[News] Bentrok di Gaza, Kejahatan Israel yang Terus-menerus

MuslimahNews.Com, INTERNASIONAL—Aljazeera memberitakan (21/8/2021) puluhan warga Palestina terluka setelah terjadi bentrok antara pasukan Israel dengan warga Palestina yang berunjuk rasa di Gaza, diiringi dengan serangan udara militer Israel ke Gaza.

Pada Sabtu malam, militer Israel mengatakan telah menyerang empat lokasi pembuatan dan penyimpanan senjata di Gaza milik Hamas. Sebelas warga Palestina dilaporkan terluka. Serangan itu terjadi beberapa jam setelah tentara Israel menembaki kerumunan pemuda Palestina yang memprotes di pagar yang memisahkan Gaza dan Israel.

Kementerian Kesehatan Palestina mengatakan puluhan orang terluka, termasuk seorang anak Palestina berusia 13 tahun yang ditembak di kepala.

“Empat puluh satu warga sipil terluka dengan berbagai cedera,” ujar kementerian itu dalam sebuah pernyataan.

Para pengunjuk rasa Palestina membawa seorang pria yang terluka selama bentrokan di dekat perbatasan antara Israel dan Jalur Gaza. (sumber: aljazeera.com, 21/8/2021)

Youmna al-Sayed dari Aljazeera, melaporkan dari Gaza, mengatakan setidaknya 10 orang Palestina yang terluka adalah anak-anak dan dua dalam kondisi kritis. Ia menyebut faksi Palestina telah mendesak peringatan damai menjelang demonstrasi, sementara Hamas menyebut kekuatan berlebihan pasukan pendudukan Israel terhadap warga sipil tak bersenjata sebagai “hal biasa” Israel.

“Kelompok itu juga mengatakan Palestina akan terus mengirim pesan bahwa mereka tidak akan membiarkan pasukan Israel terus memaksakan pengepungan di Jalur Gaza dan rakyatnya,” tambahnya.

Baca juga:  Pengibaran Bendera Israel dan Tradisi Terorisme Kaum Zionis

Sebelumnya Aljazeera juga mengabarkan (16/8/2021) sebuah roket ditembakkan dari Jalur Gaza, yang pertama sejak serangan 11 hari Israel pada bulan Mei di Jalur Gaza sebagai pembalasan atas roket yang ditembakkan oleh kelompok-kelompok Palestina ke Israel.

Tidak ada klaim tanggung jawab langsung atas tembakan roket, yang terjadi beberapa jam setelah pasukan Israel bentrok dengan warga Palestina selama serangan penangkapan larut malam di Tepi Barat yang diduduki, menewaskan empat warga Palestina dalam salah satu pertempuran paling mematikan di daerah itu dalam beberapa tahun.

Pertempuran meletus di Jenin, sebuah kota di Tepi Barat utara di mana ketegangan meningkat sejak seorang pria dibunuh oleh pasukan Israel awal bulan ini.

Solusinya Tidak Lain Mencabut Israel dari Akarnya

Menyoroti hal ini, salah satu media ideologis di Palestina menilai ditembak matinya empat warga Palestina di Jenin menunjukkan adanya kejahatan keji. Hal ini datang untuk mengonfirmasi sejauh mana kebencian yang memenuhi hati orang-orang Israel yang paling memusuhi orang-orang beriman.

“Pada saat otoritas Palestina dan simbol-simbolnya terengah-engah di balik dimulainya kembali negosiasi, para pemimpinnya terbang ke Yordania untuk tujuan memajukan apa yang disebut proses perdamaian setelah mereka menerima perintah dan arahan Amerika dari direktur CIA, William Burns, untuk mengonfirmasi semua ini sejauh mana kesenjangan besar antara rakyat Palestina dan otoritas,” ungkapnya..

Baca juga:  Israel "Berjaya" dengan Dukungan Adidaya, Palestina Merana Tanpa Pembela

Menurut media ini kejahatan Israel menegaskan dari waktu ke waktu bahwa tidak ada solusi dengan entitas perampas ini kecuali dengan mencabutnya dari akarnya, dan bahwa semua solusi selain itu pasti akan gagal.

“Jika menjawab panggilan Allah dan Rasulullah serta membantu dalam agama, maka kemenangan yang jelas akan tercipta,” pungkasnya. [MNews/Ruh]

Facebook Notice for EU! You need to login to view and post FB Comments!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.