[Tarikh Khulafa] Amirulmukminin Umar bin Khaththab ra. Menjamin Terpenuhinya Kebutuhan Pokok Rakyat

Penulis: Nabila Ummu Anas

MuslimahNews.com, TARIKH KHULAFA — Pada saat Umar bin Khaththab ra. datang ke negeri Syam dan di sampingnya berdiri para panglima perang, Bilal bin Rabbah ra. mendatangi Umar dan berkata, “Wahai Umar, Wahai Umar!” Umar pun menjawab, “Ini saya Umar.” Bilal melanjutkan perkataannya, “Ini adalah tanggung jawabmu antara mereka dan Allah, bukan tanggung jawab antara dirimu dan Allah saja. Lihatlah di hadapanmu, di sebelah kananmu, dan di sebelah kirimu. Demi Allah, sesungguhnya mereka telah mendatangimu dan mereka tidak dapat makan apa-apa selain dari daging burung.”

Amirulmukminin menjawab,” Benarkah apa yang engkau katakan? Aku tidak akan berdiri dari tempat dudukku ini sehingga aku memberikan jaminan kepada mereka, masing-masing satu orang lelaki dari kalangan kaum muslimin mendapatkan bagian dua mud makanan, cuka, dan minyak zaitun.”

Kemudian para panglima pasukan yang berada di dekat Khalifah Umar bin Khaththab ra. berkata, “Kami yang siap memberikan jaminan tanggung jawab kepada mereka itu, wahai Amirulmukminin. Merupakan tanggung jawab kami, sebab Allah telah melimpahkan dan menganugerahkan berbagai macam kebaikan dan rezeki kepada kami.” Umar bin Khaththab berkata, “ Alangkah indahnya pendapat seperti ini.”

Cara Khalifah Menghitung Kebutuhan Makan Rakyatnya

Baca juga:  Abu Muslim al-Khaulani, Teladan dalam Menyuarakan Kebenaran

Diriwayatkan dari Haritsah bin Mudharib bahwa Khalifah Umar bin Khaththab ra. menyuruh mengambil satu jarib (sekitar tiga puluh dua cangkir/empat puluh delapan sha‘) makanan. Lalu makanan sebanyak satu jarib itu diadon dan dijadikan roti. Kemudian roti itu diremuk dan dibubuhi minyak zaitun. Kemudian Umar mengundang tiga puluh orang untuk menyantap makanan tersebut. Mereka menjadikannya sebagai makan siang hingga kenyang. Kemudian dia membuat makanan yang sama untuk makan malam. Umar berkata, “Seseorang mesti cukup dengan dua jarib makanan untuk bahan pangannya selama satu bulan.”

Akhirnya Amirulmukminin memberikan makanan kepada seluruh rakyatnya, lelaki, wanita, dan bahkan budak, masing-masing dua jarib.

Budak pun Mendapatkan Bagian

Khalifah Umar bin Khaththab ra. mengambil satu mudy (dua puluh dua setengah sha’) dengan tangannya dan satu qisth (setengah sha‘) di tangan sebelahnya, sambil berkata, ”Seungguhnya aku telah memberikan ketetapan subsidi kepada setiap orang muslim pada setiap bulan adalah dua mudy gandum, dua qisth cuka dan dua qisth zaitun.”

Kemudian ada seorang laki-laki berkata, “Apakah budak mendapatkan bagian yang sama?” Amirulmukminin menjawab, ”Ya, budak juga mendapatkan bagian yang sama.”

Telah diceritakan oleh Ismail bin Ibrahim dari Abdul Khaliq bin Salamah asy Syaibani, ia berkata, “ Saya pernah bertanya kepada Sa’id ibnul Musayyab tentang zakat fitrah. Sa’id berkata, “Pada zaman Rasulullah saw., ia mesti dibayar sebanyak satu sha‘ kurma atau separuh sha‘ gandum dari setiap kepala. Tatkala Umar bin Khaththab  ra. menjadi Khalifah, maka ada beberapa orang dari kalangan Muhajirin yang melakukan pembicaraan dengannya.

Baca juga:  [Tarikh Khulafa] Umar bin Khaththab ra., Khalifah yang Sangat Paham Ajaran Islam

Mereka berkata, “Kami berpendapat bahwa kami mesti membayarkan masing-masing budak kami sebanyak sepuluh pada setiap tahun. Alangkah baiknya jika engkau menerapkan pendapat ini.”

Umar berkata, “Alangkah indahnya pendapat kalian ini. Aku akan memberikan ketetapan bagian kepada mereka dua jarib setiap bulannya.” Pemberian yang telah ditetapkan oleh Amirulmukminin tersebut lebih baik dari permintaan yang ingin diambil mereka.

Tatkala para budak berdatangan untuk mengambil bagian, mereka berkata, “Berikanlah sepuluh itu dan kami tetap akan mempertahankan ketetapan bagian dua jarib.” Maka permintaan itu tidak diperkenankan, “Dan kami tidak memperkenankan permintaan mereka, sebab mata kami tidak buta.”

Amrulmukminin Melarang Petugas Berbuat Curang

Telah menceritakan kepada Abdullah bin Abu Qais bahwa Umar bin Khaththab ra. pernah naik ke atas mimbar. Lalu dia memuji Allah sebagaimana biasanya. Kemudian Umar ra. berkata, “Sesungguhnya kami akan menetapkan pemberian gaji dan subsidi atas kalian pada setiap bulan (di kedua tangannya terdapat mudy dan qisth).” Kemudian Umar menggerakkan kedua takaran tersebut, seraya berkata, “Barang siapa yang mengurangi bagian dan jatah mereka, maka Allah akan melakukan demikian.” Lalu Umar ra. mendoakan petugasnya yang melakukan kecurangan dan pengurangan subsidi dengan kecelakaan dan kebinasaan.

Baca juga:  [Tarikh Khulafa] Khalifah Umar bin Khaththab ra. Membangun Kota Bervisi Kemaslahatan

Apa yang dilakukan Amirulmukminin Umar bin Khaththab ra. adalah apa yang seharusnya dilakukan oleh seorang Kepala Negara. Dia berkewajiban menjamin kebutuhan pokok seluruh rakyatnya terpenuhi dengan baik. Setiap rakyat, orang per orang, baik laki-laki, perempuan, dan bahkan budak akan mendapatkan jaminan yang sama.

Pemimpin semisal Umar bin Khaththab ra. hanya lahir dalam tatanan kehidupan yang menerapkan Islam di seluruh lini kehidupan. Pemimpin yang mencintai dan dicintai rakyatnya, yang kehadirannya adalah untuk menyejahterakan hidup umat manusia.

Dari abu Zahiyyah bahwa Abu Darda’ pernah berkata, ”Berapa banyak Sunah yang sesuai dengan petunjuk yang telah dilakukan dan dicontohkan Umar bin Khaththab ra. kepada umat Rasulullah saw. Di antara Sunah itu adalah pemberlakuan subsidi sebanyak dua mudy dan dua qisth.” [MNews/Rgl]

Sumber:

Al-Amwal, Ensiklopedia Keuangan Publik, Panduan Lengkap Mengelola Keuangan-Zakat-Pajak-dll., Abu Ubaid al Qasim, Gema Insani.

Tinggalkan Balasan