[Nafsiyah] Sabar


Penulis: Kiai Utsman Zahid as-Sidany


MuslimahNews.com, NAFSIYAH — Sabar dalam bahasa Arab itu hanya tiga huruf (صبر). Tapi, kita tidak perlu bertanya apakah sabar itu sulit? Apakah sabar itu perlu waktu lama?

Semua orang tahu.

Dalam pengertian bahasa, sabar adalah:

حبس النفس عن الجزع،

“Menahan diri dari nggersulo/mengeluh.”

Kata الصبر huruf shad-nya dapat kita bagi dengan tiga cara: dhammah, kasrah, dan fathah.

Dibaca dhammah bermakna: Tanah pada saat kondisi keras. Dibaca kasrah bermakna: Sebuah jenis tanaman obat yang sangat pahit. Dibaca fathah bermakna: Menahan diri untuk tidak mengeluh.

Adakah mengeluh karena nyaman dan enak? Tentu tidak!

Jadi, makna tersebut berkumpul dalam kata “sabar (harus tetap kuat, tidak boleh patah/putus asa, tidak mengeluh, dan terus menghimpun kekuatan untuk tetap bisa bertahan dalam pahit). Berat bukan?!

Secara istilah, banyak sekali definisi dikemukakan tentang sabar. Ada yg mengatakan:

  1. Menelan pahit tanpa bermuka masam;
  2. Tegak bersama ujian dengan tetap menjaga adab kepada Allah;
  3. Tidak mengeluh;
  4. Tidak ada lagi rasa berbeda antara nikmat dan ujian, disertai kenangan perasaan;
  5. Al-Ghazali mendefinisikan sabar sebagai,

ثبات باعث الدين في مقاومة باعث الهوى

“Tetap teguhnya faktor pendorong yang bersumber dari agama dalam melawan faktor pendorong yang bersumber dari hawa nafsu.”

Jadi, berangkat dari definisi Al-Ghazali, sabar adalah tetap bertahan dalam ketaatan, menjauhi larangan, dan menerima ujian dengan ridha dan pasrah total kepada Allah.

Sulit? Berat? Jangan tanya…

Kalau tidak begitu, tentu Allah tidak akan membalas orang-orang yang bersabar dengan balasan tanpa hitungan.

إنما يوفى الصابرون أجرهم بغير حساب!!

“Semata hanya mereka yang bersabar yang akan dibalas pahalanya tanpa hitungan!”

Semoga Allah berikan kesabaran. [MNews/Gz]

Sumber: Facebook Kiai Utsman Zahid as-Sidany

Tinggalkan Balasan