[Nafsiyah] Kalian Adalah Kekuatan di Antara Dua Kelemahan

MuslimahNews.com, NAFSIYAH — Fase pemuda adalah fase kekuatan di antara dua kelemahan. Dua kelemahan yang dimaksud adalah kelemahan di waktu kanak-kanak dan kelemahan di waktu sudah tua dan beruban.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

اللَّهُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ ضَعْفٍ ثُمَّ جَعَلَ مِنْ بَعْدِ ضَعْفٍ قُوَّةً ثُمَّ جَعَلَ مِنْ بَعْدِ قُوَّةٍ ضَعْفاً وَشَيْبَةً يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ وَهُوَ الْعَلِيمُ الْقَدِيرُ

“Allahlah yang menciptakan kamu dari keadaan lemah, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah keadaan lemah itu menjadi kuat, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah kuat itu lemah (kembali) dan beruban. Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya dan Dialah Yang Maha Mengetahui lagi Mahakuasa.” (QS Ar-Rum: 54).

Ada rasa takjub ketika kita menyaksikan ketangguhan pemuda dan keberaniannya dalam medan perjuangan. Membela yang benar dan melawan kezaliman. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

يَعْجَبُ رَبُّكَ مِنْ شَابٍّ لَيْسَتْ لَهُ صَبْوَةٌ

Rabb-mu kagum dengan pemuda yang tidak memiliki shabwah (kecondongan untuk menyimpang dari kebenaran).” (HR Ahmad)

Hadis ini dikeluarkan oleh Imam Ahmad (4/151), dan Ath-Thabrani dalam kitab Al-Kabir (17/903, no: 853), dan Abu Ya’la (3/288). Al-Haitsami mengatakan dalam kitab Majma’ Zawaid (10/273), “Diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Abu Ya’la, dan Thabarani, sanadnya hasan.”

Dalam medan perjuangan, pemuda selalu menjadi warna yang dominan,

Baca juga:  ASEAN Youth Interfaith Camp: Agenda Global Sarat Virus "Sipilis"

عَنِ ابْنِ مَسْعُوْدٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : كُنَّا نَغْزُوْ مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَنَحْنُ شَبَاب

Dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata, “Kami ikut berperang bersama Rasulullah, padahal saat itu kami masih muda.” (HR Ahmad)

Karakter pemuda juga adalah pembelajar. Ia seharusnya semangat belajar sebelum menjadi pemimpin.

قال عمر رضي الله عنه: تفقهوا قبل أن تسودوا

Umar radhiyallahu ‘anhu berkata, “Belajarlah sebelum kalian menjadi seorang tokoh.”

وقال الشافعي رضي الله عنه: تفقه قبل أن ترأس فإذا رأست فلا سبيل إلى التفقه.

Al-Syafi’i rahimahullahu berkata, “Belajarlah sebelum kamu memimpin, apabila kamu telah memimpin maka tidak ada jalan untuk belajar.”

Menurut Dr. Khalid Ahmad Syantut dalam bukunya Tarbiyah al-Syabab al-Muslim lil Aba’ wa al-Du’at menyebutkan alasan mengapa kita harus menaruh perhatian pada pemuda. Setidaknya karena enam hal:

1. الشباب أقرب إلى الفطرة

Pemuda lebih dekat kepada fitrah (Islam);

2. الشباب يمثل أغلبية الأمة

Pemuda adalah miniatur mayoritas umat;

3. الشباب هم رجال الغد ، وأمهات الجيل القادم

Pemuda adalah kesatria di hari esok dan ibu generasi masa depan;

4. الشباب درع الأمة الذي يدفع عنها العداء

Baca juga:  Pemuda Melek Politik, Siapa Takut?

Pemuda adalah perisai umat yang melindungi dari musuh;

5. مرحلة الشباب تجمع الحيوية مع الوعي

Fase pemuda adalah fase menghimpun potensi (energi) dengan kesadaran;

6. لأن فترة الشباب هي فترة النتماء

Karena periode pemuda adalah periode pertumbuhan.

Secara bahasa, syabab memiliki makna yang sangat menarik, di antaranya:

  1. Kekuatan (القوة)
  2. Hal yang baru (الحداثة)
  3. Sosok Muda (الفتوة)
  4. Keindahan (الجمال)
  5. Pertumbuhan (النماء)
  6. Awal dari segala sesuatu (أول كل شيء)
  7. Dll.

Men-tadabburi QS Al-Adiyat ayat 1—6, pemuda harus menjadi kekuatan yang enerjik, berwibawa, berani, menerjang, melawan, namun tetap taat. Tidak seperti sebagian manusia yang ingkar pada Rabb-nya.

Tetaplah menjadi pemuda wahai, para Syabab. Jadilah anak panah dari deretan anak panah Islam. Kalian berada dalam fase kekuatan di antara dua kelemahan. Kepemimpinan, kealiman, dan keberanian kalian dinantikan. [MNews/Gz]

Sumber: https://t.me/yuanaryantresna

Tinggalkan Balasan