Doa Ibu Mengetuk Pintu Langit

Penulis: Najmah Saiidah

MuslimahNews.com, KELUARGA Tetiba ponsel berbunyi. Ada sebuah pesan berisi doa dan nasihat dari seorang sahabat yang selalu saya ingat sampai saat ini. Ia menginspirasi saya untuk membuat sebuah tulisan agar selalu bisa mengingatnya dan berbagi.

Dulu ibuku mendoakanku ketika menyuruhku salat, dia mengatakan:

Kerjakanlah salat, semoga Tuhanku memuliakanmu.

Kerjakanlah salat, semoga Tuhanku tidak mengharamkan untukmu manisnya salat.

Laksanakan salat, semoga Tuhan kian memberi taufik kepada kita.

Maka, aku pun mencintai salat dan aku memperhatikannya agar aku bisa mendengarkan ibu mendoakanku sejak aku masih kecil.

Aku melihat ibuku salat dan setiap selesai salat berdoa kepada Allah dengan suara yang dapat kudengar:

"Ya Allah, jadikanlah anakku bagian dari ahli salat, yang menikmatinya. Ya Allah, jadikanlah salat sebagai cahaya mata anakku."

Maka kemudian aku beranjak besar dan ibuku masih terus mendoakanku dan aku menemukan diriku mencintai salat dan aku menjadikan detik-detik hidupku adalah aku berdiri di hadapan Tuhanku. 

Kata "Ayo salat" saja tidak cukup, tetapi jelaskan alasannya dan katakan pada anak-anakmu, "Salatlah agar Allah rida kepadamu. Khusyuklah agar Allah menerimanya. Berwudulah dengan baik agar semua dosamu berjatuhan. Sehingga salat menjadi bagian yang murni/sejati dalam diriku di mana aku tidak mungkin hidup tanpanya. Hal yang positif dan baik dalam segala sesuatu. 

Yaa Rabbi, jadikan aku hamba yang mendirikan salat, demikian juga keturunanku. Rabbana, kabulkanlah doaku. 

Seketika mulut ini berucap lirih, aamiin yaa mujiibas saailiin. Terima kasih, sahabatku.

Masyaallah, terbayang dalam benak, senyum ibu dan bapak yang telah lama menghadap Allah. Semoga Allah merahmati keduanya. Terbayang pula raut wajah dua anak kembarku yang sudah beranjak dewasa yang tengah menuntut ilmu, seraya refleks mengulang, melafazkan kembali pesan ini, dan sekali lagi mengamini.

Banyak pelajaran yang kita dapatkan dari pesan ini, di antaranya adalah mengajarkan anak kita salat atau aktivitas kebaikan lainnya yang diperintahkan oleh Islam, seperti puasa, zakat, dakwah, adab, dan sebagainya. Selalu diiringi doa dan nasihat agar anak-anak kita tergerak dan konsisten menjalankannya. 

Di samping itu, pesan ini juga menasihati kita sebagai ibu agar mulut dan lisan kita tidak lepas dari doa untuk anak-anak kita. Karena Islam memang telah memberi perhatian yang luar biasa tentang kedudukan doa.

Setiap ibu, siapa pun dia, lisannya selalu penuh dengan doa-doa untuk anak-anaknya, di kala suka maupun duka. Anak-anak baginya adalah nyawanya, jantungnya, buah hatinya, terlebih ketika mereka tidak ada di sisinya.

Seorang ibu akan mencurahkan dan mengorbankan apa pun untuk anak-anaknya, sekalipun nyawanya. Walau memang tidak dapat kita mungkiri bahwa masih saja ada anak yang “menyakiti” ibunya, tetapi demikian mulianya seorang ibu seolah tidak pernah ada dendam dalam hati dan pikirannya terhadap anak yang telah menyakitinya.

Ia akan tetap mendoakan anaknya agar anaknya berubah sikapnya, tidak ada terselip doa yang buruk untuk anaknya. Karena para ibu paham dan percaya bahwa apa pun yang terucap dari mulutnya, bahkan apa pun yang tersirat dalam benak serta tebersit dalam hati tentang anaknya, merupakan harapan dan doa untuk anak-anaknya.

Kedudukan Doa dalam Islam

Doa adalah permohonan seorang hamba kepada Rabb-nya. Doa merupakan aktivitas ibadah yang paling agung. Nabi saw. bersabda,

العِبَادَةِ مُخُ الدُّعَاءُ

Doa itu adalah otak/inti ibadah.” (HR Tirmidzi dari Anas ra).

Tidak ada sesuatu pun yang lebih mulia di sisi Allah, selain daripada doa.” (HR Ibnu Majah dari Abu Hurairah)

Allah Swt. telah memerintahkan kita agar berdoa kepada-Nya, sekaligus menjelaskan bahwa hanya Dialah yang dapat mengabulkan doa, bukan yang lain. 

Banyak pula hadis yang menganjurkan kaum muslimin untuk berdoa, baik di saat sempit maupun lapang, di dalam hati maupun terang-terangan, sehingga ia mendapatkan pahala dari Allah Swt..

Berdoa lebih baik daripada diam atau berpasrah diri, karena doa merupakan manifestasi dari kepatuhan dan ketundukan kepada Allah Swt..

Allah berfirman dalam QS Ghafir [40]: 60, “Dan Tuhanmu berfirman, ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu. Sesungguhnya, orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka jahanam dalam keadaan hina dina.’.” 

Selanjutnya dalam QS Baqarah [2]: 186, “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku Kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Hendaklah mereka itu memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku, agar mereka memperoleh kebenaran.”

Hadis-hadis Rasulullah saw., “Mintalah kepada Allah akan kemurahan-Nya, karena sesungguhnya Allah senang apabila dimintai (sesuatu).” (HR Tirmidzi dari Ibnu Mas’ud). 

Hadis lainnya, “Tidak ada seorang muslim pun di muka bumi ini yang berdoa kepada Allah, kecuali akan dikabulkan doanya atau dijauhkan suatu musibah atau keburukan yang serupa.” (HR Tirmidzi dan Hakim).

Kekuatan Doa Seorang Ibu

Tentu kita masih ingat kisah kisah Juraij, seorang rahib yang tinggal di tempat ibadah di pegunungan. Kisahnya diabadikan oleh Al-Bukhari dalam kitab Al-Adabul Mufrad.

(Suatu ketika) datanglah ibu Juraij dan memanggilnya ketika ia sedang melaksanakan salat, ”Wahai Juraij.” Juraij lalu bertanya dalam hatinya, ”Apakah aku harus memenuhi panggilan ibuku atau meneruskan salatku?” Rupanya dia mengutamakan salatnya. Ibunya lalu memanggil untuk yang kedua kalinya. Juraij kembali bertanya di dalam hati, ”Ibuku atau salatku?” Rupanya dia mengutamakan salatnya. Ibunya memanggil untuk kali ketiga. Juraij bertanya lagi dalam hatinya, ”lbuku atau salatku?” Rupanya dia tetap mengutamakan salatnya. Ketika sudah tidak menjawab panggilan, ibunya berkata, “Semoga Allah tidak mewafatkanmu, wahai Juraij, sampai wajahmu dipertontonkan di depan para pelacur?” Lalu ibunya pun pergi meninggalkannya. 

Doa ibunda Juraij ini dengan izin Allah terjadi beberapa tahun kemudian.

Beberapa hadis Rasulullah saw. menjelaskan kepada kita bahwa di antara doa yang mustajab adalah doa yang diucapkan oleh orang tua untuk anaknya, baik doa kebaikan maupun keburukan.

Dari Anas bin Malik ra. Rasulullah saw. bersabda,

ثَلاَثُ دَعَوَاتٍ لاَ تُرَدُّ دَعْوَةُ الْوَالِدِ ، وَدَعْوَةُ الصَّائِمِ وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ

Tidak doa yang tidak tertolak yaitu doa orang tua, doa orang yang berpuasa dan doa seorang musafir.” (HR Al Baihaqi dalam Sunan Al Kubro)

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi saw. bersabda,

ثَلاَثُ دَعَوَاتٍ مُسْتَجَابَاتٌ لاَ شَكَّ فِيهِنَّ دَعْوَةُ الْوَالِدِ وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ

Tiga doa yang mustajab yang tidak diragukan lagi yaitu doa orang tua, doa orang yang bepergian (safar) dan doa orang yang dizalimi.” (HR. Abu Daud no. 1536)

Juga dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah saw. bersabda,

ثَلاَثُ دَعَوَاتٍ يُسْتَجَابُ لَهُنَّ لاَ شَكَّ فِيهِنَّ دَعْوَةُ الْمَظْلُومِ وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ وَدَعْوَةُ الْوَالِدِ لِوَلَدِهِ

Tiga doa yang mustajab yang tidak diragukan lagi yaitu doa orang yang dizalimi, doa orang yang bepergian (safar), dan doa baik orang tua pada anaknya.” (HR Ibnu Majah no. 3862)

Mustajabnya Doa Orang Tua

Beberapa ulama menyampaikan pendapatnya tentang hadis-hadis yang menunjukkan doa orang tua kepada anaknya itu mustajab, baik doa ayah maupun ibu. Namun, doa ibu lebih mustajab lagi.

Al Munawi rahimahullah menjelaskan, “Doa orang tua kepada anaknya diijabah karena rasa sayang orang tua yang tulus kepada anaknya, dan orang tua banyak mendahulukan anaknya daripada dirinya sendiri, sehingga kita berdoa disertai rasa sayang yang tulus, mengakibatkan dikabulkan doanya. Dalam hadis ini tidak disebutkan lafaz “al-walidah” (ibu), padahal ibu lebih ditekankan lagi haknya dan lebih besar kemungkinan dikabulkan doanya daripada ayah. Ini karena keutamaan ibu sudah maklum (diketahui semua orang).” (Faidhul Qadir, 3/301).

Ini adalah pelajaran yang sudah seharusnya diketahui setiap orang tua, terlebih kita sebagai ibu. Kekuatan doa seorang ibu untuk anak-anaknya akan mampu mengetuk langit, sebagaimana yang disampaikan Rasulullah saw. dalam hadis-hadisnya, termasuk ke dalam doa yang mudah diijabah oleh Allah.

Sudah seharusnya lisan kita selalu dihiasi dengan doa-doa yang baik untuk anak-anak kita. Sesungguhnya, doa apa pun yang kita panjatkan dengan penuh keyakinan, dengan izin Allah akan dikabulkan. Akan tetapi, sudah selayaknya para orang tua, terlebih para ibu, untuk mencontoh doa yang dipanjatkan oleh para nabi yang selalu mendoakan kebaikan untuk anak keturunannya.

Sebagaimana yang tercantum dalam Al-Qur’an, di antaranya doa Nabi Ibrahim as.,

رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلاَةِ وَمِن ذُرِّيَّتِي رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاء

Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat. Ya Tuhan Kami, perkenankanlah doaku.” (QS. Ibrahim: 40)

رَبِّ اجْعَلْ هَذَا الْبَلَدَ آمِنًا وَاجْنُبْنِي وَبَنِيَّ أَن نَّعْبُدَ الأَصْنَامَ

Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini (Makkah), negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku daripada menyembah berhala-berhala.” (QS. Ibrahim: 35)

وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

“Dan orang-orang yang berkata, ‘Ya Tuhan Kami, anugerahkanlah kepada kami, istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS Al-Furqan: 74)

Doa adalah Senjata

Demikian dahsyatnya doa, terlebih yang keluar dari lisan seorang ibu. Doa menjadi senjata bagi kita–para ibu–di kala kita dekat dengan anak-anak kita, apalagi ketika kita jauh dari mereka.

Anak-anak kita sesungguhnya adalah milik Allah, titipan Allah. Allahlah yang menggenggam hati anak-anak kita. Dia pula yang Mahakuasa untuk mengubah dan memperbaiki mereka, tentu saja dengan kita tetap berusaha. 

Hanya kepada Allahlah kita memohon dan meminta pertolongan. Semoga Allah menjadikan mereka sebagai anak-anak yang saleh, serta selalu menjaga dan melindungi anak-anak kita dan keluarga kita. Aamiin yaa mujiibas saailiin. [MNews/Juan]

Facebook Notice for EU! You need to login to view and post FB Comments!

7 komentar pada “Doa Ibu Mengetuk Pintu Langit

  • 8 Oktober 2021 pada 13:30
    Permalink

    MasyaAllah

    Tulisannya begitu menyentuh.
    Jazakumullah khoiron katsiron

    Balas
  • 7 Oktober 2021 pada 09:36
    Permalink

    bagaimana dengan orang tua yang selalu berkata jelek dan menghujat. padahal kan ucapan nya pun termasuk doa

    Balas
    • 7 Oktober 2021 pada 01:28
      Permalink

      Ya Alloh, hampir2 aku lupa bahwa aku seorang ibu yang harus senantiasa berdoa padaMu buat anak-anakku

      Balas
  • 6 Oktober 2021 pada 13:43
    Permalink

    Aamiin Allohumma aamiin

    Barokalloh Ustadzah

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *