[Pribadi Rasulullah] Cara Tertawa Rasulullah ﷺ


Penulis: Shedzan Adzkayra Gerung


MuslimahNews.com, PRIBADI RASULULLAH – Jabir bin Samurah ra. bercerita, “Betis Rasulullah ﷺ  kecil (tidak gemuk). Beliau ﷺ tidak tertawa, kecuali tersenyum. Bila aku memandang kepadanya, aku berkata (dalam hati), ‘Betapa hitam pelupuk matanya, padahal tidak dihitami.'”

Abdullah bin Harits bin Juz ra. bercerita, “Aku tak pernah melihat seseorang yang lebih banyak tersenyum selain Rasulullah ﷺ .”

Abu Dzar bercerita bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, “Sesungguhnya aku tahu orang yang pertama kali masuk surga dan orang yang paling akhir keluar dari neraka. Pada hari kiamat nanti akan dihadirkan seseorang, maka diperintahkan (kepada malaikat), ‘Perlihatkanlah kepadanya dosa-dosanya yang kecil dan sembunyikanlah dari padanya dosa-dosanya yang besar.’

Lalu dikatakan kepadanya (oleh malaikat), ‘Kau melakukan ini… ini… pada hari ini… Orang itu membenarkannya tanpa memungkirinya sedikit pun. Lagi pula, ia merasa takut terhadap dosa-dosa besarnya.

Kemudian, diperintahkan lagi (oleh Allah Swt. kepada malaikat), ‘Berikan kepadanya kebaikan untuk menggantikan setiap kejahatan yang ia lakukan.’

Maka orang itu berkata, ‘Sesungguhnya aku masih mempunyai dosa yang tidak diperlihatkan di sini!’”

Selanjutnya Abu Dzar berkata, “Maka, kulihat Rasulullah ﷺ  tertawa, hingga tampak gigi gerahamnya.”

Baca juga:  [Pribadi Rasulullah] Cara Bicara Rasulullah ﷺ

Jarir bin Abdullah ra. bercerita, “Sejak aku masuk Islam, Rasulullah ﷺ  tidak pernah menghalangiku dan tidak pula beliau memandangku melainkan sambil tersenyum.”

Ali bin Rabi’ah ra. bercerita, “Aku menyaksikan Ali kw. membawa hewan (kendaraan), yang akan ditumpanginya. Manakala ia akan meletakkan kakinya di sanggurdi[1], maka dibacanya, “Bismillah (Dengan nama Allah).”

Manakala ia telah duduk dengan tenang di atas kendaraan (di punggung hewan), maka dibacanya, “Alhamdulillah (Segala puji bagi Allah).”

Kemudian ia berdoa, “Mahasuci Engkau yang telah menundukkan semua ini bagi kami, padahal sebelumnya kami tidak mampu menguasainya dan sesungguhnya hanya kepada Engkaulah kami kembali).”

Setelah itu Ia membaca alhamdulillah tiga kali, allaahu akbar tiga kali, dan subhaanaka innii zhalamtu nafsi faghfir li fa innahu la yaghfirudz dzunuba illa anta.

Kemudian Ali kw. tertawa. Maka aku pun bertanya kepadanya, “Wahai Amirulmukminin, mengapa Anda tertawa?”

Ia menjawab, “Aku melihat Rasulullah ﷺ  melakukan sebagaimana yang kulakukan tadi… Kemudian beliau ﷺ tertawa. Ketika itu aku (Ali kw.) bertanya, ‘Wahai Rasulullah, mengapa Anda tertawa?’

Beliau bersabda, ‘Sesungguhnya Rabb-mu amat kagum terhadap hamba-Nya, bila ia berkata, ‘Ya Rabb, ampunilah dosa-dosaku!’ Ia tahu bahwa tiada seorang pun yang dapat mengampuni segala dosanya selain Dia.’”

Baca juga:  Sikap Duduk Rasulullah

Amir bin Sa’ad ra. menceritakan pengalaman ayahnya (Sa’ad bin Abu Waqqash ra.) sebagai berikut: Sa’ad bin Abu Waqqash ra. berkata, “Sesungguhnya aku melihat Nabi ﷺ . tertawa pada waktu Perang Khandaq, hingga tampak gigi gerahamnya.”

(Selanjutnya) Amir bin Sa’ad bertanya, “Apa sebabnya Rasulullah ﷺ . sampai tertawa?”

Sa’ad (Ayahnya) menjawab, “Ada seorang laki-laki (kafir) memegang perisai (pada saat itu Sa’ad bertugas sebagai pemanah). Laki-laki kafir itu berkata, ‘Begini… begini!’ dengan perisai menutup dahinya. Maka, Sa’ad mencabut anak panahnya. Tatkala laki-laki itu menyembulkan kepalanya dari perisai, ia lepaskan anak panahnya, ternyata tidak meleset, anak panahnya mengenai diri laki-laki itu. Laki-laki itu pun terjungkal dan terangkat kakinya ke atas. (Melihat kejadian itu), Nabi ﷺ pun tertawa, hingga tampak gigi gerahamnya.”

Apa sebabnya Nabi ﷺ tertawa? Amir bin Sa’ad menjawab, “Karena Sa’ad berhasil membunuh laki-laki kafir itu.” [MNews/Gz]

[1] Sanggurdi adalah pijakan kaki terbuat dari besi yang menggantung pada kanan kiri pelana dan berfungsi sebagai pengatur keseimbangan badan penunggang kuda.

Tinggalkan Balasan