[News] Bincang Hangat: Melawan Sistem Ekonomi Kapitalisme Harus dengan Sistem Juga

MuslimahNews.com, NASIONAL—Pakar Ekonomi Islam Ustaz Dwi Condro Triono, Ph.D. menyatakan, sistem ekonomi kapitalisme sudah mengangkangi dan benar-benar mengendalikan hidup kita saat ini. “Untuk itu solusinya harus dilawan dengan sistem juga yaitu sistem ekonomi Islam, bukan ekonomi Islam parsial. Hanya saja sistem ekonomi Islam tidak tegak kalau sistem politiknya tidak Islam,” ungkapnya dalam acara virtual Bincang Hangat Bersama Ummi Irene Handono, Kamis (23/9/2021).

Dalam acara yang dihadiri sekitar 400 tokoh muslimah se-Indonesia ini, Ustaz Dwi Condro menggambarkan bagaimana sebenarnya sistem ekonomi kapitalisme dan cara kerjanya, yang dalam kondisi sehat akan menghegemoni dan dalam kondisi sakit akan menyebabkan resesi.

Sehingga, menurutnya, sistem ekonomi kapitalisme tersebut harus diganti dengan sistem yang baik dan membawa keadilan karena berasal dari Allah. Ia menekankan jangan sampai upaya melawan sistem ekonomi kapitalis itu dengan dua kanal, yaitu men-syariahkan jantung ekonomi kapitalisme (bank dan pasar modal), dan membentuk komunitas-komunitas ekonomi kecil di tengah masyarakat yang justru akan memperkuat kapitalisme.

“Jangan berfikir sependek itu. Kita harus punya wawasan yang besar, wawasan yang tinggi. Mari kita lawan sistem ekonomi kapitalis dengan sistem ekonomi Islam, yang kafah. Bukan ekonomi Islam parsial yang akan men-syariahkan sistem ekonomi kapitalisme,” paparnya.

Baca juga:  [News] Naik Turunnya Kelas Ekonomi Indonesia, Indikator Semu Kesejahteraan Rakyat

Maka, ia mengemukakan, yang harus dilakukan adalah mengamputasi jantungnya itu dan menggantinya dengan jantung sistem ekonomi Islam, yaitu baitulmal yang akan mengelola pemasukan dan pengeluaran anggaran sesuai aturan Islam.

Bahkan, ia menjelaskan, jika sistem ekonomi Islam itu diterapkan dengan dibarengi sistem pemerintahan, sistem sosial, dan sistem lainnya secara lengkap dalam Islam, maka masyarakat akan sulit miskin. “Akan terpaksa kaya dan menolak sebagai penerima zakat, apakah tidak mau?” tanyanya kepada para peserta.

Untuk itu, ia menegaskan, dibutuhkan kesiapan umat untuk memahami dan menerima ekonomi Islam sistemis tersebut.  “Jangan hanya mengatakan ganti sistem, tetapi tidak ada yang disiapkan sejak awal. Sistemnya itu siap. Kalau ditanya ganti sistem, mau pakai apa? Nanti jangan-jangan malah diganti pakai sosialisme. Itu namanya keluar dari mulut buaya masuk ke mulut singa. Karena kita enggak ngerti sistem yang baik itu kayak apa, yang sesuai Islam itu kayak apa. Itu nomor satu yang harus dikuasai lebih dulu,” cetusnya.

Jadi, lanjutnya, kerja yang berat itu adalah menyiapkan umat. Ia menekankan, berapa banyak ustaz atau ustazah yang berani menyampaikan Islam mabdai, Islam ideologis, Islam kafah. “Makin banyak, makin cepat. Tetapi kalau tidak ada yang menyuarakan, ya sudah, tenggelam. Kita hanya menjadi subordinat, menjadi pelengkap penderita. Kita tidak pernah menjadi umat yang mulia, umat yang memimpin dan mengatur,” tandasnya.

Baca juga:  Jantung Ekonomi Syariah Baitulmal, Bukan Perbankan dan Pasar Modal

Selanjutnya di akhir acara, Ummi Irene Handono menyatakan tampak jika banyak di antara kita yang baru tahu tentang sistem ekonomi Islam.

Ia pun mengingatkan,”Apakah kita masih ingin bertahan atau kita akan memperjuangkan pemikiran Islam ini. Ibarat jalan sudah sampai di persimpangan, kita harus memutuskan mengikuti sistem kapitalis atau meninggalkan sistem itu dan mengikuti sistem Islam. Mau tidak mau, cepat atau lambat, ini harus diputuskan. Tentu memutuskan dengan penuh pertimbangan, bukan untuk kepentingan sesaat. Masing-masing kita akan diminta pertanggungjawaban oleh Allah,” tutupnya. [MNews/Ruh]

Facebook Notice for EU! You need to login to view and post FB Comments!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *