[Tarikh Khulafa] Amirulmukminin yang Memiliki Istana di Surga


Penulis: Nabila Ummu Anas


MuslimahNews.com, TARIKH KHULAFA — Umar bin Khaththab ra. adalah khalifah pertama yang bergelar Amirulmukminin. Beliau pantas mendapatkan sebutan pemimpin orang-orang yang beriman, karena sosoknya sebagai Kepala Negara yang memimpin atas dasar keimanan dan sangat teguh dalam melaksanakan hukum Allah di masa kekhilafahannya.

Sejak kekhalifahan Abu Bakar ash Shiddiq ra., Umar bin Khaththab ra. adalah orang kepercayaan khalifah. Abu Bakar ra. menilai Umar ra. memiliki keimanan yang kuat, pendapat yang cemerlang, keilmuan yang luas, dan ketegasan dalam bersikap. Ketegasan ini dibutuhkan pada situasi dan kondisi tertentu. Namun dalam kondisi yang lain, Umar bin Khaththab ra. juga bisa bersikap lembut.

Sang Pemilik Istana di Surga

Jabir bin Abdullah meriwayatkan hadis Nabi saw., “Dalam mimpi aku melihat diriku masuk surga. Tiba-tiba di sana aku melihat Ramisha, istri Abu Thalhah. Lalu aku mendengar suara sesuatu yang bergerak. Aku katakan ‘Siapa ini?’ Ia menjawab, ‘Ini Bilal.’ Kemudian aku melihat istana yang di halamannya ada seorang anak kecil. Aku bertanya, ‘ Istana milik siapa ini?’ Ia menjawab, ‘Milik Umar.’ Aku ingin memasuki istana itu dan melihatnya. Aku merasa cemburu padamu.

Baca juga:  [Tarikh Khulafa] Sikap Amirulmukminin Kala Musibah Kelaparan Menimpa Rakyat

Umar bin Khaththab ra. yang saat itu ada bersama Rasulullah saw. langsung berkata, “Demi ayah dan ibuku wahai Rasulullah, apakah aku membuatmu cemburu?” (HR Bukhari)

Keutamaan Umar bin Khaththab dinyatakan Nabi Muhammad saw. dalam hadis sahih yang sangat banyak. Selain keutamaan, juga banyak riwayat yang bercerita tentang kehidupan, kelembutan, dan sifat tawadu Umar ra..

Terlebih saat Umar bin Khaththab ra. menjadi Kepala Negara, sangat jelas terlihat kesungguhan Umar ra. dalam melaksanakan ketaatan dan memenuhi hak-hak umat Islam. Umar bin Khaththab ra. sangat tekun meneladani Rasulullah saw. dalam kepemimpinannya dan senantiasa mengutamakan kepentingan kaum muslimin.

Pemimpin yang Bertakwa dan Adil

Umar bin Khaththab ra. menjalankan semua aktivitas dan kebijakan yang dikeluarkannya dengan adil. Beliau tidak melihat satu orang pun yang punya kelebihan di atas yang lain, kecuali karena takwa.

Yang mengagumkan, Umar bin Khaththab ra. hanya menempatkan dirinya sebagai bagian dari umat Islam, yang justru dibebani untuk melayani mereka.

Umar bin Khaththab ra. juga memosisikan dirinya sebagai pemimpin yang bertanggung jawab terhadap kesejahteraan dan keadaan rakyatnya. Beliau memberikan perlakuan yang sama baik saat menghadapi raja atau pun rakyat biasa. Umar ra. akan bersikap sama kepada pembantu dan majikan.

Baca juga:  Khilafah Antikritik?

Politik kepemimpinannya melihat umat berkedudukan sama di hadapan hukum Islam. Tidak ada yang lebih istimewa dalam penegakan hukum. Umar ra. akan memprioritaskan anak yang masih kecil, jika anak itu punya ilmu dan kecerdasan. Sebaliknya dia akan mengakhirkan orang dewasa, jika orang tersebut tak punya ilmu dan pengetahuan.

Nabi Muhammad saw. bersabda, “Sehari dengan seorang pemimpin yang adil lebih utama daripada beribadah selama 60 tahun. Dan satu hukum ditegakkan di muka bumi akan dijumpainya lebih bersih daripada hujan 40 hari.(HR Thabrani, Bukhari, Muslim, dan Imam Ishaq)

Allah Swt. berfirman, “Dan berlaku adillah, karena keadilan lebih dekat dengan takwa.(QS Al Maidah: 8)

Pemimpin yang Bertanggung Jawab

Umar bin Khaththab ra. menyadari tanggung jawabnya sebagai khalifah adalah sangat besar. Bahkan dia tidak bisa tidur dengan tenang, karena semua urusan umat Islam berada di atas pundaknya, bahkan hingga hewan sekalipun.

Sebagai Khalifah, Umar bin Khaththab ra. adalah pemimpin yang suka berpatroli di malam hari. Untuk mengetahui bagaimana keadaan rakyat yang dipimpinnya. Beliau harus memastikan rakyatnya terpenuhi kebutuhan asasi mereka.

Muhammad Sayyid al Wakil menuturkan, saat memegang tampuk kekhilafahan, Umar bin Khaththab ra. sangat sibuk karena harus memikirkan persoalan umat Islam.

Baca juga:  Jiwa Besar di Balik Kesederhanaan (Kisah Sa'id bin Amir)

Al-Baihani juga menjelaskan, di zaman kepemimpinan Umar bin Khaththab ra. banyak terjadi penaklukan wilayah yang semula kafir menjadi bagian wilayah kekuasaan Daulah Islam. Bahkan Persia dan Romawi yang saat itu merupakan dua negara adidaya tunduk di bawah pemerintahan Islam.

Dengan keadilan dan tanggung jawab yang besar oleh Amirulmukminin Umar bin Khaththab ra., rakyat di dalam negeri merasakan kesejahteraan dan mendapatkan perlindungan yang hakiki dari negara. Di luar negeri pun, semakin meluas wilayah kekuasaan Negara Islam dan Islam pun tersebar ke berbagai penjuru dunia. Pantaslah Umar bin Khaththab ra. mendapatkan istana di surga. [MNews/Rgl]

Sumber: Tarikh Khulafa, Prof. Dr. Ibrahim al Quraibi, Qisthi Press

Tinggalkan Balasan