[News] Represifnya Tindakan India terhadap Ikon Perjuangan Muslim Kashmir

MuslimahNews.Com, INTERNASIONAL—TheNews memberitakan (2/9/2021), ketakutan pemerintah India terhadap ikon perjuangan muslim Kashmir, Syed Ali Geelani, mendorong dilakukannya tindakan tidak manusiawi terhadapnya, bahkan setelah ia meninggal.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Pakistan, Asim Iftikhar mengatakan, saat keluarga sedang mempersiapkan upacara terakhir Syed Geelani, pasukan India menyerbu kediamannya di Srinagar, mengganggu anggota keluarga, dan merampas jenazah Syed Geelani.

“Ketika anggota keluarga memberi tahu pihak penyerang bahwa wasiat Syed Geelani akan dimakamkan di ‘Pemakaman Para Martir’ di Srinagar, mereka dilaporkan diberitahu bahwa India tidak akan mengizinkan pemakaman Syed Geelani di tempat yang dipilihnya,” katanya.

Personel pasukan keamanan India berjaga di dekat kediaman Syed Ali Shah Geelani, setelah kematiannya di Srinagar, 2/9/2021. (sumber: reuters.com, 2/9/2021)

Radio Pakistan juga menginformasikan segera setelah berita kematian Syed Ali Geelani menyebar, pengumuman dibuat dari masjid-masjid di sekitar Srinagar yang menyerukan orang-orang untuk keluar dari rumah mereka untuk memberi penghormatan kepada Syed Ali Geelani.

Namun, pihak berwenang India, menggunakan langkah-langkah pemaksaan untuk mencegah orang keluar dari rumah mereka.

Bahkan, dilansir dari Reuters (4/9/2021), layanan seluler turut ditangguhkan selama dua hari, meskipun  pembatasan internet seluler dan pembatasan pergerakan orang di lembah Kashmir akan terus berlanjut.

Tindakan Tiran Pengecut

Direktur Institute Muslimah Negarawan (IMuNe) Dr. Fika Komara menyebut tindakan pemblokiran komunikasi dan restriksi pergerakan publik, atas meninggalnya ikon perjuangan pembebasan muslim Kashmir dengan pemikiran dan anti kekerasan tersebut, sebagai represi brutal rezim India terhadap muslim Kashmir.

Baca juga:  Idulfitri di India, Ramazan-Eid dalam Ketertindasan

“Apa yang dilakukan rezim India adalah kezaliman yang sangat nyata dengan melakukan represi brutal berupa pemblokiran komunikasi dan restriksi pergerakan publik saat pemakaman seorang tokoh yang sangat dicintai muslim Kashmir,” tuturnya.

Ia menilai, ini suatu taktik menjijikkan dari sebuah negara yang mengklaim “demokratis”, tetapi justru bertindak seperti tiran pengecut karena tidak berani menghadapi muslim Kashmir secara intelektual dengan ideologi mereka.

Personel pasukan keamanan India menghentikan pria yang mengendarai sepeda motor di barikade dekat kediaman Syed Ali Shah Geelani, setelah kematiannya di Srinagar, 2/9/2021. (sumber: reuters.com, 2/9/2021)

Ikon Perjuangan yang Menyulut Jiwa Perlawanan Kaum Muslim

Hanya saja, Dr. Fika menandaskan, kemunafikan India ini justru akan makin menyulut jiwa perlawanan muslim Kashmir, dan mengobarkan simpati muslim Pakistan yang sejak lama merindukan persatuan di antara mereka.

“Akibatnya tak lama lagi India akan menanggung semua perbuatan kotornya atas umat Muhammad saw., persis seperti Amerika Serikat yang meninggalkan Afganistan bak pecundang,” tukasnya.

Dijelaskannya, Syed Ali Geelani adalah ikon perjuangan pembebasan muslim Kashmir dengan pemikiran dan anti kekerasan.

“Beliau Allahu yarham, dengan tegas menolak pendudukan tanah muslim oleh rezim Hindu India sejak tahun 1960-an. Syed Ali Geelani berada di bawah tahanan rumah oleh pasukan pendudukan India selama sebelas tahun terakhir, yang telah sangat merugikan kesehatannya, yang berpuncak pada kesyahidannya yang diberkati,” ungkapnya.

Baca juga:  [News] Penguasa Pakistan Berusaha Menyelamatkan Pengaruh AS di Afganistan?

“Perjuangannya untuk menyatukan Kashmir dengan Pakistan adalah perjuangan yang paling ditakuti oleh rezim India dan sang tuan – Amerika Serikat –, karena menandakan kekuatan poros Islam di Asia Selatan, apalagi jika dihubungkan dengan Afganistan,” lanjutnya.

Masa Depan Cerah di Bawah Khilafah

Dr. Fika menuturkan, Kashmir adalah tanah kaum muslim. Masa depan Kashmir hanyalah bersama Islam dan saudara-saudara mereka di Pakistan, Afganistan, Xinjiang dan negeri-negeri muslim Asia Tengah lainnya, serta tentu bersama seluruh umat Muhammad di berbagai penjuru dunia lainnya.

“Satu-satunya yang menghalangi Kashmir dan Pakistan bersatu adalah pengkhianatan penguasa Pakistan yang bermain mata dengan AS dan Cina. Padahal militer Pakistan adalah salah satu yang terkuat, khususnya karena kekuatan nuklirnya, namun lantas apa nilainya jika tidak digunakan membela umat Islam?” tanyanya retorik.

Menurutnya, pengkhianatan ini menjadikan masa depan muslim Kashmir semakin suram di bawah pendudukan India.

Namun, ia menegaskan muslim Kashmir akan menemukan masa depan yang cerah di bawah khilafah yang akan memberi mereka persatuan yang selalu mereka rindukan.

“Khilafah Islam akan kembali hadir di seluruh Asia Selatan hingga Asia Tengah, dan menjadikan mereka kembali menjadi penguasa Samudera Hindia yakni kekuatan geopolitik dunia di bawah Khilafah Islam,” pungkasnya. [Mnews/Ruh]

Facebook Notice for EU!
Baca juga:  Akhiri Pendudukan Rezim Kufar India terhadap Kashmir
You need to login to view and post FB Comments!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *