[Tarikh Khulafa] Melanjutkan Ekspedisi Militer ke Wilayah Kekuasaan Persia


Penulis: Nabila Ummu Anas


MuslimahNews.com, TARIKH KHULAFA — Begitu luasnya wilayah kekuasaan Persia, membuat Khalifah Abu Bakar ra. memutuskan ekspedisi militer yang dipimpin Khalid bin Walid agar melanjutkan misinya setelah berhasil menaklukkan Hirah.

Pasukan kaum muslimin tidak kembali pulang ke Madinah, akan tetapi terus bersemangat  melakukan jihad ke wilayah-wilayah lain  yang masih tunduk di bawah kekuasaan Persia.

Penaklukan Anbar (Perang ‘Uyun)

Setelah Hirah tunduk kepada Kekhilafahan dengan membayar jizyah, Khalid bin Walid mengangkat Qa’qa bin Amir sebagai wakilnya di sana.

Pasukan kaum muslimin melanjutkan perjalanan menuju utara yaitu daerah Anbar, sebuah kota di tepi Sungai Eufrat di utara Kufah.

Kaum musyrikin Anbar membangun parit mengelilingi kota. Pemimpin mereka bernama Syirzad. Saat pasukan kaum muslimin  tiba di Anbar, maka peperangan tidak bisa terelakkan. Kedua kubu saling melepaskan anak panah. Pasukan Khalid bin Walid banyak memanah mata-mata musuh. Karena itu peperangan ini disebut Perang ‘Uyun.

Pasukan musuh tidak berkutik dan kemenangan berpihak pada kaum muslimin.

Peristiwa Ain at-Tamr

Setelah menaklukkan Anbar, pasukan Khalid bin Walid menuju padang pasir Ain at-Tamr. Wilayah ini sekitar 60 mil dari Anbar. Di Ain at-Tamr pasukan kaum muslimin bertemu dengan pasukan besar Persia yang dipimpin Mahran bin Bahram Jaubain dan didukung oleh Nasrani Arab yang bermukim di sekitar wilayah tersebut.

Baca juga:  [Tapak Tilas] Di Mu'tah, Mereka Memburu Syahadah

Barisan depan pasukan Persia ini adalah pasukan Nasrani Arab, karena mereka dipandang lebih mengetahui kondisi dan cara memerangi kaum muslimin. Setelah pemimpin pasukan Nasrani Arab berhasil ditawan, maka pasukannya mundur dari peperangan tanpa memberikan perlawanan.

Mahran bin Bahram Jaubain melarikan diri dan pasukannya pun mengikutinya mengambil langkah seribu. Akhirnya Ain at-Tamr takluk di bawah militer Islam.

Penaklukan Daumatul Jandal

Khalifah Abu Bakar ra. mengirimkan dua pasukan untuk membuka wilayah Irak. Satu pasukan dipimpin Khalid bin Walid dan lainnya dipimpin Iyadh bin Ghanim.

Abu Bakar ash Shiddiq ra memerintahkan Iyadh pergi menuju Daumatul Jandal. Setelah menyelesaikan misi di sana, ia diperintahkan segera menuju ke Eufrat. Namun Pasukan Iyadh bin Ghanim dikepung oleh penduduk wilayah Daumatul Jandal. Iyadh segera meminta bantuan kepada pasukan Khalid bin Walid.

Pasukan Khalid bin Walid berhasil memasuki Daumatul Jandal dan membebaskan pasukan Iyadh dari kepungan musuh. Akhirnya wilayah tersebut berhasil ditaklukkan secara paksa oleh pasukan kaum muslimin.

Pertempuran Hashid, Khanafis, dan Madhih

Kekalahan di Ain at Tamr membuat kaum Nasrani Arab menulis surat kepada orang Persia untuk meminta bantuan pasukan. Permintaan tersebut dijawab pihak Persia dengan mengerahkan pasukan yang sangat besar di bawah dua panglima perang mereka yaitu Ruzabah dan Zarmahar. Keduanya membawa pasukan hingga sampai di Hashid dan Khanafis, dua tempat di dekat Anbar.

Wakil Khalid bin Walid di wilayah Hirah, Qa’qa bin Amir  mengirimkan militernya untuk menghadapi pasukan Persia. Pertempuran yang sengit terjadi setelah dua kubu bertemu. Pasukan musuh berhasil dikalahkan dengan kedua pimpinan mereka terbunuh, sedang prajuritnya tercerai berai dan melarikan diri ke Khanafis.

Pasukan kaum muslimin terus mengejar mereka sampai di wilayah Madhih, yaitu daerah tempat tinggal sebagian kabilah Arab Jazirah. Di tempat ini pasukan kaum muslimin bertemu dengan pasukan Khalid bin Walid. Pertempuran kembali terjadi dan hasilnya pasukan Arab Jazirah berhasil dikalahkan.

Baca juga:  [Tapak Tilas] Pembebasan Irak dan Akhir Kekuasaan Persia

Khalid bin Walid mengirimkan kabar berita kemenangan dan seperlima ganimah kepada khalifah Abu Bakar ash Shiddiq di Madinah.

Perang Furadh

Furadh terletak di sebelah utara perkemahan Bangsa Persia dan Romawi. Orang-orang Persia, Romawi, dan Arab Jazirah dari Bani Bakkar, Iyad, Namr, dan Taghlab berkumpul di sana. Jumlah mereka sekitar seratus ribu prajurit. Mereka semua sepakat memerangi kaum muslimin.

Saat berita ini sampai kepada Khalid bin Walid, ia bersama pasukannya berhasil memecah barisan musuh menjadi kelompok-kelompok kecil. Akhirnya pasukan musuh tercerai berai dan mudah dikalahkan oleh pasukan kaum muslimin.

Inilah penaklukkan-penaklukan wilayah kekuasaan Persia yang terjadi pada masa Kekhilafahan Abu Bakar ash-Shiddiq ra.. Semua peperangan melawan pasukan Persia ini berhasil dimenangkan oleh kaum muslimin.

Khalifah Abu Bakar ra. menggelar seluruh ekspedisi militer tersebut  adalah karena kewajiban Negara Khilafah untuk menyebarluaskan Islam ke seluruh dunia dengan dakwah dan jihad.

Dakwah untuk mengeluarkan manusia dari penyembahan kepada makhluk menuju penyembahan kepada Allah Swt. Jihad bertujuan memperluas wilayah kekuasaan Negara Islam dengan ketundukan penduduknya kepada Islam. [MNews/Rgl]

Sumber: Tarikh Khulafa, Prof. Dr. Ibrahim al-Quraibi, Qisthi Press.

Tinggalkan Balasan