[Nafsiyah] Karomah Pengemban Dakwah


Oleh: K.H. Hafidz Abdurrahman


MuslimahNews.com, NAFSIYAH — Al-Hafidz Ibn Rajab al-Hanbali, dalam Lathaif al-Ma’arif berkata, “Ahli zikir itu ada dua. Pertama, ada yang kembali kepada hawa nafsunya, setelah meninggalkan majelis zikir. Kedua, ada yang mendapatkan manfaat dari majelis zikir. Ini ada banyak macamnya.

Dalam Sahih Muslim, ada kisah yang masyhur, seorang sahabat Nabi, yang bernama Handzalah, yang diberi gelar al-Ghasil (orang yang dimandikan Malaikat). Dia berkata jujur kepada Nabi, bahwa setelah meninggalkan majlis Nabi, banyak yang lupa karena kesibukan dunia. Jawab Nabi, “Jika hatimu tetap seperti saat kamu zikir, maka para Malaikat akan menyalamimu, bahkan ketika kalian di jalan-jalan.”

Yang menarik, kata al-Hafidz Ibn Rajab al-Hanbali, ada orang yang hatinya terus menghadirkan zikir sepanjang harinya. Ini ada dua:

Pertama, orang yang sibuk dengan zikir, sehingga meninggalkan urusan dunia yang mubah. Dia terasing dari makhluk.

Kedua, orang yang hatinya dipenuhi zikir kepada Allah, tetapi fisiknya berinteraksi dengan dunia dan makhluk. Mereka ini seperti orang yang mengajar ilmu agama, berjihad, beramar makruf dan nahi mungkar, berdakwah, mereka ini adalah orang yang paling mulai di antara dua kategori di atas.

Baca juga:  [Nafsiyah] "Kalkulasi" Pahala Jariah Pengemban Dakwah ketika Meninggal Dunia

Mereka inilah yang disebut Sayyidina Ali Radhiya-Llahu anhu

صحبوا الدنيا بأبدان وأرواحها معلقة بالمحل الأعلى

“Mereka membersamai dunia dengan fisik (raga) mereka, sementara roh-roh mereka diikat dengan posisi yang tertinggi.”

Begitulah karomah dan kedudukan pengemban dakwah. Al-Hafidz Ibn Rajab menyebut mereka sebagai para pengganti Rasul (khulafa’ ar-Rasul), karena tugas mengemban risalah itu mereka emban Tak hanya itu, semua penghuni langit, bumi hingga ikan paus di dalam lautan mendoakan dan memintakan ampunan untuk mereka. [MNews/Gz]

Tinggalkan Balasan