[Hadits Sulthaniyah] ke-35 dan 36: Kehormatan Darah Seorang Muslim

Hadis mengenai “Beberapa Aspek Penting dalam Pemerintahan dan Persatuan” (Hadis ke-31—39)


MuslimahNews.com, HADITS SULTHANIYAH — Hadis ke-35: “Hancurnya dunia lebih ringan di sisi Allah daripada terbunuhnya seorang mukmin tanpa hak.” (HR Ibnu Majah No. 2609)

Hadis ke-35: “Diceritakan kepada kami dari Abdullah bin Umar, yang berkata, aku melihat Rasulullah saw sedang tawaf mengelilingi Ka’bah, seraya berkata, “Betapa baik dan harumnya engkau (Ka’bah). Betapa agungnya dan besarnya kehormatanmu. Demi Zat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, sungguh kehormatan seorang mukmin itu jauh lebih agung di sisi Allah daripada kehormatanmu, baik hartanya maupun darahnya.” (HR Ibnu Majah No. 3922)

Penjelasan:

a. Meskipun Ka’bah dianggap sebagai simbol Islam yang paling besar, di mana kaum muslim di seluruh dunia wajib menghadapkan wajah mereka ke arahnya paling tidak lima kali dalam sehari; dan manakah salat di dalamnya akan mendapatkan pahala yang jauh lebih besar daripada salat di tempat-tempat lainnya; akan tetapi kemuliaan darah seorang mukmin—dalam pandangan Allah—jauh lebih berharga dibandingkan kemuliaan bangunan yang pertama kali dibangun untuk menyembah-Nya itu.

b. Karena kemuliaan darah seorang muslim dianggap Allah lebih berharga dibandingkan kemuliaan Ka’bah–bahkan lebih berharga daripada dunia dan segala isinya—, maka wajib bagi kaum muslim menempatkan kemuliaan darah saudara dan saudarinya pada posisi yang utama dan pertama, serta memandang bahwa penodaan terhadap kemuliaan darah kaum mukmin itu lebih buruk daripada serangan terbuka terhadap Ka’bah.

Baca juga:  Mari Menggapai Lailatuqadar (Tafsir QS Al-Qadr: 1—5)

c. Oleh karena itu, masalah paling penting bagi kaum muslim saat ini adalah bagaimana menjaga kemuliaan darah orang-orang mukmin. Sebagaimana dinyatakan dalam hadis sebelumnya, hanya Imam (Khalifah) yang mampu menjalankan fungsi sebagai tempat perisai bagi orang-orang yang berlindung di belakangnya. [MNews/Gz]


Sumber: Abu Lukman Fathullah, 60 Hadits Sulthaniyah (Hadits-Hadits tentang Penguasa), 2010


 

Tinggalkan Balasan