhawatiran Kapolri akan dianggap anti-Islam karena membiarkan Densus 88 bertindak di luar batas dan mencederai batasan dan nilai-nilai yang diyakini oleh umat Islam, diantaranya bagaimana memuliakan dan menghormati muslimah,” pungkasnya.[MNews/Ruh]

Facebook Notice for EU! You need to login to view and post FB Comments!

2 komentar pada “[News] Densus 88 Melakukan Pelanggaran Kehormatan terhadap Muslimah

  • 22 November 2021 pada 17:06
    Permalink

    Astagfirullah…lagi dan lagi mereka melakukan kezaliman thp umat Islam…hei kami manusia …bagaimana jika ini terjadi pada keluarga kalian …mereka tuli buta bisu….hanya Islam yang akan mengadili mereka dengan seadil adilnya

    Balas
  • 22 November 2021 pada 06:27
    Permalink

    Astagfirulloh sangat tdk pantas apa yang di lakukan aparat

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.