[Nafsiyah] Rabun Hati


Penulis: Ustaz Oemar Mita


MuslimahNews.com, NAFSIYAH — Karakter khas manusia ialah pandangan selalu tertuju kepada manusia di sekitarnya, tapi justru amnesia terhadap dirinya sendiri. Padahal, sejatinya manusia itu berhajat besar untuk melihat lebih ke dalam dirinya.

Rabun mata dekat masih bisa diupayakan obatnya, tapi rabun hati justru menipiskan kualitas diri, karena rabun hati membuat diri tampak jelas melihat aib orang lain, tapi lalai pada aib diri.

Aib itu pasti, khilaf diri juga mesti. Tapi ternyata, tak semua bisa melihat itu pada dirinya, karena kita tak punya lensa untuk melihat itu semua. Karena berapa banyak lembaran hati yang hitam pekat, tapi ketiadaan lensa iman menjadikan hati justru seakan putih.

Lensa iman melihat diri itu penting, lensa iman itu mereknya “Muhasabah Diri”, lensa yang memusatkan hati untuk melihat diri, karena makin melihat diri ke dalam, makin tertata dan tertuntun kehidupan kita.

Lensa iman itu tak boleh lepas dari hati, karena ketika lepas akan terjun bebas untuk disibukkan dengan aib orang lain, dan ketika itu terjadi, musibah dunia akhirat terpampang.

Mulailah meng-ON-kan lensa iman untuk melihat aib diri dan lembaran dosa kita untuk kualitas diri, sekaligus menjadi gerbang penutup dari kesombongan diri

Baca juga:  Pentingnya Muhasabah di Tengah Ragam Musibah

Mulailah hisab dirimu, karena merasa kurang dalam takaran iman itu lebih baik dari pada merasa surplus dalam iman, dan itu tidak bisa didapatkan kecuali dengan sebuah proyek hati ‘Muhasabah Diri’. [MNews/Gz]

Sumber: Syameela Channel Telegram

Tinggalkan Balasan