Tangis Rasulullah ﷺ

MuslimahNews.com, PRIBADI RASULULLAH — Syikhkhir mengungkapkan, “Aku menemui Rasulullah tatkala beliau sedang salat. Di rongga mulutnya ada yang berbunyi seperti bunyi air di kuali yang sedang mendidih, disebabkan tangisnya.”

Abdullah bin Mas’ud ra. bercerita, Rasulullah ﷺ bersabda kepadaku, “Bacakanlah Al-Qur’an untukku!” “Wahai Rasulullah, mana mungkin aku membacakannya kepada Anda, bukankah ia diturunkan kepada Anda?”

Beliau bersabda, “Sungguh aku ingin mendengarkannya dari selainku!” Maka, kubacakan surah An-Nisa sampai ayat, “Wa ji’naa bika ‘alaa ha-ulaa-i syahiidaa (Dan Kami mendatangkan kamu sebagai saksi atas mereka).” (QS An-Nisa: 41).

Abdullah bin Mas’ud ra. berkata, “Maka, kulihat kedua mata Rasulullah ﷺ bercucuran air mata.”

Abdullah bin Amr ra. bercerita, pada masa Rasulullah ﷺ (hidup), pernah terjadi gerhana matahari. Kemudian Rasulullah ﷺ mengerjakan salat. Seolah-olah beliau tidak akan rukuk (karena lamanya berdiri), kemudian baru rukuk. Seolah-olah beliau tidak akan mengangkat kepala, kemudian baru mengangkat kepala. Seakan-akan beliau tidak akan sujud, baru kemudian sujud. Seakan-akan beliau tidak akan mengangkat kepalanya (dari sujud), baru kemudian beliau mengangkat kepalanya.

Beliau mengembuskan napasnya dan menangis, seraya bersabda, “Ya Rabbi, bukankah Engkau menjanjikan kepadaku bahwa Engkau tidak akan menyiksa mereka selagi aku berada di tengah-tengah mereka? Bukankah Engkau menjanjikan kepadaku bahwa Engkau tidak akan menyiksa mereka selagi mereka meminta ampunan kepada-Mu!”

Baca juga:  [Pribadi Rasulullah] Bentuk Khatamun Nubuwwah

Manakala beliau selesai melakukan salat dua rakaat, matahari terang kembali. Maka, Nabi ﷺ berdiri, lalu mengucapkan puji kepada Allah Swt., kemudian beliau ﷺ bersabda, “Sesungguhnya matahari dan bulan itu merupakan dua tanda dari beberapa tanda kebesaran Allah Swt.. Keduanya tidak gerhana karena kematian seseorang dan tidak pula karena lahirnya seseorang. Bila terjadi gerhana, segeralah kalian berzikir mengingat Allah.”

Ibnu Abbas ra. bercerita, Rasulullah ﷺ memangku anak perempuan yang sakit keras, kemudian dipeluknya dan diletakkannya di hadapannya. Anak itu wafat di hadapannya. (Tiba-tiba) Ummu Aiman menangis dengan suara keras, maka Nabi ﷺ bersabda, “Kenapa engkau menangis di sisi Rasulullah?”

Ummu Aiman menjawab, “Bukankah aku juga melihat engkau menangis?”

Rasulullah saw. bersabda, “Sungguh aku tidak menangis (keras). Tangisku hanyalah tangis rahmat. Sungguh, seorang yang beriman itu akan tetap dalam kebaikan, biar dalam keadaan apa pun. Sesungguhnya nyawanya dicabut di antara dua lambungnya, sewaktu aku bertahmid memuji Allah Azza wa Jalla.”

Aisyah Ummul Mukminin ra. mengabarkan bahwa Rasulullah ﷺ mencium Utsman bin Mazh’un tatkala ia telah wafat, dan ketika itu beliau menangis. Atau kata perawi, “Kedua matanya berlinang air mata.” Utsman bin Mazh’un adalah saudara sesusu Rasulullah ﷺ yang wafat dua setengah tahun setelah hijrah. Wallahu a’lam. [MNews/Juan]

Baca juga:  Mengenal Pribadi Rasulullah ﷺ

Sumber: Kitab Asy-Syamailul Muhammadiyyah karya Imam At-Tirmidzi

Tinggalkan Balasan