Serban, Sarung, dan Kain Penyeka Kepala Rasulullah


Penulis: Shezan Adzkayra Gerung


MuslimahNews.com, PRIBADI RASULULLAH – Dalam beberapa penjelasan mengenai sarung dan serban, serta kain penyeka kepala Rasulullah, banyak kita temui hadis yang diriwayatkan para sahabat dalam kitab fikih para ulama khususnya di bab pakaian. Berikut penjelasan dari kitab asy-syamailul muhammadiyyah karya Imam at-Tirmidzi.

Serban Rasulullah

Dalam sebuah riwayat yang bersumber dari Jabir dikemukakan : Nabi saw. memasuki kota Makkah pada waktu pembebasan kota Makkah, beliau mengenakan sorban hitam.

‘Amr bin Huraits berkata, “Aku melihat serban hitam di kepala Rasulullah saw. Masih dari ‘Amr bin Huraits, ia berkata : Sesungguhnya Nabi saw. berpidato di hadapan umat, beliau memakai serban hitam.

Dalam sebuah riwayat yang bersumber dari Ibnu Umar ra dikemukakan : Apabila Nabi saw. memakai serban, maka dilepasnya ujung serbannya antara kedua bahunya. Kemudian Nafi’ berkata, “Ibnu Umar juga berbuat seperti itu.”

Ubaidillah berkata, “Kulihat al-Qasim bin Muhammad dan Salim, keduanya melakukan hal seperti itu.”

Sebagaimana diriwayatkan oleh Yusuf bin ‘Isa dari Waki’ dari Abu Sulaiman Abdurrahman bin Ghasail dari Ikrimah yang bersumber dari Ibnu Abbas ra, Ia mengemukakan : Sesungguhnya Nabi saw. berpidato di hadapan umat, waktu itu beliau memakai serban, dan serbannya terkena minyak rambut.

Baca juga:  [Pribadi Rasulullah] Bentuk Khatamun Nubuwwah

Sarung Rasulullah saw.

Dalam sebuah riwayat yang bersumber dari Rasulullah ra dikemukakan : ‘Aisyah ra memperlihatkan kepada kami pakaian yang telah kumal serta sarung yang kasar, seraya berkata, “Rasulullah saw. dicabut ruhnya sewaktu memakai kedua pakaian ini.”

Diriwayatkan oleh Mahmud bin Ghailan dari Abu Daud dari Syu’bah yang bersumber dari Asy’at bin sulaim ra, ia berkata, Aku mendengar bibiku (Ruhm) menceritakan tentang pamannya (‘Ubaid bin Khalid al-Muharibi ra) yang bercerita, Tatkala aku berjalan di Madinah, tiba-tiba ada orang di belakangku menegur, “Tinggikan sarungmu agar lebih terpelihara dan kuat bertahan.”

Ternyata orang tersebut adalah Rasulullah saw. Aku pun bertanya, “Wahai Rasulullah, ini hanyalah selimut yang bercorak loreng!” Rasulullah saw. bersabda, “Apakah tidak ada yang harus kau teladani?” Lalu aku memandangnya, ternyata sarungnya sampai setengah betis.

Dalam sebuah riwayat yang bersumber dari ayah Ayas bin Salamah bin al-Akwa ra dikemukakan bahwa Utsman bin Affan ra. memakai sarung yang tingginya mencapai setengah kedua betisnya. Utsman berkata, “Demikianlah cara bersarung sahabatku (yakni Nabi saw.).”

Hudzaifah bin Yaman ra berkata : Rasulullah saw memegang otot betis kakiku dan betis kakinya lalu bersabda, “Inilah tempat batas sarung. Jika kau tidak suka di sini, maka boleh diturunkan lagi. Jika kau tidak suka juga, maka tidak ada hak lagi bagi sarung menutup kedua mata kaki.”

Baca juga:  Pedang, Baju Besi, dan Topi Besi Rasulullah

Kain Penyeka Kepala Rasulullah saw.

Diriwayatkan oleh Yusuf bin ‘Isa dari Waki’ dari Rabi’ bin Shabih dari Yazid bin Aban ar-Raqasi yang bersumber dari Anas bin Malik ra dikemukakan : Rasulullah saw. sering menyeka (minyak di kepalanya) seakan-akan kain penyeka kepalanya seperti kain penyeka tukang minyak. [MNews/Juan]

Tinggalkan Balasan