Hadits Sulthaniyah

[Hadits Sulthaniyah] ke-48: Larangan Memata-matai dan Mencelakai Sesama Muslim


Hadis mengenai “Garis Pembatas” (Hadis ke-46—50)

MuslimahNews.com, HADITS SULTHANIYAH — Hadis ke-48: “Berhati-hatilah kalian dengan prasangka, karena prasangka itu adalah perkataan paling dusta. Dan janganlah kalian membicarakan orang lain. Janganlah kalian memata-matai orang lain, janganlah kalian saling bersikap hasud, janganlah kalian saling bermusuh-musuhan, janganlah kalian saling membenci. Dan jadilah kalian hamba-hamba Allah yang saling bersaudara.” (HR Bukhari No. 5604)

Penjelasan:

a. Prasangka yang dimaksud pada hadis di atas adalah prasangka buruk. Ibnu at-Tin mengatakan bahwa hadis tersebut berisi sebuah peringatan untuk menjauhi prasangka, karena hal tersebut dapat mendorong seseorang ke dalam perbuatan dosa pada saat ia berusaha membuktikan prasangkanya itu (dengan memata-matai dan sebagainya).

b. Hadis ini dengan jelas menunjukkan larangan memata-matai dan mengintip kehidupan pribadi orang lain, serta berusaha menciptakan perselisihan di antara manusia. Sebaliknya, hadis ini memerintahkan kaum muslim untuk saling bersaudara satu dengan yang lain.

c. Sebagai contoh, dalam suatu keadaan yang genting, saat kerusuhan dan insiden mudah terjadi tanpa diketahui persis siapa yang menyulutnya, misalnya di sebuah negara yang anarkis dan bercerai-berai, maka implementasi dan kepatuhan kaum muslim kepada hadis di atas, serta riwayat-riwayat yang serupa, akan mempersulit musuh-musuh kaum muslim dalam melakukan berbagai operasi rahasia untuk mengadu domba kaum muslim. Sebaliknya, bila kaum muslim bersikap saling curiga satu dengan yang lain, mereka dapat dengan mudah diarahkan musuh-musuhnya, sehingga timbul sikap saling benci hanya karena prasangka-prasangka buruk
yang dicangkokkan oleh musuh-musuh mereka. [MNews/Gz]

Sumber: Abu Lukman Fathullah, 60 Hadits Sulthaniyah (Hadits-Hadits tentang Penguasa), 2010

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *