[Sejarah] Bendera Islam

MuslimahNews.com, SEJARAH NASIONALISME — Telah dikuatkan dalam beberapa riwayat bahwa ada dua bendera dalam Islam. Yang pertama disebut Al-Liwa, sebagai tanda bagi pemimpin tentara kaum muslimin dan sebagai bendera Negara Islam, sedangkan bendera yang lain disebut Ar-Rayah dan digunakan oleh tentara kaum muslimin.

Bendera Al-Liwa’ Rasulullah saw. adalah sepotong kain putih dengan tulisan “Laa Ilaaha Illallah Muhammadur Rasulullah” di tengahnya. Bendera Ar-Rayah Rasulullah saw. adalah sepotong kain wol hitam dengan tulisan “Laa Ilaaha Illallah Muhammadur Rasulullah” di tengahnya.

Dengan demikian, Liwa‘ adalah bendera putih dengan tulisan hitam, sedangkan Rayah adalah bendera hitam dengan tulisan putih.

Ibnu Abbas ra. meriwayatkan bahwa bendera Ar-Rayah Rasulullah berwarna hitam dan Al-Liwa’ berwarna putih. Pada saat Perang Mu’tah, Rasulullah menyampaikan khotbahnya di Madinah. Rasulullah menceritakan apa yang telah terjadi di tengah kancah peperangan kepada kaum muslimin.

Beliau saw. menceritakan bahwa pada saat itu Zaid terbunuh, lalu Ja’far mengambil bendera hitam (Rayah) dari tangan Zaid. Ketika Ja’far juga terbunuh, maka Abdullah bin Rawahah mengambil Rayah.

Al-Barra Ibnu Azib ditanya tentang bendera Rayah Rasulullah, maka ia mengatakan, “Rayah berwarna hitam, memiliki empat sudut dan terbuat dari kain wol.” [MNews/Rgl]

Baca juga:  [Sejarah] Kaum Misionaris Menebarkan Benih-Benih Nasionalisme

Sumber: Sejarah Nasionalisme di Dunia Islam, Shabir Ahmed dan Abid Karim

*Tulisan ini adalah akhir dari seri buku Sejarah Nasionalisme di Dunia Islam. Tulisan lainnya bisa dibaca di sini.

Tinggalkan Balasan