Mujtama’ Mutamayyiz (Masyarakat Modern)


Penulis: Muhammad Husain Abdullah


MuslimahNews.com, MAFAHIM ISLAMIYAH — “Perumpamaan seorang mukmin di dalam cinta dan kasih sayangnya seperti satu tubuh, jika mengeluh salah satu anggota tubuh, maka yang lain akan merasakan demam dan panas.(Al-Hadis)

Mujtama’ mutamayyiz/masyarakat modern adalah bila terdapat susunan afkar, masya’ir, afrad, dan nizham dari satu jenis, dan seperti itu tidak akan bisa terealisasi kecuali jika individunya berpegang kepada akidah asasiyah yang satu, yang akan cocok untuk membangun seluruh afkar yang vital di dalam memenuhi gharizah afrad dan hajah ‘udwiyyah-nya, dan untuk memecahkan problematika kehidupan umat yang dihadapinya.

MujtamaIslami adalah bila sebagian besar individunya kaum muslimin, yang memegang akidah Islamiyah. Dan afkarnya dibangun untuk menghukumi al-asyya dan al-af’al berasaskan akidah ini, maka terbentuklah baginya masya’ir yang satu, sebagai hasil dari pandangan yang satu tentang kehidupan. Mereka akan cenderung kepada yang halal dan berpaling dari yang haram dan menerapkan nizham Islam di dalam hubungan mereka secara totalitas, baik hubungan dengan Tuhannya, dirinya, dan lainnya.

Maka mujtama’ islami sebagian besar afrad-nya adalah muslim, dan afkar serta masya’ir individunya adalah islamiah, dan nizham yang diaplikasikan juga nizham Islam. Mujtama’ islami itu ada hidup dalam satu jenis, Rasulullah menyifatinya dalam sabdanya,

Baca juga:  Memahami Amal (Aktivitas) menurut Islam (Bagian 1/3)

Perumpamaan seorang mukmin di dalam cinta dan kasih sayangnya seperti satu tubuh, jika mengeluh salah satu anggota tubuh, maka yang lain akan merasakan demam dan panas.” (Al-Hadis)

Tidak akan mujtama’ mutamayyiz kecuali jika akidah yang dipeluk individu-individunya adalah fikrah kulliyah tentang kaun, insan, dan kehidupan yang akan terpancar darinya afkar yang mengatur seluruh hubungan internal individu dan mengatur hubungan eksternal dengan masyarakat yang lain.

Dan tidak akan didapatkan akidah asasiyah ini kecuali di dalam mabda, karena mabda adalah akidah aqliyah yang terpancar darinya nizham.

Dan mabda-mabda yang sekarang diterapkan di dunia adalah ada tiga:

  1. Mabda Islam.
  2. Mabda kapitalisme/liberalisme/sekularisme.
  3. Mabda komunisme/sosialisme.

Maka mujtamamutamayiz juga tiga, yaitu:

  1. Mujtama’ islami.
  2. Mujtama’ syuyu’iyyah (komunisme).
  3. Mujtama’ Ra’sumaali (kapitalisme).

Mujtama’ islami sekarang ini belum ada, karena bangsa Islam yang ada sekarang menerapkan nizham yang ghairu Islam, maka ini juga bukan mujtama’ Islam, walaupun individunya muslim yang berpegang kepada akidah islamiah, afkar dan masya’ir-nya juga islami, akan tetapi nizham-nya bukan nizham Islam, baik itu nizham hukum, nizham ekonomi, nizham uqubat, dan muamalah.

Mujtama’ kapitalistik adalah mujtamamutamayyiz, karena individunya berpegang kepada akidah kapitalisme, yaitu fashlu al-din ‘ani al-hayah (memisahkan agama dari kehidupan), dan afkar-nya terpancar dari akidahnya itu, dan masya’ir yang diarahkan ke al-asyya dan al-af’aal adalah bersatu keluar dari afkar ini, dan nizham yang diterapkan dalam pemecahan problematiknya dari akidah tadi, juga mereka bergaul dengan yang lain dari negara atau bangsa juga terilhami dari akidahnya tersebut.

Baca juga:  Memahami Amal (Aktivitas) menurut Islam (Bagian 2/3)

Mujtama’ mutamayyiz sebagian besar individunya percaya dan berpegang teguh kepada mabda-nya, yang diterapkan kepada dirinya dan disebarkan kepada yang lainnya. [MNews/Rgl]

Sumber: Mafahim Islamiyah, Muhammad Husain Abdullah

Tinggalkan Balasan