Tarikh

[Tarikh Khulafa] Hadis Nabi ﷺ Menjadi Landasan Keputusan Khalifah Saat Menghadapi Wabah

… Mendengar hadis tersebut, Umar bin Khaththab ra. mengucapkan syukur kepada Allah dan hatinya tenang dalam mengambil keputusan untuk kembali ke Madinah, tidak masuk ke wilayah Syam yang sedang dilanda wabah.

Penulis: Nabila Ummu Anas

MuslimahNews.com, TARIKH KHULAFA – Pada masa kekhalifahan Umar bin Khaththab ra. pada 17 H, wilayah Syam dilanda wabah Tha’un Amwas. Banyak rakyat yang meninggal setelah terpapar wabah ini. Para ahli sejarah memperkirakan jumlah yang meninggal mencapai 25.000 orang. Di antara yang menjadi korban adalah para pemuka sahabat dan panglima perang.

Abu Ubaidah bin Jarrah, Mu’adz bin Jabal, Yazid bin Abi Sufyan, Harits bin Hisyam, Suhail bin Amr, Utbah bin Suhail, dan Amir bin Ghailan ats Tsaqafi adalah di antara yang menjadi korban meninggal pada masa wabah tersebut.

Dari jalur Abdullah bin Harits bin Naufal, dari Abdullah bin Abbas yang menuturkan bahwa suatu ketika Khalifah Umar bin Khaththab ra. keluar dari Madinah menuju Syam untuk yang kedua kalinya. Sesampainya di daerah Sargh, Khalifah disambut para panglima perangnya, seperti Abu Ubaidah bin Jarrah, Khalid bin Walid, dan beberapa sahabat yang lain. Mereka mengabarkan kepada Khalifah Umar bin Khaththab ra. bahwa wabah telah menyerang wilayah Syam.

Bermusyawarah dengan Muhajirin dan Anshar

Ibnu Abbas menyebutkan, Umar bin Khaththab ra. saat itu berkata, “Panggil semua Muhajirin Awwalin ke sini!” Ibnu Abbas pun memanggil mereka. Umar mengajak mereka bermusyawarah dan memberitahu bahwa wabah telah melanda wilayah Syam.

Mereka berbeda pendapat. Sebagian dari mereka mengatakan, “Engkau telah keluar untuk satu urusan, maka kami tidak berpendapat engkau harus kembali dari urusan itu.” Namun sebagian lain berpendapat, “Engkau keluar bersama sebagian umat dan para sahabat Rasulullah ﷺ. Pendapat kami, engkau jangan membawa mereka ke daerah wabah itu.” Khalifah Umar bin Khaththab ra. berkata, “Kalian boleh pergi.”

Khalifah Umar bin Khaththab ra. kemudian meminta, “Panggil kaum Anshar kemari!” Ibnu Abbas bersegera memanggil kaum Anshar. Sama seperti sebelumnya, Amirulmukminin meminta pendapat mereka. Ternyata pendapat kaum Anshar sama seperti yang disampaikan kaum Muhajirin. Kemudian Umar mengatakan, “Kalian boleh pergi.”

Amirulmukminin lalu berkata kepada Ibnu Abbas, ”Panggillah orang yang ada di sini, dari generasi tua Quraisy yang ikut dalam hijrah sebelum Fathul Makkah.” Ibnu abbas memanggil mereka. Generasi tua Quraisy ini tidak berbeda pendapat. Mereka semua mengatakan, “Kami berpendapat engkau sebaiknya kembali bersama orang-orang yang ada bersamamu ini dan tidak membawa mereka ke wilayah wabah itu.”

Khalifah Umar bin Khaththab ra. kemudian memanggil orang-orang yang ada bersamanya kala itu dan mengatakan, ”Aku memutuskan untuk kembali ke Madinah.” Orang-orang yang ikut bersama Khalifah kemudian bersiap-siap untuk kembali ke Madinah.

Abu Ubaidah bin Jarrah berkata, “Apakah kalian lari dari takdir Allah?” Umar menjawab, “Seandainya yang mengatakan itu bukan engkau wahai Abu Ubaidah.” Kemudian Khalifah melanjutkan, “Benar, kami lari dari takdir Allah menuju takdir Allah yang lain. Apakah engkau tidak tahu, seandainya engkau memiliki unta, kemudian engkau bawa ke sebuah lembah yang mempunyai dua tepi, salah satunya basah dan yang lainnya kering, lantas jika engkau menggembalakannya di tanah yang basah, berarti engkau menggembalakannya dengan takdir Allah? Dan jika engkau menggembalakannya di tempat yang kering, bukankah hal itu berarti engkau juga menggembalakannya dengan takdir Allah?”

Sampainya Hadis Nabi ﷺ tentang Wabah

Setelah itu menurut Ibnu Abbas, datanglah Abdurrahman bin Auf. Dia sebelumnya tidak ada di tempat tersebut. Abdurrahman bin Auf datang untuk menyelesaikan keperluannya.

Abdurrahman bin Auf lalu mengatakan, “Aku punya informasi tentang hal ini. Aku mendengar Rasulullah ﷺ pernah bersabda, ‘Jika kalian mendengar bahwa Tha’un terdapat di suatu wilayah, maka janganlah kalian mendatanginya dan jika ia terjadi di sebuah wilayah dan kalian berada di wilayah itu, maka janganlah keluar untuk kabur darinya.’ Mendengar hadis tersebut Umar bin Khaththab ra. mengucapkan syukur kepada Allah dan hatinya tenang dalam mengambil keputusan untuk kembali ke Madinah.”

Sikap Khalifah Umar bin Khaththab ra. Ini merupakan hal yang patut dicontoh. Ketika negaranya menghadapi permasalahan yang besar dan membutuhkan keputusan pemimpin, Umar bin Khaththab ra. meminta pandangan kalangan yang mulia kedudukannya di mata Islam yaitu Muhajirin dan Anshar, juga pemuka Quraisy. Khalifah tidak memutuskan berdasarkan pandangan pribadinya.

Tatkala sampai padanya hadis Nabi ﷺ terkait permasalahan tersebut, Khalifah Umar bin Khaththab ra. bersikap sami’na wa atha’na (kami dengar dan kami taat). [MNews/Rgl]

Sumber: Tarikh Khulafa. Prof. Dr. Ibrahim al-Quraibi. Qisthi Press

One thought on “[Tarikh Khulafa] Hadis Nabi ﷺ Menjadi Landasan Keputusan Khalifah Saat Menghadapi Wabah

  • Upaya perlindungan thd umat bkn krn beban tp krn tanggungjawabx dihadapan Allah kelak

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *