Nafsiyah

[Nafsiyah] Memilih Setia

Penulis: Yuana Ryan Tresna

MuslimahNews.com, NAFSIYAH — Dakwah itu menjadikan Islam sebagai mafahim (pemahaman-pemahaman), maqayis (standar-standar), dan qanaah (keyakinan atau kepuasan)—disingkat MMQ—yang dominan di tengah umat. Akibatnya, akan ada senjang antara MMQ umat dengan yang diterapkan di masyarakat.

Umat diikat dengan MMQ Islam, dipimpin, dan digerakkan untuk menyelesaikan kesenjangan tersebut dengan mewujudkan institusi penegak MMQ yang baru. Konsekuensinya adalah memutus kepercayaan masyarakat terhadap penegak MMQ yang bukan didasarkan pada Islam.

Perlu ketahanan memegang prinsip dakwah ini. Imam Abu Dawud meriwayatkan hadis, meski banyak menilai daif, namun matannya patut jadi renungan,

فَعَلَيْكَ يَعْنِي بِنَفْسِكَ وَدَعْ عَنْكَ الْعَوَامَّ فَإِنَّ مِنْ وَرَائِكُمْ أَيَّامَ الصَّبْرِ الصَّبْرُ فِيهِ مِثْلُ قَبْضٍ عَلَى الْجَمْرِ

“Maka hendaklah engkau jaga dirimu sendiri, dan jauhilah orang-orang bodoh. Sebab di belakang kalian ada hari-hari (yang kalian wajib) bersabar, sabar pada saat itu seperti seseorang yang memegang bara api.”

Sabar memegang teguh fikrah dan thariqah di zaman yang penuh muslihat seperti sekarang ibarat memegang bara api. Panas dan sulit sekali.

Pengemban dakwah sulit melakukan perubahan masyarakat menuju tatanan di mana MMQ Islam tegak, jika tidak terdapat tiga syarat utama:
(1) Kelompok yang solid dengan tujuan yang jelas dan fikrah dan thariqah yang diadopsinya;
(2) Terdiri dari orang-orang yang ikhlas dan mempunyai kelayakan;
(3) Ikatan yang kukuh dengan ketaatan kepada pemimpinnya.

Baca juga:  [Syarah Hadis] Sabar dan Syukur di Tengah Pandemi Covid-19

Maka dari itu, saya memilih setia. Setia pada mabda Islam. Insyaallah. [MNews/Nisya]

Sumber: https://t.me/yuanaryantresna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *