[News] Waspadai Antek dan Munculnya Narasi Pro Israel di Asia Tenggara

MuslimahNews.com, INTERNASIONAL — Belum lama ini, Reuters merilis artikel berjudul Israel keen to establish ties with SE Asia’s Muslim nations – envoy. (Israel ingin menjalin hubungan dengan negara-negara Muslim Asia Tenggara – utusan). (Reuters.com, 17/6/2021)

Artikel tersebut memuat pernyataan Dubes Israel untuk Singapura, Sagi Karni, bahwa negaranya bersedia mengupayakan untuk membangun hubungan dengan negara-negara mayoritas muslim di Asia Tenggara, meskipun negara-negara itu mengutuk serangan udara Israel di Gaza pada Mei lalu.

Adapun negara mayoritas muslim yang dia maksud adalah Indonesia, Malaysia, dan Brunei. Ketiga negara tersebut, hingga hari ini memang diketahui tidak memiliki hubungan formal dengan Israel. Bahkan, ketiganya telah berulang kali menyerukan penghentian pendudukan Israel atas Palestina, sekaligus menyerukan solusi dua negara berdasarkan perbatasan sebelum Perang Arab tahun 1967.

Meski menyatakan siap membuka hubungan, Sagi juga mengkritik sikap pemimpin tiga negara tersebut. Menurutnya, mereka ini “not honest” and ignored “the true nature of the conflict” (tidak jujur dan mengabaikan sifat alami konflik itu).

Dia berdalih, selama ini Israel bukan sedang berkonflik dengan Palestina, melainkan dengan Hamas yang disebutnya anti-Semit. Tudingan ini tentu saja dibantah oleh pihak Hamas.

Baca juga:  Sistem Ini Tidak Akan Melindungi Muslim Palestina

Pernyataan yang Bias dan Arogan.

Pernyataan Sagi ini mendapat tanggapan keras dari Dr. Fika Komara, seorang aktivis muslimah sekaligus penulis dan ahli geostrategi dari Institut Muslimah Negarawan. Dr. Fika menegaskan, apa yang dinyatakan Sagi tidak hanya bias, tetapi juga sangat arogan.

“Narasi anti-Semit yang kembali dibunyikan oleh Sagi Karni justru makin menunjukkan watak aslinya sebagai penjajah Zionis,” tegasnya.

Menurut Dr. Fika, ketika Sagi menyebut Indonesia dan dua negeri muslim lainnya di ASEAN “tidak jujur” dengan dalih melupakan karakter Hamas yang merupakan gerakan anti-Semit dan fasis, tudingan itu justru lucu.

Israel, ujar Dr. Fika,  seperti lupa becermin bahwa merekalah yang sesungguhnya sangat fasis, apartheid, dan antimuslim.

“Sagi Karni jelas-jelas mengabaikan fakta bahwa yang ditolak oleh negara-negara muslim Asia Tenggara adalah penjajahan dan pendudukan negara Zionis Israel di Palestina, bukan menolak ras atau etnis Yahudi,” terangnya.

Dr. Fika mempertegas bahwa fakta inilah yang harus terus disampaikan, agar masyarakat dunia tak termakan segala bentuk propaganda media—yang memang hari ini nyaris seluruhnya dikuasai Israel.

Waspada Antek Israel di Asia Tenggara

Terkait sepak terjang pengaruh Zionis Israel di Asia Tenggara, Dr. Fika mengingatkan soal posisi Singapura dan Myanmar. Yang mana keduanya adalah dua negara ASEAN yang selama ini tidak mau mengakui kemerdekaan Palestina.

Baca juga:  [News] Setelah Hancurkan Puluhan Rumah Palestina, Pasukan Israel Lindungi Pemukim Yahudi Serbu Al-Aqsha

Fakta ini, menurut Dr. Fika, cukup untuk menunjukkan bahwa keduanya adalah “fans garis keras” Zionis.

“Apalagi Dubesnya yang di Singapura, sangat vokal membela Zionisme dan mencari pembenaran akan agresinya terhadap muslim Palestina,” paparnya.

Dr. Fika juga mengingatkan, hingga saat ini, Israel sudah memiliki enam kedutaan besar di Asia Tenggara, yakni di Singapura, Myanmar, Thailand, Vietnam, Filipina, dan Kamboja.

Ia menyitir pernyataan seorang tokoh Malaysia, Mohd. Azmi Abdul Hamid, yang dimuat di New Strait Times (3/6/2021 ). Mohd. Azmi mengatakan, keenam kedutaan tersebut sangat aktif dalam melakukan aktivitas intelijen melalui Mossad dan CIA di Asia Tenggara.

Hal itu tidak lain bertujuan untuk memonitor negeri-negeri muslim yang memusuhi Israel. Juga sebagai upaya untuk menyeret negara-negara ini agar mau mengakui Israel, terutama melalui kesepakatan normalisasi hubungan dengan Israel, seperti yang sudah terjadi pada UEA, Bahrain, dan Maroko pada tahun lalu. [MNews/SNA-Gz]

Tinggalkan Balasan