Tafsir Alquran

Khilafah Islamiah sebagai Solusi Problematik Umat (Tafsir QS Al-Anbiya’: 107)

Jika bangsa ini ingin segera keluar dari permasalahan, tidak ada jalan lain kecuali menerapkan Islam kafah dalam bingkai Khilafah. Khilafah Islamiah terbukti memberi solusi atas problematik umat dan menyejahterakan mereka selama berabad-abad. Masihkah layak meragukannya?

Penulis: Rohmah Rodhiyah

MuslimahNews.com, TAFSIR AL-QUR’AN

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ

“Dan tiadalah Kami mengutus kamu (Muhammad), melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.” (QS Al-Anbiya’: 107)

Akhir-akhir ini, Indonesia dihajar dengan masalah demi masalah. Keadaan ekonomi Indonesia sudah masuk pada resesi perekonomian. Keadaan ekonomi sekarang diperkirakan menyebabkan peningkatan angka pengangguran Indonesia. Permasalahan di dunia pendidikan pun menyesakkan dada. Selain masalah kesehatan, ekonomi, dan masalah pendidikan, masih banyak PR permasalahan bangsa ini yang harus segera diselesaikan.

Telah terbukti solusi yang selama ini diterapkan, yaitu solusi dari kapitalisme, liberalisme, dan sosialisme, telah gagal dan tidak mampu menyelesaikan masalah, bahkan menimbulkan masalah lain.

Kita harus segera mengoreksi bahwa sistem yang selama ini diterapkan telah gagal. Bersegeralah menerapkan solusi yang diberikan Allah, karena Allah menjamin penerapan aturan Allah saja yang mampu menyelesaikan masalah secara tuntas, yaitu penerapan hukum-hukum Islam secara kafah akan menuntaskan masalah, menghindarkan dari musibah, siksa, dan krisis. Allah menjamin penerapan aturan Allah akan membawa berkah, rahmat, nikmat, membahagiakan, dan menyejahterakan di dunia dan akhirat.

Rasulullah saw. diutus untuk mendakwahkan Islam kafah ke seluruh umat manusia. Rasulullah mengajak umat manusia untuk masuk Islam dan menerapkannya. Penerapan Islam kafah sebagai solusi bagi seluruh permasalahan akan mendatangkan rahmat/kebahagiaan di dunia dan akhirat, serta menghindarkan dari siksa di dunia dan akhirat.

Baca juga:  [Resensi Buku] Negara Khilafah Islam, Munculnya Kekuatan Global Baru: “The New Sickman of The World” yang Akan Segera Gulung Tikar

Sebagaimana disampaikan Ibn Abbas ketika menafsirkan QS Al-Anbiya’ ayat 107,

{ وَمَآ أَرْسَلْنَاكَ } يا محمد { إِلاَّ رَحْمَةً } من العذاب { لِّلْعَالَمِينَ } من الجن والإنس من آمن بك ويقال نعمة

“Dan tiadalah Kami mengutus kamu (Muhammad), melainkan untuk (menjadi) rahmat (terhindar dari azab) bagi semesta alam (baik jin maupun manusia yang beriman kepadamu), dan (rahmat) juga dikatakan sebagai nikmat.” (Ibn Abbas, Tanwir Miqbas II, 345).

Sedangkan Imam Ali Ash-Shabuni dalam Mukhtashar Ibn Katsir, menyimpulkan penafsiran Imam Ibn Katsir QS Al-Anbiya’ ayat 107, bahwa Allah benar-benar mengabarkan tentang kepastian-Nya dan ketetapan-Nya bagi hamba-hamba-Nya yang memeluk Islam dan menerapkan syariat Islam secara kafah akan mendapatkan kebahagiaan di dunia dan akhirat. Sebaliknya bagi yang menolak syariat Islam akan menderita kerugian dunia dan akhirat.

Tafsir QS Al-Anbiya’ ayat 107

وَمَآ أَرْسَلْنَاكَ إِلاَّ رَحْمَةً لِّلْعَالَمِينَ} يُخْبِرُ تَعَالَى أَنَّ اللَّهَ جَعَلَ مُحَمَّدًا صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ أَيْ أَرْسَلَهُ رَحْمَةً لَهُمْ كُلِّهِمْ، فَمَنْ قَبِلَ هَذِهِ الرَّحْمَةَ وَشَكَرَ هَذِهِ النِّعْمَةَ سَعِدَ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ، وَمَنْ رَدَّهَا وجحدها خسر الدينا وَالْآخِرَةِ

“Dan tiadalah Kami mengutus kamu (Muhammad), melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.”

Bahwa Allah mengabarkan sesungguhnya Allah telah menjadikan Muhammad saw. sebagai rahmat bagi semesta alam. Artinya, Rasulullah diutus (membawa Islam) sebagai rahmat bagi mereka semua, maka barang siapa menerima rahmat dan mensyukuri nikmat ini, dia akan mendapatkan kebahagiaan di dunia dan akhirat. Barang siapa menolaknya dan mendustakannya, akan menderita kerugian di dunia dan akhirat (Imam Ali Ash Shabuni, Mukhtashar Ibn Katsir II, 525).

Baca juga:  [Resensi Buku] Negara Khilafah Islam, Munculnya Kekuatan Global Baru: “The New Sickman of The World” yang Akan Segera Gulung Tikar

Adapun Imam Al-Qurtubi menafsirkan QS Al-Anbiya’ ayat 107,

(وَما أَرْسَلْناكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعالَمِينَ) قَالَ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ: كَانَ مُحَمَّدٌ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَحْمَةً لِجَمِيعِ النَّاسِ فَمَنْ آمَنَ بِهِ وَصَدَّقَ بِهِ سَعِدَ، وَمَنْ لَمْ يُؤْمِنْ بِهِ سَلِمَ مِمَّا لَحِقَ الْأُمَمَ مِنَ الْخَسْفِ وَالْغَرَقِ.

Dan tiadalah Kami mengutus kamu(Muhammad), melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.” Sa’id Ibn Jubair berkata, dari Ibn Abbas berkata, “Nabi Muhammad saw. sebagai rahmat bagi seluruh umat manusia, maka barang siapa beriman dan membenarkannya, dia akan memperoleh kebahagiaan, dan barang siapa tidak beriman kepadanya, dia akan menerima sebagaimana yang ditemui oleh umat (yang menolaknya), yaitu menemui kehinaan dan tenggelam (kemunduran).” (Imam Al Qurtubi, Tafsir Al-Qurtubi, Tafsir QS Al-Anbiya’ ayat 107).

Syekh Taqiyuddin menjelaskan QS Al-Anbiya’ dikaitkan dengan QS Al-Israa’ ayat 82,

جاءت الشريعة الإسلامية رحمة للعالمين، قال تعالى في بعثة الرسول صلى الله عليه وسلم: (وما أرسلناك إلاّ رحمة للعالمين)، وقال في شأن القرآن الكريم: (وننزِّل من القرآن ما هو شفاء ورحمة للمؤمنين)، فكون الرسول رحمة، وكون القرآن شفاءً ورحمة كل ذلك يدل على أن الشريعة جاءت رحمة للعباد

Baca juga:  [Resensi Buku] Negara Khilafah Islam, Munculnya Kekuatan Global Baru: “The New Sickman of The World” yang Akan Segera Gulung Tikar

“Syariat Islam itu datang sebagai rahmat untuk seluruh alam semesta. Allah Swt. berfirman tentang diutusnya Rasul saw., ‘Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.”” (QS Al Anbiyaa'(21):107)

Dia berfirman tentang Al-Qur’an Al-Karim, Dan Kami turunkan dari Al-Qur’an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman…” (QS Al-Israa [17]: 72).

Oleh karena itu, keberadaan Rasul adalah sebagai rahmat, sedangkan keberadaan Al-Qur’an adalah sebagai obat (solusi dan rahmat). Itu semua menunjukkan bahwa syariat itu datang sebagai rahmat bagi hamba. (Taqiyuddin an-Nabhani, Syakhshiyah Islamiyah Juz III, Beirut, Lebanon, Darul Ummah, 2005, hlm. 365).

Dengan demikian, jika bangsa ini ingin segera keluar dari permasalahan, tidak ada jalan lain kecuali menerapkan Islam kafah dalam bingkai Khilafah. Khilafah Islamiah terbukti memberi solusi atas problematik umat dan menyejahterakan mereka selama berabad-abad. Masihkah layak meragukannya?

Mari kita renungkan firman, “Apakah hukum jahiliah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin.” (QS Al-Maidah ayat 50). Waallahu a’lam. [MNews/Rgl]

Sumber: https://suaramubalighah.com/2020/11/09/tafsir-qs-al-anbiya-107-khilafah-islamiyah-sebagai-solusi-problematika-umat/

One thought on “Khilafah Islamiah sebagai Solusi Problematik Umat (Tafsir QS Al-Anbiya’: 107)

  • Hukum allah yg terbaik

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *