[Tarikh Khulafa] Khalifah Umar bin Khaththab ra. Membangun Kota Bervisi Kemaslahatan

Penulis: Nabila Ummu Anas

MuslimahNews.com, TARIKH KHULAFA — Gencarnya penaklukan pada masa Kekhalifahan Umar bin Khaththab ra. menjadikan pasukan kaum muslimin di bawah kepemimpinan Sa’ad bin Abi Waqqash sampai ke Kota Madain. Madain adalah ibu kota negara Persia. Pasukan kaum muslimin berhasil memasuki Kota Madain dan membukanya secara paksa.

Madain kemudian menjadi pusat kegiatan kaum muslimin di Irak, sejak dia diduduki hingga tahun 17 H. Namun dalam perkembangannya, Khalifah Umar bin Khaththab ra. melihat Kota Madain tidak layak untuk menjadi tempat tinggal kaum muslimin. Kota Madain kurang bersih, banyak terdapat lalat, dan berdebu. Amirulmukminin melihat fisik orang-orang Arab yang tinggal di wilayah itu berubah dan makin melemah.

Khalifah Umar bin Khaththab ra. akhirnya menulis surat kepada Sa’ad bin Abi Waqqash agar dia memerintahkan kepada Salman al-Farisi dan Hudzaifah bin Yaman mencari daerah yang layak sebagai tempat tinggal kaum muslimin di Irak.

Kufah, Daerah Strategis bagi kaum Muslimin

Dalam suratnya, Amirulmukminin mensyaratkan daerah yang cocok bagi tempat tinggal kaum muslimin, “Terletak di antara daratan dan laut, serta tak ada laut maupun jembatan yang memisahkan aku (Umar bin Khaththab) dengan kalian.”

Sa’ad bin Abi Waqqash segera mengirim Salman al-Farisi dan Hudzaifah bin Yaman dan memerintahkan mereka berdua agar pergi ke arah yang berbeda. Salman ke arah barat Sungai Eufrat, sedangkan Hudzaifah menuju wilayah sebelah timur sungai itu. 

Baca juga:  [Tarikh Khulafa] Amirulmukminin yang Memiliki Istana di Surga

Kedua sahabat tersebut kemudian bertemu di daerah Kufah, mereka saling memandang dan berpendapat bahwa wilayah itu cocok untuk ditempati kaum muslimin. Keduanya lantas berdoa memohon agar Allah menjadikannya sebagai tempat yang diberkahi.

Selesai berdoa, mereka segera kembali menghadap Sa’ad bin Abi Waqqash. Mereka menyampaikan kepada Sa’ad  tentang daerah bernama Kufah tersebut. Setelah mendengar kabar dari Salman al Farisi dan Hudzaifah bin Yaman, panglima besar kaum muslimin ini segera menulis surat kepada Qa’qa bin Amr dan Abdullah bin Mu’tam dan meminta mereka untuk menghadapnya dengan sebelumnya mereka berdua menunjuk wakil di wilayah komando mereka.

Setelah bertemu Sa’ad bin Abi Waqqash, keduanya meninggalkan Kota Madain menuju Kufah bersama sejumlah kaum muslimin pada awal Muharam 17 H.

Sesampainya di Kufah, Sa’ad bin Abi Waqqash menulis surat kepada Khalifah Umar bin Khaththab ra. yang berisi, “Aku telah sampai di Kota Kufah dan menjadikannya sebagai tempat tinggal. Ia terletak antara Hirah dan Eufrat, wilayah darat dan laut. Aku memberi pilihan kepada kaum muslimin antara tetap tinggal di Kota Madain bagi yang masih ingin tinggal di sana atau pindah ke Kufah bagi yang menginginkan tinggal di wilayah baru ini.”

Baca juga:  [Tarikh Khulafa] Kebijakan Kharaj Khalifah Umar bin Khaththab ra.

Membangun Infrastruktur Prioritas Kota Kufah

Bangunan pertama yang didirikan kaum muslimin di Kota Kufah adalah masjid. Kemudian, Sa’ad bin Abi Waqqash memerintahkan seorang pelempar lembing untuk melemparkan tombak dari masjid itu ke empat penjuru mata angin. Di mana tombak itu jatuh, maka di situlah kaum muslimin membangun rumah tinggalnya.

Selanjutnya Sa’ad bin Abi Waqqash membangun sebuah gedung  yang berada searah dengan kiblat masjid sebagai pusat pemerintahan kota sekaligus Baitulmal.

Awalnya kaum muslimin membangun rumah mereka berbahan kayu sesuai perintah Amirulmukminin. Namun di pertengahan tahun, rumah-rumah mereka terbakar. Kaum muslimin mengirimkan berita musibah tersebut kepada Khalifah Umar bin Khaththab ra. sekaligus meminta izin untuk mendirikan rumah dari batu bata.

Khalifah mengizinkan dibarengi syarat bahwa rumah kaum muslimin tidak boleh berlebihan (terlalu mewah), tidak boleh melampui batas, dan tidak berlomba saling meninggikan bangunan.

Pembangunan dengan Rancangan Tata Ruang Wilayah

Rancangan tata Kota Kufah diamanahkan kepada Abu Hayyaj bin Malik. Dia membangun jalan protokol kota selebar 40 hasta (sekitar 18 meter). Jalan pendukung juga selebar 40 hasta. Sedangkan jalan yang menghubungkan ke jalan protokol selebar 20 hasta. Sementara lebar gang kota adalah 7 hasta.

Kota Kufah dibangun di tepi barat Sungai Eufrat. Jarak antara kota dari tepi sungai adalah setengah farsakh (sekitar 2,8 km), yang seluruhnya dipenuhi perkebunan kurma. Jarak Kota Kufah dengan Kota Baghdad sejauh 30 farsakh.

Baca juga:  [Tapak Tilas] Kota Bashrah, Venesia di Timur Tengah yang Tinggal Sejarah

Saat itu distrik Kota Kufah ada empat yaitu, Halwan dengan Qa’qa bin Amr sebagai amil (wali kota)-nya, Masabadzan dipimpin Dhirar bin Khaththab, Umar bin Malik sebagai amil di Qarqisia, dan Mushil (Mosul) dipimpin Abdullah bin Mu’tam.

Pada tahun ini juga dibangun Kota Bashrah. Kota ini berdekatan dengan teluk Persia, pertemuan Sungai Dajlah dan Eufrat. Khalifah Umar bin Khaththab mengamanahi Utbah bin Ghazwan sebagai arsitek pembangunan Kota Bashrah. Bashrah menjadi kota administratif kedua di Irak setelah Kufah.

Amirulmukminin membagi wilayah Sungai Eufrat menjadi dua. Pertama, dataran tinggi dengan pusat pemerintahannya di Kota Kufah dengan Sa’ad bin Abi Waqqash sebagai walinya. Kedua, Eufrat dataran rendah dengan Kota Bashrah sebagai pusat pemerintahannya dan dipimpin Utbah bin Ghazwan.

Wilayah Persia yang berhasil ditaklukkan dan dimasukkan ke dalam wilayah administrasi Kufah adalah Bab, Azerbaijan, Hamdzan, Ray, Ashbahan (Esfahan), Mah, Mushil, dan Qarqisia. Sementara yang digabungkan ke dalam wilayah administrasi Bashrah adalah Khurasan, Sijistan, Makran, Kirman, Persia, dan Ahwaz. [MNews/Rgl]

Sumber: Tarikh Khulafa, Prof. Dr. Ibrahim al Quraibi, Qisthi Press

One thought on “[Tarikh Khulafa] Khalifah Umar bin Khaththab ra. Membangun Kota Bervisi Kemaslahatan

Tinggalkan Balasan