BeritaNasional

[News] Tarif Tes PCR Turun, Pengamat: Mestinya Gratis!

MuslimahNews.com, NASIONAL— Merespons menurunnya tarif tes PCR setelah ada kritik dari masyarakat, pengamat kebijakan publik Ir. Retno Sukmaningrum, M.T. menyatakan mestinya gratis untuk masyarakat yang membutuhkan.

“Tes PCR pada masa pandemi ini terkategori hajat hidup orang banyak. Jika demikian, seharusnya negara mengaturnya, termasuk tarif. Bahkan, menyediakan gratis untuk rakyat yang membutuhkannya,” ungkapnya kepada MNews, Ahad (14/11/2021)

Ia menjelaskan UUD 1945 Pasal 33 Ayat 2 menyebutkan bahwa cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai negara hajat hidup orang banyak dikuasai negara.

“Nyatanya, pemerintah sendiri yang menyalahi UUD ’45 tersebut. Ibarat pahlawan kesiangan, negara baru hadir setelah rakyat berteriak-teriak. Negara baru mulai mengatur tarif PCR setelah pandemi berjalan hampir dua tahun. Fatalnya lagi, penurunan tarif PCR untuk kebutuhan mobilitas juga mencerminkan bahwa kebijakan ini tidak berlandaskan asas kesehatan masyarakat, melainkan pemulihan ekonomi,” kritiknya.

Kendali Swasta

Menurutnya, ini disebabkan keberadaan swasta dalam sistem demokrasi justru memutilasi peran pemerintah. “Terbukti, selama hampir dua tahun masa pandemi, semua harga terkendalikan oleh pihak swasta. Setelah rakyat berteriak, Presiden baru bersuara meminta pihak-pihak terkait menurunkan harga. Begitu pula Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bersama Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), baru melakukan evaluasi harga tes PCR secara berkala untuk memastikan tarif tersebut tidak merugikan masyarakat,” sindirnya.

Baca juga:  [Kaffah] Layanan Kesehatan: Hak Rakyat, Bukan Dagangan Pejabat

Ia mempertanyakan apakah pemerintah tidak tahu atau tutup mata tentang harga dasar PCR sehingga tidak mampu menetapkan harga dalam kondisi darurat pandemi sejak awal? “Sungguh nyata kejamnya kapitalisme dunia ini,” cetusnya.

Kunci Rahmat

Ia menerangkan, hal ini berbeda dengan sistem dalam negara Khilafah Islamiah. “Khilafah merupakan kunci yang akan menghadirkan rahmat bagi semesta alam secara riil. Karenanya, ketika kerahmatan bermakna keadilan, hukum Islam akan datang membawa keadilan. Ketika kerahmatan itu bermakna kesejahteraan, hukum Islam juga datang memberikan kesejahteraan riil yang umat dambakan,” jelasnya.

Ia pun mengungkapkan kesejahteraan merupakan konsekuensi logis dari keadilan ekonomi Islam yang Khilafah terapkan, yaitu ketika semua kebutuhan pokok (primer) setiap individu masyarakat terpenuhi, serta adanya jaminan yang memungkinkan setiap individu memenuhi kebutuhan pelengkap (sekunder dan tersier) sesuai kemampuan mereka.

“Bahkan, Khilafah juga menjamin setiap warga negaranya—muslim maupun nonmuslim—tercukupi kebutuhan hidupnya, baik kebutuhan pokok (sandang, pangan, papan, pendidikan, dan kesehatan, serta keamanan), juga keadilan di mata hukum,” tegasnya.

Ia menguraikan tidak ada perbedaan bagi rakyat ataupun pejabat. “Khalifah dan jajarannya bertanggung jawab penuh atas hal tersebut atas dorongan takwa. Dorongan takwa inilah yang menjaga mereka dari berlaku zalim terhadap rakyatnya,” pungkasnya. [MNews/Ruh]

One thought on “[News] Tarif Tes PCR Turun, Pengamat: Mestinya Gratis!

  • Bukan sbg pelindung umat tapi pemalak umat

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *