[Pribadi Rasulullah] Cara Bicara Rasulullah ﷺ

MuslimahNews.com, PRIBADI RASULULLAH — Diriwayatkan oleh Humaid bin Mas’adah al-Bashriyyi dari Humaid al-Aswad dari ‘Usamah bin Zaid dari Zuhri dari ‘Urwah yang bersumber dari  Aisyah Ummul Mukminin ra. beliau mengabarkan, Rasulullah ﷺ tidak berbicara cepat sebagaimana kalian. Tetapi beliau berbicara dengan kata-kata yang jelas dan tegas. Orang yang duduk bersamanya akan dapat menghafalkan (kata-katanya).

Diriwayatkan oleh Muhammad bin Yahya dari Abu Qutaibah—Muslim bin Qutaibah—dari Abdullah bin al-Mutsani dari Tsumamah yang bersumber dari Anas bin Malik ra. bercerita, Rasulullah ﷺ suka mengulang kata-kata yang diucapkannya sebanyak tiga kali agar dapat dipahami.

Hasan bin Ali (kw.) bercerita, “Aku bertanya kepada pamanku, Hind bin Abu Halah, ia adalah seorang ahli dalam meriwayatkan tentang sifat Rasulullah ﷺ. Tanyaku, “Ceritakan kepadaku cara Rasulullah ﷺ berbicara!”

Pamanku menjawab, “Rasulullah ﷺ  adalah seorang yang banyak mengenyam kesusahan. Beliau selalu berpikir (bahkan hampir) tidak sempat beristirahat santai. Beliau lebih banyak diam (tidak berbicara), beliau tiada bicara kecuali apabila perlu.

Membuka dan menutup pembicaraannya dengan menyebut nama Allah (Swt.). Isi pembicaraannya padat dengan makna, kata-katanya jelas, tiada sia-sia dan tiada pula yang kurang dipahami.

Beliau tiada berlaku kasar dan tiada pernah menghina. Nikmat Allah Swt. dibesarkannya walau hanya sedikit. Selain itu, beliau tak pernah mencaci makanan dan minuman, juga tak pernah memujinya.

Tidaklah dunia menjadikannya marah dan tidak pula beliau marah karena dunia. Bila kebenaran dilanggar orang, tidak ada sesuatu yang akan mampu menahan amarahnya sampai beliau dapat memenangkan kebenaran itu. Beliau tidak akan marah kalau hanya karena dirinya dan tidak pula beliau akan membela diri beliau sendiri.

Bila beliau menunjuk (sesuatu), beliau tunjuk dengan tangan seutuhnya (bukan hanya dengan jari). Bila beliau kagum, beliau balikkan tangannya. Bila beliau bercakap-cakap, beliau hubungkan tangannya dan dipukulkannya telapak tangannya yang kanan ke perut ibu jarinya yang kiri.

Bila beliau marah, beliau akan memalingkan wajahnya, sedangkan bila beliau senang dipejamkannya matanya. Sebesar-besar ketawanya hanya tersenyum. Bila beliau tertawa, kelihatan manis sekali bagaikan butiran salju (terlihat giginya yang putih).”

Diriwayatkan oleh Sufyan bin Waki’ dari Jamal bin ‘Umair bin Abdurrahman al-Ijli, ia berkata bahwa ia mendengar dari seorang laki-laki bani Tamim yang katanya dari putra Abu Halah (suami Khadijah Ummul Mukminin sebelum menjadi istri Rasulullah saw.) yakni Abu Abdillah yang bersumber dari Hasan bin Ali (kw.). [MNews/Juan]

Baca juga:  Sikap Duduk Rasulullah

Sumber: Kitab Asy-Syamailul Muhammadiyyah karya Imam at-Tirmidzi

Facebook Notice for EU! You need to login to view and post FB Comments!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *