[Sejarah] Langkah Maju bagi Dunia Islam

MuslimahNews.com, SEJARAH NASIONALISME — Kebangkitan Islam yang sedang berlangsung saat ini menunjukkan kesungguhan kaum muslimin untuk bangkit menuju gaya hidup islami. Banyak sekali harapan dan aspirasi yang muncul di tengah umat, dan hal ini dapat dilihat, baik di dunia Islam maupun di luar negeri Islam.

Sekat-sekat nasionalisme tidak lagi menjadi penghalang di antara sesama muslim. Kata-kata semacam Khilafah dan Jihad saat ini sudah sangat dipahami oleh kaum muslimin. Mereka bergerak di belakang usaha-usaha yang menyerukan adanya perubahan politik.

Sekalipun sekat nasionalisme di kalangan kaum muslimin sudah memudar, tetapi masih ada banyak kendala untuk benar-benar membersihkan penyakit ini dari tubuh umat Islam. Hambatan-hambatan ini haruslah dipahami benar-benar. Jika tidak, masalah umat tidak akan terselesaikan. Kendala-kendala ini tampak dalam sistem pendidikan, sistem politik, dan pengaruh bangsa-bangsa kafir.

Sistem pendidikan di negeri-negeri Islam saat ini dirancang oleh bangsa-bangsa Eropa kolonial. Satu-satunya tujuan dari semua ini adalah agar umat Islam tetap tertindas dan terpisah dari Islam. Hal ini dilakukan dengan menghadirkan Islam sebagai “agama”, sebagaimana dipahami oleh Barat, yang tidak memiliki penyelesaian yang nyata terhadap persoalan hidup manusia.

Konsep demokrasi parlementer, kekuasaan hukum internasional, dan penerimaan negara bangsa-bangsa adalah merupakan konsepsi yang disuguhkan oleh Barat kepada umat Islam.

Baca juga:  "Nasionalisme Vaksin" dan Rapuhnya Ikatan Nasionalisme

Bukan hanya sistem pendidikan yang menyesuaikan dengan Barat sehingga menghasilkan sekularisme, tetapi sistem pendidikan tersebut telah mempertahankan para elite penguasa tetap berada pada singgasananya dengan memaksakan ide nasionalisme.

Namun demikian, sistem pendidikan bukanlah kendala utama dalam usaha memerangi konsep nasionalisme, sebab ia hanyalah merupakan hasil rekayasa sistem politik. Jika sistem politik dapat diubah, sistem pendidikan juga akan menyesuaikan.

Selain memperhatikan sistem politik, kita juga perlu untuk mencermati bahwa kaum kafir tidak hanya semata-mata meracuni umat Islam dengan budaya mereka kemudian membiarkannya layu.

Mereka juga telah menancapkan sebuah mekanisme yang akan menyebabkan kaum muslimin tetap berpecah belah. Mekanisme ini adalah para penguasa di tengah kaum muslimin itu sendiri.

Sebagaimana telah dijelaskan di bagian awal buku ini, para penguasa di tanah air kaum muslimin saat ini, dulunya memperoleh kekuasaannya setelah melakukan kolusi dengan Barat. Tidak satu pun dari mereka itu terpilih oleh rakyat.

Para penguasa ini menjunjung tinggi batas-batas wilayahnya yang telah merobek-robek tanah kaum muslimin, bahkan mereka rela untuk berperang dengan sesama saudara muslimnya hanya untuk meluaskan wilayah kekuasaan.

Selain itu, berbagai macam tirani dan intimidasi dilakukan terhadap orang-orang yang hendak mendirikan Islam di atas panggung politik. Para pemerintah yang melakukan penindasan ini sebenarnya ada di bawah pengaruh dan kontrol kaum kafir penjajah.

Baca juga:  Perjuangan Palestina Bukan Gerakan Nasionalisme

Kendala ketiga adalah pengaruh langsung dan tidak langsung oleh orang-orang kafir atas dunia Islam, yang tampak dari sikap dan gerakan para penguasa di negeri kaum muslimin. Pengaruh ini hanya dapat menguat jika para penguasa tersebut memeliharanya di tanah kaum muslimin.

Mekanisme pengaruh ini adalah sistem politik di dunia Islam. Hal ini dapat dikurangi jika para penguasa yang ada saat ini diganti dengan seorang penguasa yang menerapkan hukum-hukum Islam.

Kendala nyata menuju persatuan adalah sistem politik kapitalisme yang saat ini telah dipaksakan atas kaum muslimin melalui penguasa di dunia Islam. Jika para penguasa ini tidak diganti dengan seorang penguasa yang menerapkan Islam, dan semata-mata hanyalah Islam, nasionalisme tetap mampu menggerakkan kepalanya yang kosong.

Karena Islam telah menafikan nasionalisme, maka menjadi kewajiban bagi setiap muslim pada saat ini untuk menghilangkan segala batas nasionalistis yang semu yang telah dibuat di bumi kaum muslimin, dan untuk mengganti para penguasa yang menerapkan hukum-hukum yang bukan hukum Allah Swt.. [MNews/Rgl]

Sumber: Sejarah Nasionalisme di Dunia Islam, Shabir Ahmed dan Abid Karim

Tinggalkan Balasan