[Tarikh Khulafa] Penaklukan Beberapa Wilayah Kekuasaan Persia


Penulis: Nabila Ummu Anas


MuslimahNews.com, TARIKH KHULAFA — Pada masa kekhalifahan Abu Bakar ash-Shiddiq ra., wilayah kekuasaan Persia membentang dari  Lembah Syam di barat hingga Semenanjung Arabia di selatan. Wilayah kekuasaan yang sangat luas bagi Negara Adidaya Persia kala itu.

Ketika satu wilayah telah dikalahkan oleh kaum muslimin, wilayah Persia yang lain digerakkan untuk menghadapi pasukan kaum muslimin. Karena bagi sebuah Negara Adidaya, merupakan kerugian besar jika kekuasaannya terus berkurang dan lepas dari genggamannya. Pemasukan Negara Persia dari sumber daya alam dan sumber daya manusia juga akan menurun.

Peristiwa Tsaniy

Berita kekalahan pasukan Persia di Ablah sampai ke telinga panglima besarnya Azdasyir yang bermarkas di Al-Mada’in. Azdasyir memutuskan untuk membalas dendam dan mengirim pasukan dalam jumlah besar guna menyerang pasukan muslimin.

Pasukan itu dipimpin oleh seorang panglima terbaik mereka bernama Qarin. Ia bersama pasukannya berangkat hingga sampai dan berkemah di Lembah Tsaniy, lembah sungai dekat Bashrah.

Pasukan Khalid bin Walid pun menuju ke Lembah Tsaniy. Terjadi pertempuran sengit, bahkan perang tanding tak terelakkan antara Qarin dan ksatria muslim Ma’qal bin Asya an-Nabbasy. Ma’qal berhasil membunuh panglima Persia tersebut.

Banyak korban yang berjatuhan dari pihak musuh termasuk pasukan musuh yang tenggelam di sungai. Sekitar 30 ribu pasukan musuh terbunuh dan tenggelam.

Khalid bin Walid mengabarkan berita kemenangan pasukannya kepada Khalifah Abu Bakar ash-Shiddiq ra. dan mengirimkan seperlima ganimah kepada Khalifah.

Peristiwa Waljah

Saat Raja Persia mendengar kekalahan demi kekalahan beruntun ini, ia mengirim pasukan di bawah pimpinan Andarzaghar dan pasukan lain di bawah pimpinan Bahman Janzawaih untuk menghadapi pasukan Khalid bin Walid. Kedua pasukan ini berkumpul di Waljah.

Mendengar itu, pasukan Khalid bin Walid segera bergerak menuju wilayah itu. Pertempuran kembali meletus. Sekali lagi pasukan Persia mengecap pahitnya kekalahan.

Sebagian pemberontak Arab yang ikut barisan Persia menjadi korban. Mereka berasal dari Kabilah Bakkar bin Wail. Kaum Nasrani Arab memutuskan untuk membantu Persia melawan pasukan kaum muslimin.

Peristiwa Ullais

Kaum Nasrani Arab Bakkar dan Taghlab berkumpul di Ullais untuk membalas kekalahan perang di Waljah. Mereka menulis surat kepada Raja Persia untuk mengirimkan bantuan pasukan. Raja Persia, Azdasyir kemudian memerintahkan Bahman Janzawaih untuk membantu kaum Nasrani Bakkar.

Di Ullais, kedua kelompok pasukan bertemu. Terjadi pertempuran yang sengit dan kembali pasukan Khalid bin Walid memperoleh kemenangan. Ganimah yang didapatkan sangat banyak karena berasal dari dua kelompok pasukan musuh.

Penaklukan Hirah

Hirah juga berada di bawah kekuasaan Persia. Hirah adalah ibu kota kerajaan-kerajaan Arab sebelum Persia. Hirah terletak di sebelah barat Sungai Eufrat, di dekat Kota Kufah. Tempat ini menjadi markas bagi prajurit yang bertugas di garda terdepan dalam mengawasi musuh.

Pasukan Khalid bin Walid menuju wilayah Hirah melewati jalur Sungai Eufrat. Kepala wilayah Hirah, Azadzibah, mengirim putranya untuk memutus aliran sungai hingga kering, sehingga pasukan kaum muslimin mengalami kesulitan.

Namun, pasukan kaum muslimin tidak patah arang, terus maju menyerang pasukan putra Azadzibah dan Khalid bin Walid berhasil membunuhnya.

Azadzibah melarikan diri. Pasukan kaum muslimin mengepung Kota Hirah sampai mereka tunduk kepada kekuasaan Islam. Mereka mengajukan perdamaian dengan kaum muslimin dan bersedia melaksanakan kewajiban membayar jizyah.

Khalid bin Walid melanjutkan misinya ke wilayah-wilayah sekitar Hirah. Ia mengajak para penguasa wilayah untuk memeluk Islam. Jika mereka menolak tawaran masuk Islam, maka  Khalid bin Walid beserta  pasukannya akan memerangi mereka hingga mereka takluk.

Khalid bin Walid menyampaikan di dalam suratnya kepada para penguasa tersebut, “Jika kalian masuk agama kami, maka kami akan meninggalkan kalian dan wilayah kalian. Namun jika kalian menolak, maka kami akan datang kepada kalian dengan sekelompok kaum yang mereka lebih cinta mati sebagaimana kalian lebih cinta hidup, sampai kami memasukkan kalian kepada agama kami meskipun kalian tidak suka.”

Sebagian mereka mengajukan perdamaian dan bersedia membayar jizyah. Para pemimpin Hirah juga memberikan hadiah kepada Khalid bin Walid. Namun Khalid bin Walid mengirimkan kabar gembira kemenangan dan hadiah serta jizyah yang didapatkan kepada Khalifah abu Bakar ra..

Dengan demikian, kaum muslimin berhasil menaklukkan Hirah dan wilayah sekitarnya. Penduduknya tidak masuk Islam akan tetapi bersedia membayar jizyah dan wilayahnya menjadi bagian tak terpisahkan dari Negara Islam di bawah kepemimpinan Khalifah Abu Bakar ash Shiddiq ra.. [MNews/Rgl]

Sumber: Tarikh Khulafa, Prof. Dr. Ibrahim al Quraibi, Qisthi Press

Tinggalkan Balasan