[Nafsiyah] “Kalkulasi” Pahala Jariah Pengemban Dakwah ketika Meninggal Dunia

MuslimahNews.com, NAFSIYAH — Yang pertama, pahala tentu mengalir dari orang-orang yang ia dakwahi lalu berubah, jemaah pengajian yang tergugah atau berubah, baik pemikiran maupun perilaku setelah mendengar dakwahnya.

Pahala besar juga dari kader-kader yang dihalqahi [dibina], lalu bergerak berdakwah setelahnya. Juga dari rekan-rekan sesama pengemban dakwah yang terinspirasi, baik oleh perilaku maupun tutur nasihatnya. Selama mereka berdakwah setelahnya, pahala mengalir terus. Masyaallah.

Selain itu, ia juga dapat pahala kolektif dari jemaah dakwah tempat dia berkiprah. Karena seorang pengemban dakwah itu, ketika menjadi bagian dari jemaah dakwah, maka ia memiliki saham dalam jemaah tersebut, baik kecil maupun besar, dan berhak mendapat sharing pahala hasil dakwah jemaah tersebut.

“Saham” paling kecil adalah turut memperbesar tubuh jemaah dengan kehadiran dirinya. Maka, bersyukurlah Antum, wahai kader jemaah dakwah!

Yang terakhir, dan ini paling wow, ia dapat pahala dari masa depan. Loh, kok bisa?! Jadi begini, Rasulullah saw. sudah memberikan bisyarah akan kembalinya masa di mana umat kembali jaya, syariat diterapkan, Khilafah ditegakkan. Saat itu kebaikan, kemuliaan, keadilan, dan kesejahteraan kembali meliputi dunia.

Apakah masa itu turun dari langit begitu saja? Tentu tidak. Melainkan hasil jerih payah para pengemban dakwah 10, 50, 100 tahun sebelumnya! Hatta pengemban dakwah yang “cuma” bertugas memasang spanduk acara, dapat kiriman pahala dari masa itu!

Baca juga:  [Nafsiyah] Para Pengembara

Bayangkan, betapa besarnya kebaikan yang dihasilkan pada masa itu, dan hasilnya mengalir kepada pengemban dakwah masa sekarang.

Terpilih menjadi pengemban dakwah adalah kemuliaan yang tak ternilai. Maka, apakah kita sudah mensyukurinya? Semoga kita selalu diberi keistikamahan oleh Allah Swt. dan diwafatkan di atas rel perjuangan dalam keadaan husnulkhatimah.

وَمَنْ أَحْسَنُ قَوْلًا مِمَّنْ دَعَا إِلَى اللَّهِ وَعَمِلَ صَالِحًا وَقَالَ إِنَّنِي مِنَ الْمُسْلِمِينَ

“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata, ‘Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.’?” (QS Al-Fushshilat: 33) [MNews]

Sumber: Video MMC

Tinggalkan Balasan