[Tarikh Khulafa] Penaklukan Wilayah Syam


Penulis: Nabila Ummu Anas


MuslimahNews.com, TARIKH KHULAFA — Setelah semua peperangan melawan Persia berhasil dimenangkan oleh kaum muslimin, Khalifah Abu Bakar ash Shiddiq ra mengalihkan perhatian ke wilayah kekuasaan Romawi guna menaklukkan mereka. Pasukan kaum muslimin mulai berkonsentrasi untuk menghadapi Romawi yang ada di Syam.

Wilayah Syam adalah koloni Romawi yang berbatasan langsung dengan Jazirah arab di sebelah utara. Sebagaimana Persia, Kekaisaran Romawi juga memiliki wilayah kekuasaan yang sangat luas. Sebab Romawi adalah negara adidaya kedua setelah Persia pada masa itu.

Membuka front dengan Romawi sudah terjadi sejak masa Rasulullah saw., dan beliau saw. pun sudah pernah melayangkan surat kepada Heraklius Raja Romawi untuk mengajaknya masuk Islam.

Perang Mu’tah dan Perang Tabuk menjadi peristiwa bersejarah akan ketangguhan pasukan kaum muslimin dalam menghadapi pasukan Romawi pada saat Rasulullah saw. masih hidup.

Mengirim Ekspedisi Militer ke Wilayah Syam

Setelah Khalifah Abu Bakar ra. melihat wilayah timur ke arah Eufrat telah aman, khalifah mengarahkan ekspedisi militer negara Khilafah ke wilayah Syam. Beliau ra. mengirimkan sekitar 45.000 pasukan yang dibagi dalam lima divisi ke wilayah tersebut, yakni:

  1. Abu Ubaidah bin Jarrah bersama pasukannya dikirim ke wilayah Himsh dan Humah.
  2. Yazid bin Abi Sufyan dan pasukannya dikirim ke Damaskus.
  3. Pasukan yang dipimpin Syurahbil bin Hasanah dikirim ke Yordania.
  4. Amar bin Ash beserta pasukannya dikirim ke Palestina.
  5. Ikrimah bin Abi Jahal dan pasukannya ditugaskan untuk selalu siap siaga guna menyokong keempat divisi apabila mereka membutuhkan bantuan.
Baca juga:  [Tapak Tilas] Pembebasan Irak dan Akhir Kekuasaan Persia

Lima divisi ini berangkat dari Madinah pada awal tahun 13 H. Mendengar jumlah pasukan kaum muslimin, Negara Romawi mempersiapkan pasukan besar pula yaitu sekitar 240.000 orang. Kedua pihak memilih lembah sungai Yarmuk sebagai medan perang.

Menyatukan Pasukan di Bawah Satu Kepemimpinan

Mengetahui besarnya jumlah pasukan Romawi, Khalifah Abu Bakar ra. menginstruksikan agar kelima divisi pasukan bergabung menjadi satu. Abu Bakar ra. juga menulis surat kepada Khalid bin Walid, pemimpin pasukan di Irak, agar membawa sebagian pasukannya ke wilayah Syam guna membantu pasukan muslimin di sana.

Kedatangan Khalid bin Walid dan pasukannya dinilai sangat membantu pasukan Islam di Syam. Khalid bin Walid berdiri dan berorasi di hadapan pasukan kaum muslimin,

Sesungguhnya hari ini adalah hari-hari Allah. Tidak boleh ada permusuhan dan kesombongan. Ikhlaskan niat jihad kalian dan mintalah rida kepada Allah atas amal kalian. Karena setelah hari ini, ada hari berikutnya.

Kalian jangan sampai memerangi satu kekuatan pasukan yang terorganisir dan terkoordinasi, sementara kalian sendiri tidak seperti itu.

Kemudian, Khalid bin Walid menjelaskan kewajiban untuk menyatukan kepemimpinan pasukan. Ia mengusulkan agar kepemimpinan itu dilakukan secara bergilir antara dirinya dan panglima pasukan yang lain. Pasukan memilih Khalid bin Walid untuk menjadi panglima di hari pertama.

Baca juga:  [Tapak Tilas] Di Mu'tah, Mereka Memburu Syahadah

Khalid bin Walid mulai menjalankan strategi perangnya. Ia membagi pasukan menjadi bagian jantung pertahanan dan dua sayap. Khalid juga membagi pasukan menjadi beberapa divisi yang beranggotakan seribu orang di setiap divisinya.

Tujuan pembentukan banyak divisi ini agar dalam pandangan musuh pasukan Islam terlihat banyak dan memenuhi medan pertempuran.

Kemenangan Kaum Muslimin Atas Pasukan Romawi

Kedua kubu bertemu di lembah sungai Yarmuk, saling menyerang dengan sengit. Pasukan berkuda Romawi berhasil didesak mundur dan kabur. Mereka memaksakan diri tetap menyerang pasukan kaum muslimin, namun dengan keadaan yang terpencar-pencar dan tidak fokus.

Pasukan tengah kaum muslimin yang dipimpin Abu Ubaidah bin Jarrah mendesak jantung pasukan musuh hingga berhasil memisahkan pasukan berkuda Romawi dengan pasukan yang lain. Taktik ini berhasil melemahkan sayap kanan dan sayap kiri musuh.

Pasukan berkuda musuh terus terdesak, hingga membuat mereka melarikan diri meninggalkan pasukan Romawi yang berjalan kaki.

Kaum muslimin terus menyerang sampai musuh menemui kekalahan. Banyak korban berjatuhan di pihak Romawi. Jumlah musuh yang terbunuh sekitar 90 ribu orang.  Sebagian tenggelam di sungai Waqushah dan sebagian lagi tenggelam di sungai Yarmuk.

Yang gugur sebagai syahid dari kaum muslimin sekitar lima ribu mujahid, di antaranya adalah Ikrimah bin Abu Jahal dan putranya. [MNews]

Baca juga:  Penjelasan Singkat Terkait Hadis Pusat Darul Islam (Uqru Dar Al-Islam) di Al-Quds

Sumber: Tarikh Khulafa, Prof. Dr. Ibrahim al Quraibi, Qisthi Press

Tinggalkan Balasan