[Pribadi Rasulullah] Kehidupan Rasulullah ﷺ

MuslimahNews.com, PRIBADI RASULULLAH Malik bin Dinar ra. bercerita, “Rasulullah saw. tidak pernah kenyang makan roti, dan tiada pula dengan daging, kecuali dalam keadaan dlaffaf.”

Malik bin Dinar selanjutnya berkata, “Aku bertanya kepada seorang laki-laki dari pedusunan, ‘Apa yang dimaksud dengan dlaffaf?’

Ia menjawab, ‘Makan bersama orang banyak.’”

Simak bin Harb memdengar Nu’man bin Basyir berkata, “Kalian makan dan minum sesuka hati kalian! Padahal kalian menyaksiikan sendiri (kehidupan) Nabi kalian. Beliau (kadang kala) tidak menemukan sekalipun kurma yang jelek untuk mengganjal perutnya.”

Ummul Mukminin Aisyah ra. bercerita, “Sesungguhnya kami, keluarga Muhammad saw. pernah selama sebulan tidak menyalakan api (tidak masak apapun). Tiadalah yang kami makan dan minum) kecuali kurma dan air.”

Abu Thalhah ra. bercerita, “Kami melaporkan kepada Rasulullah saw. tentang kelaparan. Kami singkapkan pakaian kami dari perut kami, masing-masing orang terdapat sebuah batu (terikat di perut untuk mengganjal perut yang kempis). Kemudian Rasulullah saw. menyingkapkan pakaiannya pada bagian perutnya, maka di sana nampaklah dua buah batu.”

Anas ra. mengabarkan, Rasulullah saw. bersabda, “Sesungguhnya aku dijadikan takut kepada Allah dan tiada seorang pun yang diberi rasa takut sebagaimana aku. Sungguh, aku telah ditimpa cobaan di jalan Allah, dan tiada seorang pun yang mendapat cobaan sebagaimana aku. Sungguh, merupakan pengalaman bagiku, yaitu selama tiga puluh hari tiga puluh malam, aku dan Bilal tidak mendapatkan makanan yang pantas dimakan orang yang mempunyai rongga perut. Waktu itu hanya ada sedikit makanan yang disembunyikan pada ketiak Bilal.”

Anas bin Malik ra. berecrita, “Sungguh, pada Nabi saw. tidak pernah terhimpun padanya roti dan daging pada waktu makan pagi dan makan malam, kecuali bila makan bersama para tamu.”

Naufal bin Iyas al-Hadzali bercerita, “Abdurrahman bin ‘Auf adalah teman semajelis kami, ia adalah sebaik-baik teman majelis. Pada suatu hari, ia bersama kami pulang dari suatu tempat, manakala kami masuk ke rumahnya, ia terus masuk lalu mandi, kemudian ia keluar. Kepada kami diberikan sepinggan roti dan daging. Manakala pinggan itu ditaruh, Abdurrahman menangis. Aku bertanya, “Wahai Abu Muhammad, apakah gerangan yang menyebabkan anda menangis?”

Ia berkata, “Rasulullah saw. telah wafat. Padahal beliau dan keluarganya belum pernah kenyang walau hanya dengan makan roti sya’ir (roti yang terbuat dari sya’ir yang kualitasnya tidak baik). Namun demikian, beliau tidak pernah mengisyaratkan kepada kita supaya menangguhkan yang lebih baik bagi kita.” Wallaahu a’lam. [MNews/Juan]

Referensi: Kitab asy-Syamailul Muhammadiyyah, karya Imam At-Tirmidzi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *