[Nafsiyah] Berkah Diangkat Karena Maksiat

MuslimahNews.com, NAFSIYAH — Hal yang hari ini sulit untuk kita temukan dari setiap kebijakan pemimpin negeri, dari setiap aturan yang mereka putuskan, dan dari setiap pengurusan kehidupan atas masyarakat, ialah kata “berkah”.

Kata ini sulit kita temukan tersebab setiap keputusan, kebijakan, dan pengurusan tidak mengambil Islam sebagai aturan, melainkan mengambil aturan manusia yang memang berpeluang memunculkan masalah dan konflik di antara para insan.

Padahal, sebagai muslim kita paham bahwa sebab paling utama dari keberkahan ialah ketika para pemimpin bertakwa kepada Allah Swt., menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.

Sebagaimana firman Allah Swt.,

“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” (QS Al-A’raf: 96)

Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyah menyatakan,

“Engkau tidak akan mendapati orang yang paling sedikit keberkahan umurnya, keberkahan dunia dan agamanya, melebihi seorang yang bermaksiat kepada Allah Swt.. Dan tidaklah keberkahan di muka bumi dicabut, kecuali karena kemaksiatan yang dilakukan oleh makhluk.” (Adda’Wad Dawaa’: 98)

Tidakkah kalamullah dan perkataan ulama salaf saleh menjadi “tamparan” untuk menyadarkan kita? Wabah virus tak kunjung menunjukkan penurunan, malah makin melonjak; impitan ekonomi makin menyulitkan kehidupan masyarakat; dan keselamatan jiwa terancam setiap waktu.

Baca juga:  Perintah Bertakwa (Tafsir Ibnu Katsir QS Al-Baqarah ayat 40—41)

Kapan para pemimpin dan kaum muslimin mau menyadari untuk kembali pada aturan Islam? Apakah menunggu Allah gantikan seluruh manusia di muka bumi ini dengan manusia yang lebih baik dari sebelumnya?

Allah Swt. berfirman dalam Surah An-Nahl: 112,

“Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan dengan suatu negeri yang dahulunya aman lagi tenteram, rezekinya datang kepadanya melimpah ruah dari segenap tempat, tetapi penduduknya mengingkari nikmat-nikmat Allah, karena itu Allah memberikan kepada mereka pakaian kelaparan dan ketakutan, disebabkan apa yang selalu mereka perbuat.”

Maka, hendaknya kita menjalankan posisi kita sebagai hamba Allah, mematuhi perintah dan menjauhi larangan-Nya. Ketika para pemimpin serta masyarakat luas tidak beriman dan bertakwa kepada Allah Swt., maka keberkahan tidak akan pernah datang.

Jangan sampai kita menjadi orang yang kufur atas segala nikmat-Nya, mudah bermaksiat dan berbuat dosa demi mendapatkan kesenangan dunia semata.

Kita tidak boleh berputus asa untuk selalu memohon pada-Nya, berupa keberkahan atas hidup; atas makanan, minuman, serta atas segala aktivitas yang kita lakukan.

Karenanya, penuhilah sebab turunnya keberkahan, insyaallah akan Allah kabulkan segala harapan. Jauhi maksiat, semoga Allah turunkan berkah dengan cepat. [MNews/Rndy]

Tinggalkan Balasan