[Tarikh Khulafa] Penaklukan Wilayah Kekuasaan Heraklius

Penulis: Nabila Ummu Anas

MuslimahNews.com, TARIKH KHULAFA Kemenangan kaum muslimin di Perang Yarmuk ibarat pintu masuk ke wilayah kekuasaan Romawi. Posisi Yarmuk seperti Qadisiyah di Persia. Perang Qadisiyah maupun Perang Yarmuk telah memompa semangat jihad kaum muslimin untuk meneruskan perluasan wilayah Negara Islam. Dua kemenangan terbesar ini terjadi pada era Kekhalifahan Umar bin Khaththab ra..

Di tengah berkecamuknya perang, datang surat dari Madinah Munawarah yang membawa berita duka wafatnya Khalifah Abu Bakar ash-Shiddiq ra.. Kabar ini merupakan duka terbesar bagi kaum muslimin setelah meninggalnya Rasulullah saw.. Surat balasan ke Madinah adalah kabar baik, yakni kemenangan pasukan kaum muslimin dalam Perang Yarmuk. Hal ini tentu saja meringankan kesedihan kaum muslimin karena wafatnya Abu Bakar ash-Shiddiq ra..

Penaklukan Yarmuk merupakan amal saleh yang tersimpan dalam timbangan kebaikan Abu Bakar ash-Shiddiq ra.. Dialah yang mempersiapkan pasukan itu, sekaligus mengirimkannya di bawah komando seorang panglima perang, Saifullah Khalid bin Walid.

Surat jawaban yang membawa berita kemenangan disampaikan kepada khalifah kedua, pengganti Abu Bakar ash-Shiddiq ra., Amirulmukminin Umar bin Khaththab ra.. Umar ra. merasa gembira dan berdoa semoga Abu Bakar ash-Shiddiq diridai Allah, sebab kemenangan demi kemenangan ini adalah buah perjuangan keras Khalifah sebelumnya, Abu Bakar ash-Shiddiq ra..

Baca juga:  [Tapak Tilas] Pembebasan Wilayah Syam yang Fenomenal

Penaklukan Kota Damaskus

Setelah mengalami kekalahan dalam Perang Yarmuk, sebagian bangsa Romawi berlindung ke Kota Fihl. Di sana mereka membentuk kekuatan pasukan berjumlah 80 ribu orang. Bahkan tidak hanya itu, bantuan besar dari Kaisar Romawi juga tengah menuju Damaskus.

Abu Ubaidah bin Jarrah sebagai pemimpin pasukan kaum muslimin mulai mempertimbangkan dari mana pasukannya harus memulai. Apakah menuju Damaskus dengan konsekuensi meninggalkan Fihl, padahal pasukan Romawi telah menghimpun kekuatan di sana. Tidak menutup kemungknan sewaktu-waktu mereka akan menyerang kaum muslimin dari belakang.

Atau dia harus menuju Fihl. Namun Abu Ubaidah mengkhawatirkan pula pasukan Romawi yang telah berkumpul di Damaskus dan kekuatan mereka menjadi besar. Abu Ubaidah bin Jarrah lantas menulis surat kepada Amirulmukminin, meminta keputusan ke kota mana dia harus memulai serangan.

Khalifah Umar bin Khaththab ra. menjawab surat Abu Ubaidah, “Kirimlah satu ekspedisi pasukan ke Fihl untuk menyibukkan pasukan yang tengah bermarkas di sana. Sedangkan engkau pergilah ke Damaskus, karena kota itu merupakan benteng wilayah Syam dan istana raja mereka.”

Abu Ubaidah lalu mengirimkan satu ekspedisi militer untuk mengepung kota Fihl. Dia juga mengirim divisi pasukan lain untuk bersiaga di daerah antara Himsh dan Damaskus, yang bertugas mencegah bantuan dari kota itu. Divisi ketiga ditempatkan antara Damaskus dan Palestina. Sedangkan Abu Ubaidah beserta Khalid bin Walid dan yang lain menuju Damaskus setelah terlebih dahulu menunjuk Amr bin Ash sebagai wakilnya di Palestina dan Yordania.

Baca juga:  [Sirah Nabawiyah] Perang Tabuk, Membuka Front Peperangan dengan Romawi

Khalid bin Walid memimpin pasukan inti yang berada di tengah. Yang memimpin pasukan kavaleri berkuda adalah Iyadh bin Ghanim. Prajurit yang berjalan kaki dipimpin Syurahbil bin Hasanah. Mereka semua maju menuju Kota Damaskus yang kala itu dipimpin Nasthas bin Nasthush.

Khalid bin Walid langsung menggelar serangan ke pintu kota sebelah timur, Abu Ubaidah ke pintu utama, Yazid bin Abu Sufyan ke pintu utama yang lebih kecil, sedangkan Amr bin Ash dan Syurahbil bin Hasanah ke beberapa pintu kota lain. Mereka memasang meriam pelontar batu serta mengepung kota itu dengan ketat.

Abu Ubaidah memiliki strategi menutup semua pintu menuju kota Damaskus, sehingga musuh yang posisinya di luar kota tak mungkin mengirim bantuan ke dalam. Blokade jalur luar kota ini berlangsung sekitar 70 malam.

Penduduk Damaskus mengirimkan surat kepada kaisar mereka, Heraklius, untuk meminta bantuan. Namun bantuan itu tak mungkin sampai sebab Abu Ubaidah telah menyebarkan pasukannya di berbagai penjuru.

Pasukan kaum muslimin yang dipimpin Khalid bin Walid akhirnya berhasil merangsek ke arah pintu dan membunuh musuh yang ada di sana, sampai pintu itu berhasil dibuka. Sambil bertakbir mereka memasuki kota. Suara takbir kaum muslimin mengagetkan musuh dan mereka tidak bisa berbuat apa-apa.

Baca juga:  [Tarikh Khulafa] Penaklukan Wilayah Syam

Penduduk Damaskus segera mengajukan permohonan damai kepada Abu ubaidah. Akhirnya pasukan kaum muslimin masuk dari pintu-pintu lain dengan damai. [MNews/Rgl]

Sumber: Tarikh Khulafa, Prof. Dr. Ibrahim al-Quraibi, Qisthi Press

Facebook Notice for EU! You need to login to view and post FB Comments!

One thought on “[Tarikh Khulafa] Penaklukan Wilayah Kekuasaan Heraklius

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *