[Tarikh Khulafa] Umar bin Khaththab Ra., Tokoh Quraisy yang Menjadi Amirulmukminin


Penulis: Nabila Ummu Anas


MuslimahNews.com, TARIKH KHULAFA — Kaum Quraisy mengenal Umar bin Khaththab sebagai sosok yang memiliki kelebihan dalam kekuatan dan keberanian. Karena itu, untuk berbagai urusan mereka menunjuk Umar bin Khaththab sebagai duta, juru bicara, dan wakil mereka.

Menurut Ibnu al-Atsir, Umar termasuk pembesar Quraisy. Di zaman Jahiliah, apabila ada perkara yang mengharuskan adanya seseorang yang didelegasikan kepada pihak lain, maka kaum Quraisy akan memilih Umar bin Khaththab.

Umar bin Khaththab juga biasa dijadikan juru runding jika kaum Quraisy terlibat konflik senjata baik internal maupun yang melibatkan pihak lain. Apabila ada pihak lain yang menyerang atau membanggakan diri di hadapan kaum Quraisy, mereka akan menjadikan Umar sebagai lawan tandingnya.

Memusuhi Islam

Ketokohan Umar bin Khaththab diakui oleh Quraisy. Bahkan sebelum masuk Islam, Umar termasuk pembesar Quraisy yang berencana membunuh Nabi Muhammad saw. dan membersihkan masyarakat Quraisy dari pengaruh ajaran Islam.

Imam Bukhari menuturkan sebuah riwayat dari Qais bin Hazim yang mengatakan bahwa dia mendengar Sa’id bin Zaid bin Amr bin Nufail di masjid Kufah berkata,

Demi Allah aku melihat diriku diikat oleh Umar karena aku memeluk Islam dan sesungguhnya Umar adalah orang yang paling menentang Islam sebelum ia memeluk agama ini. Seandainya gunung Uhud hilang dari tempatnya sebab perbuatan kalian terhadap Utsman, niscaya gunung itu lenyap dari tempatnya karena sikap keras Umar.” (HR Bukhari)

Ketika mengetahui adiknya (Fathimah binti Khaththab) dan suaminya (Sa’id bin Zaid) keduanya telah masuk Islam, Umar bin Khaththab marah. Beliau lantas mendatangi Fathimah binti Khaththab dan memukulnya hingga terluka. Umar bin Khaththab meminta lembaran yang dibaca adiknya.

Fathimah binti Khaththab memberikan lembaran itu kepada Umar yang langsung membukanya. Beliau tepat membuka awal surah Thaha dan membacanya. Setelah itu ia berkata, ”Alangkah indahnya kalimat ini, bawa aku kepada Muhammad.”

Umar bin Khaththab Masuk Islam

Umar bin Khaththab ra datang menemui Rasulullah saw. dan para sahabat yang sedang bersembunyi di sebuah rumah di Shafa. Umar menyatakan keislamannya. Kaum muslimin yang ada di tempat tersebut sontak bertakbir, merasa gembira dengan masuk Islamnya Umar bin Khaththab.

Setelah masuk Islam, Umar bin Khaththab keluar ke tempat para pemuka Qurasiy berkumpul. Di situ, beliau mengumumkan keislamannya. Mendengar pernyataan Umar, beberapa orang memukul Umar, namun Umar membalas memukul mereka.

Paman Umar pun lantas datang dan memberikan jaminan perlindungan untuk diri Umar dan menghentikan serangan orang-orang Quraisy. Walaupun kemudian Umar mengembalikan jaminan perlindungan tersebut.

Kemuliaan Umar bin Khaththab ra.

Ibnu Hajar menjelaskan, Ibnu Abi Syaibah dan Ath-Thabrani meriwayatkan dari jalur sanad Qasim bin Abdurrahman yang mengatakan bahwa Abdullah bin Mas’ud berkata,

Keislaman Umar adalah sebuah kemuliaan, hijrahnya adalah pertolongan, kepemimpinannya adalah rahmat. Demi Allah, kami sebelumnya tidak bisa melakukan salat di sekitar Baitullah secara terang-terangan sampai Umar bin Khaththab masuk Islam.”

Di antara riwayat yang mengisahkan proses keislaman Umar bin Khaththab adalah riwayat Tirmidzi dari hadis Abdullah bin Umar ra. bahwa Rasulullah saw. bersabda,

Ya Allah, muliakan Islam dari salah seorang dari dua orang yang paling Engkau cintai, Abu Jahal atau Umar bin Khaththab.” Abdullah bin Umar menyatakan, “Dan orang yang paling dicintai Allah adalah Umar.” (HR Tirmidzi)

Dalam riwayat al Hakim disebutkan Rasulullah saw. berdoa, “Ya Allah kuatkan agama ini dengan Umar bin Khaththab.(HR Al Hakim)

Dari Hisyam bin Urwah, dari ayahnya dari Aisyah ra., Nabi Muhammad saw. bersabda, ”Ya Allah, muliakan Islam dengan Umar bin Khaththab.” (HR Al Hakim)

Dari Abdullah bin Mas’ud, Rasulullah saw. bersabda, ”Ya Allah, muliakan Islam dengan Umar bin Khaththab atau Abu Jahal bin Hisyam.” Allah mengabulkan doa Rasulullah saw. dan memberikannya kepada Umar bin Khaththab. Berkat perjuangan Umarlah kekuasaan Islam dibangun dan berhala-berhala dihancurkan. (HR Al Hakim)

Imam Bukhari meriwayatkan dari Ibnu Mas’ud yang menyatakan, “Kami senantiasa dalam kemuliaan sejak Umar masuk Islam.” (HR Bukhari)

Ibnu Abbas ra. menuturkan, “Orang yang pertama kali menampakkan keislamannya adalah Umar bin Khaththab.” (HR Thabrani)

Ibnu Hajar menyebutkan banyak riwayat yang menunjukkan bahwa keislaman Umar bin  Khaththab dinilai sebagai kemuliaan bagi Islam dan kaum muslimin dan semakin meneguhkan hati mereka. Sebaliknya, bagi kafir Quraisy dan orang-orang musyrik, keislaman Umar adalah bencana.

Imam Nawawi menukil ucapan Muhammad bin Sa’ad yang menyatakan, Umar bin Khaththab masuk Islam pada tahun keenam kenabian. Umat Islam sepakat untuk menggelarinya dengan al Faruq. Rasulullah saw. bersabda, “Sesungguhnya Allah menjadikan kebenaran pada lisan dan hati Umar.” Aisyah ra. mengatakan, “Rasulullah saw. menamakan Umar dengan al Faruq.”

Muhammad ibnu Sa’ad memberi ringkasan, “Umar masuk Islam pada tahun keenam kenabian. Dia adalah orang yang pertama kali diberi gelar Amirulmukminin, termasuk orang yang pertama kali masuk Islam, dan salah satu dari sepuluh orang yang diberi kabar gembira akan masuk surga. Umar bin Khaththab adalah salah seorang al Khulafa ar Rasyidin dan salah satu kerabat Rasulullah saw. dari hubungan pernikahan. Ia tergolong sebagai ulama sekaligus ahli zuhud dari kalangan sahabat.” [MNews/Rgl]

Sumber: Tarikh Khulafa, Prof. Dr. Ibrahim al Quraibi, Qisthi Press

Tinggalkan Balasan