Sudah Diduga, G20 Tersandung (Isu) Iklim

Oleh: Fazyl Amzayev (Ukraina)

MuslimahNews.com, KOMENTAR POLITIK — Begitu banyak seruan, tetapi hanya sedikit komitmen yang konkret. Beginilah akhir pembahasan G20 soal isu perubahan iklim. Perdana Menteri Inggris Boris Johnson menyebut pernyataan G20 sekadar “kemajuan yang moderat”.

Ia menyerukan agar ada tindakan yang lebih tegas dari para peserta Konferensi Iklim PBB di Glasgow, “Jika Glasgow gagal, semua orang akan gagal. Perjanjian Paris akan runtuh pada kalkulasi pertama, satu-satunya mekanisme yang layak di dunia untuk memerangi perubahan iklim akan tenggelam. ….” Sekretaris Jenderal PBB António Guterres pun mengatakan hasil KTT tidak sesuai harapannya. (https://ru.euronews.com/2021/10/31/g20-climate-final-ppp-blow)

Komentar Politik

Faktanya, kegagalan KTT ini tidaklah mengherankan. Sebelumnya, G20, G7, PBB, Dewan Keamanan PBB, Majelis Umum PBB, dan organisasi serupa lainnya tidak berdaya memerangi masalah yang lebih penting dan mengglobal yang sedang melanda umat manusia.

Terpanggil untuk menangkal munculnya konflik dan perang internasional yang baru, PBB–sebelum itu Liga Bangsa-Bangsa–hanyalah instrumen di tangan negara adidaya besar untuk memajukan kepentingan pribadi mereka, yang pada akhirnya menyebabkan munculnya konflik paling berdarah di dunia: perang, genosida, pembersihan etnis, serta kelaparan.

Kemiskinan, kelaparan, rendahnya tingkat perawatan medis di dunia, tidak terjangkaunya pendidikan, lelahnya kota-kota besar dan seluruh negara akibat masalah lingkungan, semua ini adalah “kartu kunjungan” dunia modern akibat penerapan ideologi kapitalisme–yang dipuji-puji oleh anggota G20, G7, Dewan Keamanan PBB, dan organisasi lainnya.

Baca juga:  G20: Forum Bancakan Negara-negara Produsen Dunia

Para pemimpin yang menyatakan keprihatinannya bahwa hasil KTT Glasgow tidak memenuhi harapan adalah para pemimpin berbagai organisasi dan negara-negara besar yang sebelumnya gagal memecahkan lebih banyak tantangan global. Para pemimpin inilah yang bertanggung jawab atas hilangnya nyawa secara besar-besaran di berbagai negara di dunia, berupa perang, kelaparan, dan genosida.

Apakah mungkin “komunitas internasional” dapat melindungi lingkungan jika sebelumnya mereka tidak dapat melindungi ratusan ribu bahkan jutaan perempuan, anak-anak, dan orang tua dari kematian?

Oleh karena itu, kegagalan KTT G20 ini sudah diduga dan tidak mengagetkan lagi. Tidak diragukan lagi, perlindungan lingkungan, spesies hewan yang terancam punah, dan sebagainya, hanya mungkin terjadi dalam naungan Khilafah Rasyidah, ideologi dan sistem politik ilahi, terutama yang akan mengurus kehidupan manusia, kesejahteraan, kemakmuran, kemudian mengurus tujuan yang tercetus dalam “Perjanjian Paris”. [MNews/Gz]

Facebook Notice for EU! You need to login to view and post FB Comments!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.