EventKomentar PolitikNasional

#TokohBicaraHijrah—Hijrah di Mata Intelektual Muslimah (2)

MuslimahNews.Com, NASIONAL—Kalangan intelektual diharapkan menjadi ujung tombak perubahan. Dengan kedudukannya sebagai ulul albab, mereka semestinya mampu membaca situasi yang terjadi dengan kedalaman berpikir dan kacamata iman.

Terlebih hari ini umat Islam sedang dihimpit oleh berbagai persoalan akibat rusaknya sistem aturan yang diterapkan. Kalangan intelektuallah yang diharapkan mampu memberi solusi dan menunjukki umat ke arah jalan perubahan yang benar, yakni jalan Islam.

Datangnya Muharam, menjadi momentum yang tepat untuk mengingatkan kembali urgensi hijrah dan perubahan. Bagaimana pandangan mereka terhadap hal ini? Kita simak jawaban berikut ini:

Hijrah Tonggak Peradaban Unggul

Dr. Aminatun, Ir. M.Si (Dosen)

Hijrah Rasulullah Muhammad saw. dari kota Makkah menuju kota Madinah merupakan tonggak berdirinya peradaban Islam. Sebuah peradaban unggul yang eksis selama 14 abad lamanya yang berjalan mengikuti wahyu Sang Pemilik alam semesta dan seisinya.

Peradaban ini pernah menjadi mercusuar dunia pada abad 10—12 M. Pada masa itu ilmu pengetahuan, sains dan teknologi berkembang pesat karena kontribusi para intelektual yang sholih dan menguasai berbagai bidang ilmu (polymath).

Sudah saatnya momen hijrah ini kita jadikan sebagai momen berfikir serius untuk merefleksikan keberhasilan peradaban Islam masa lalu dalam menata dunia, memandang ilmu dan menempatkan peran intelektual. Hanya kembali kepada titah ilahi Rabbi maka kehidupan ini akan berjalan dengan sempurna, sains dan teknologi akan berkembang dahsyat untuk kemaslahatan seluruh umat dan peradaban Islam akan mampu memimpin dunia.

Baca juga:  #TokohBicaraHijrah—Hijrah di Mata Intelektual Muslimah (3)

________

Intelektual Muslimah Harus Ambil Peran

Dr. Hj. Nurunnisa, S.H., M.H. (Dosen FH ULM)

Hijrah itu tentang sebuah perjuangan yang harus istikamah di jalan yang pernah ditempuh oleh Rasulullah demi perintah Allah dan penerapan Islam secara sistemis. Ambil estafet perjuangan intelektual muslimah demi tegaknya syariat kafah.

__________

Hijrah Diawali Perubahan Pemikiran

Herawati, Ns., M.Kep. (Dosen FK ULM)

Memaknai hijrah hendaknya dimulai dengan adanya perubahan pemikiran disertai perasaan dengan penuh keimanan agar bisa terwujud sosok individu, masyarakat ataupun negara yang taat terhadap seluruh aturan Sang Khaliq, yaitu Allah Swt..

_______

Hijrah Hakiki Adalah ….

Astinana Yuliarti, S.S., M.I.Kom. (Akademisi Fisip ULM)

Berpindah dari tempat satu ke tempat yang lain biasa disebut hijrah, tetapi berpindah dan meninggalkan pemikiran usang menuju Islam itulah hijrah yang hakiki.

______

Hijrah Itu Tambah Taat

Dr. Hj. Rahmida Erliyani, S.H., M.H. (Akademisi ULM)

Hijrah adalah perubahan hidup dari  suatu keadaan lama kepada keadaan baru yang lebih baik. Dalam arti perubahan hidup untuk menjadi lebih baik lagi dari aspek ibadah dan ketaatan kepada Allah.

________

Hijrah Itu Pilihan

Riskia Setiarini, S.S., M. Hum. (Dosen)

Baca juga:  #TokohBicaraHijrah—Hijrah di Mata Praktisi Pendidikan (3)

Mau hijrah atau tidak, kita pasti punya lovers dan haters. Mau hijrah atau tidak, kita pasti masih punya permasalahan hidup karena hidup tidak lepas dari kebahagiaan dan permasalahan.

Hijrah atau tidak itu pilihan, lalu, manakah yg lebih menguntungkan? Ya hijrah, yakni upaya berniaga dengan Allah, hijrah macam ini jauh lebih menguntungkan, sebagaimana janji Allah tertulis dlm QS Ash- Shaf: 10-11.

__________

Hijrah Itu Memerdekakan

Dra. Hj. Nurhidayati Arsuni Dahlan, M.Pd. (Akademisi Politeknik Banjarmasin)

Hijrah dalam Islam adalah meningkatkan harkat, martabat dan memerdekakan insan. Sebagaimana derajat wanita yang terjajah dan terhinakan, dimerdekakan dan dimuliakan Islam dengan meletakkan surga di bawah telapak kakinya.

________

Hijrah Bukan Sekadar Tren

Khairunnisa,S.Pd.,M.Pd. (Dosen UIN Antasari Banjarmasin)

Hijrah bukan sebuah kata sepele atau hanya tren, tapi mestinya sebuah komitmen sungguh-sungguh untuk berpindah dari penghambaan kepada selain Allah menuju penghambaan hanya kepada Allah, terlebih seorang intelektual muslimah harusnya mampu menghijrahkan totalitas keilmuannya hanya untuk Allah dan kepentingan umat Islam.

_______

Peradaban Islam Jembatan Emas Kemajuan

Dyah Hikmawati, M.Si. (Dosen Universitas Airlangga Surabaya)

Sejarah membuktikan kemajuan peradaban Islam pertengahan menjadi jembatan emas kemajuan Eropa. Peradaban kosmopolitan Islam mampu melahirkan tokoh filsuf, ilmuwan, dan insinyur berbagai kebangsaan.

Baca juga:  #TokohBicaraHijrah—Hijrah di Mata Praktisi Pendidikan

Jejak mereka masih dapat ditemui di Makkah Al-Mukarramah, Madinah Al-Munawwarah, Baghdad, Kairo (Mesir), Damaskus di Syiria, Kairawan, Isfahan di Persia, Sarai baru, Tabriz dan Cordova hingga Istambul Turki sebagai kota pusat peradaban.

Kini kita hidup dalam peradaban kapitalis, dimana ilmu adalah komoditas, aktivitas meneliti dan inovasi berorientasi profit, pengabdian terbaik masih jauh dari memberi solusi.

Inilah saatnya hijrah bareng. Hijrah bareng menuju peradaban yang mengembalikan ilmu saudara kembar dari iman, menuntutnya sebagai kewajiban, menyampaikannya amanah, meneliti dan berinovasi serta pengabdian adalah amal jariyah demi meraih rida Allah.

________

Hijrah Jangan Sendirian

Dr. Izmi Yulianah, SP. Msi. (Dosen Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya)

Hijrah adalah beralih dari keburukan pada kebaikan.  Baiknya tidak hanya sendirian, tapi bersama-sama saling mengingatkan pada ketaatan untuk menjalankan syariat Allah secara sempurna. [MNews]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *