[Tarikh Khulafa] Penjagaan Al-Qur’an oleh Khalifah Abu Bakar ash-Shiddiq ra.


Penulis: Nabila Ummu Anas


MuslimahNews.com, TARIKH KHULAFA – Pada masa Khalifah Abu Bakar ra., sangat banyak peperangan yang dilakukan terhadap kaum murtad, termasuk memerangi nabi palsu. Seperti halnya Perang Yamamah, ketika memerangi Musailamah al-Kazzab beserta sekitar empat puluh ribu pasukannya.

Dalam rangkaian perang Riddah ini, banyak sahabat para penghafal Al-Qur’an yang gugur sebagai syahid. Di Perang Yamamah, sekitar 700 orang penghafal Al-Qur’an yang syahid.

Umar bin Khaththab ra. kemudian mengusulkan kepada Khalifah Abu Bakar ra. untuk mengumpulkan Al-Qur’an dalam satu mushaf. Umar khawatir Al-Qur’an akan hilang dengan gugurnya para sahabat penghafalnya dalam peperangan.

Abu Bakar ra. menyetujui usulan Umar bin Khaththab ra.. Keputusan khalifah ini nantinya membawa kebaikan besar dalam menjaga kelestarian kitab suci Al-Qur’an.

Riwayat Bukhari dari jalur sanad Ibnu Syihab dari Ubaid bin Syibaq bahwa Zaid bin Tsabit al Anshari ra., salah seorang penulis wahyu menceritakan, setelah Perang Yamamah, Khalifah Abu Bakar memanggilnya. Di samping Abu Bakar ra. ada Umar bin Khaththab ra.

Khalifah lalu berkata, “Umar datang kepadaku dan mengatakan perang Yamamah sangat dahsyat, aku takut peperangan lain akan seperti itu pula dan semakin banyak menewaskan para qurra (penghafal Al-Qur’an), hingga akhirnya nanti banyak ayat Al-Qur’an yang hilang, kecuali jika kalian mengumpulkannya. Aku punya pendapat agar Al-Qur’an ini dikumpulkan.”

Baca juga:  Hal-hal yang Terjadi pada Masa Kekhalifahan Abu Bakar ash-Shiddiq (Bagian 1/2)

Abu Bakar ra. melanjutkan, “Aku sudah katakan kepada Umar bagaimana aku melakukan sesuatu yang tidak dilakukan oleh Rasulullah saw.? Umar menjawab, ‘Hal itu demi Allah adalah perbuatan yang baik.’ Umar terus menyampaikan hal itu hingga Allah meneguhkan hatiku untuk melaksanakan usulannya, dan aku berpendapat seperti pendapat Umar.”

Khalifah Abu Bakar ra. lantas berkata kepada Zaid, “Sesungguhnya engkau adalah pemuda yang cerdas. Aku tidak pernah memandang buruk kepribadianmu. Engkau dulu adalah penulis wahyu bagi Rasulullah saw. Carilah ayat-ayat Al-Qur’an seluruhnya dan kumpulkanlah. Demi Allah, bagiku memindahkan satu gunung tidak lebih berat daripada mengumpulkan Al-Qur’an ini.”

Zaid bin Tsabit menukas, “Bagaimana kalian berdua melakukan sesuatu yang tidak pernah dilakukan Nabi saw.?”

Abu Bakar ra. menjawab, “Hal itu demi Allah adalah perbuatan yang baik.

Zaid lalu mendiskusikannya sampai Allah memantapkan hatinya sebagaimana Allah Swt. meneguhkan hati Abu Bakar ra. dan Umar bin Khaththab ra..

Zaid bin Tsabit lantas menjalankan tugas tersebut. Dia meneliti keberadaan Al-Qur’an dengan mengumpulkan dari pelepah kurma, tulang, dan hafalan para sahabat. Sampai dia mendapati dua ayat terakhir dari surah at-Taubah pada Khuzaimah al Anshari, yang tidak dia dapati pada sahabat yang lain.

Baca juga:  Ketegasan Khalifah Abu Bakar ash-Shiddiq terhadap Kaum Murtad

Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaan yang kamu alami, dia sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, penyantun dan penyayang terhadap orang-orang yang beriman. Maka jika mereka berpaling dari keimanan, maka katakanlah (Muhammad), ‘Cukuplah Allah bagiku tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakal dan Dia adalah Tuhan yang memiliki Arsy yang agung.'” (QS At-Taubah: 128—129)

Lembaran-lembaran hasil pengumpulan Al-Qur’an itu lalu disimpan Khalifah Abu Bakar ra. sampai ia meninggal dunia. Kemudian berpindah kepada Khalifah Umar bin Khaththab ra. sampai ia meninggal dunia. Setelah itu dipegang oleh Hafshah binti Umar (HR. Bukhari, Tirmidzi, dan Ahmad).

Inilah peran terbaik dan terbesar yang telah dilakukan Khalifah Abu Bakar ra.. Ia telah diberi petunjuk oleh Allah Swt. menjadi penerus Nabi, penjaga risalah Al-Qur’an untuk disampaikan kepada umat manusia.

Khalifah Abu Bakar ra. mengumpulkan Al-Qur’an dari berbagai tempat hingga memungkinkan bagi seorang muslim untuk menghafalkan seluruhnya.

Allah Swt. berfirman, “Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al-Qur’an dan sesungguhnya kami benar-benar menjaganya.” (QS Al-Hijr: 9)

Telah diriwayatkan oleh banyak Imam, dari Ali bin Abi Thalib yang mengatakan, “Manusia yang paling besar pahalanya dalam (kodifikasi) mushaf-mushaf adalah Abu Bakar. Abu Bakar adalah orang yang pertama kali mengumpulkan Al-Qur’an di antara dua lembaran.”

Baca juga:  Ketegasan Khalifah Abu Bakar ash-Shiddiq terhadap Kaum Murtad

Menjaga Al-Qur’an dengan mengumpulkannya pada masa sahabat adalah amanah terbesar. Para sahabat adalah orang-orang yang terpercaya dalam mengemban amanah. Rasulullah saw. menitipkan Al-Qur’an kepada mereka untuk disampaikan kepada generasi berikutnya.

Hai Rasul, sampaikan apa yang diturunkan kepadamu dari Rabb-mu. Dan jika tidak kamu kerjakan (apa yang diperintahkan itu berarti) kamu tidak menyampaikan amanat-Nya.” (QS Al-Maidah: 67). [MNews/Rgl]

Sumber: Tarikh Khulafa, Prof. Dr. Ibrahim al Quraibi, Qisthi Press

Facebook Notice for EU! You need to login to view and post FB Comments!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *