Agar Anak Mengenal Siapa Dirinya


Penulis: Nabila Ummu Anas


MuslimahNews.com, KELUARGA — Sudah semestinya  orang tua merasakan proses pertumbuhan dan perkembangan anak-anaknya. Tumbuh kembang anak bukan seperti air mengalir.

Dari bayi baru lahir, merangkak, berjalan, mengoceh sampai bermain sepeda bersama teman-temannya. Tidak tiba-tiba, anak balita yang tidak mengerti apa-apa kemudian tumbuh menjelang balig.

Ketika membersamai tumbuh kembang anak, orang tua mungkin mengenalkan banyak hal kepada anak-anaknya sehingga anak mengetahui benda-benda di sekitarnya dan anggota keluarga di rumahnya.

Boneka, alat masak mainan, mobil-mobilan, sepeda sampai smartphone terkadang sudah sangat akrab dengan keseharian anak.

Namun, ada hal penting yang tidak boleh dilupakan orang tua yaitu mengenalkan kepada anak siapa dirinya.

Semenjak dini anak sudah mengetahui dan paham identitasnya, maka menjelang balig dia tidak harus melalui masa galau mencari identitas diri.

Anak adalah Manusia yang Diciptakan Allah

Perlu disampaikan kepada anak, bahwa apa yang ada di dunia ini termasuk dirinya adalah makhluk yang diciptakan oleh Pencipta, yaitu Allah Swt.. Hanya saja, manusia adalah sebaik-baik makhluk yang diciptakan.

Allah telah menciptakan manusia dengan berbagai potensi. Akal adalah potensi manusia yang tidak ditemukan pada makhluk lain. Manusia berbeda dengan hewan. Manusia lebih tinggi derajatnya daripada hewan, karena hewan tidak berakal.

Baca juga:  Mengajari Anak Bersilaturahmi

Di samping kelebihan, manusia juga memiliki kelemahan, keterbatasan, kekurangan. Manusia memerlukan bantuan orang lain dalam berbagai urusan kehidupannya. Bahkan manusia memerlukan Allah dalam kehidupannya.

Di sinilah anak dipahamkan mengapa kita harus beragama. Agar ada pedoman dan tuntunan jalan kehidupan manusia di dunia ini untuk memperoleh kebahagiaan.

Memberikan pemahaman kepada anak tentang kenikmatan surga yang akan dihadiahkan bagi muslim yang taat juga merupakan bagian dari penguatan akidah anak. Sehingga anak termotivasi sejak dini bahwa yang ingin dia raih adalah keridaan Allah dan Surga-Nya.

Anak Muslim Bangga dengan Islam

Beragama sebagai sebuah kebutuhan manusia. Karena manusia menyadari kelemahan dan kekurangannya dalam menjalani kehidupan mulai bangun tidur sampai tidur lagi, manusia memerlukan aturan agama. Islam adalah jalan hidup yang sempurna yang Allah turunkan bagi umat manusia.

Anak muslim tidak perlu risau dengan berbagai hal yang akan dia hadapi dalam kehidupan sehari-hari. Sebab Islam yang berasal dari Allah Sang Maha Pengasih dan Penyayang akan membantu anak-anak muslim menjadi tangguh dalam kehidupan ini.

Selain dengan Islam anak mengenal Rabb-nya, dia juga akan mengenal syariat (tata aturan)  Islam untuk hidupnya.

Baca juga:  Kerap Terlupakan Orang Tua: Pendidikan Adab Anak

Syariat Islam hadir dalam pembiasaan melakukan  amal saleh di dalam keluarga. Berbagai ketaatan dari yang wajib, sunah hingga meninggalkan yang haram dan makruh sudah menjadi pemandangan yang biasa diindra oleh anak di dalam keluarganya.

Mulai dari ibadah mahda seperti salat, membaca Al-Qur’an, berpakaian, memilih makanan dan minuman yang halal lagi tayib, adab menuntut ilmu, hingga bagaimana pertemanan anak-anak semua dikerjakan sesuai dengan yang Islam ajarkan.

Sejak dini anak telah merasakan suasana kehidupan Islami di rumahnya.

Membersamai Anak Mengkaji Islam dan Mendakwahkannya

Begitu luasnya Islam itu, sehingga setiap muslim berkewajiban mengkajinya. Agar dalam kehidupannya tidak menyimpang dari ajaran Islam yang dibawa oleh Rasulullah Saw.

Ketika berada di lingkungan sekitar, mungkin anak akan merasakan hal yang tidak sama dengan suasana dan perilaku di dalam keluarganya.

Di sinilah komunikasi orang tua dan anak harus terjalin harmonis, sehingga anak akan terbuka kepada orang tuanya ketika dia mendapati sesuatu yang berbeda di luar sana.

Orang tua harus bijak menjelaskan kepada anak mengapa di lingkungan sekitarnya tidak seperti suasana di rumahnya yang islami. Anak juga dimotivasi agar memiliki keberanian untuk berkata benar, jujur dan belajar menasihati temannya.

Baca juga:  Banyak Anak Merepotkan?

Karena semua muslim itu bersaudara, maka menasihati atau menegur teman adalah bagian dari kasih sayang kepada sesama muslim. Tentu nasihat yang sederhana dan dengan bahasa yang bisa dipahami anak-anak.

Peran Orang Tua dalam Membina Anak

Upaya memahamkan anak tentang akidah dan syariat  tentu senantiasa berulang-ulang dilakukan oleh orang tua. Terlebih pada anak yang baru tamyiz dan berproses menuju balig. Dengan rutin mengkaji Islam akan terus terasah pola pikirnya.

Mengajak anak sering melakukan ketaatan akan membentuk pola sikapnya. Jika sudah menjadi kebiasaan seluruh anggota keluarga, tentu tidak akan terasa berat menjalaninya.

Anak yang saleh adalah investasi berharga bagi orang tua. Juga harus disadari, tugas orang tua menyiapkan anaknya agar kelak mampu bertanggung jawab di hadapan Allah atas kehidupannya ketika dia telah menjadi mukalaf.

Yang dituntut dari orang tua adalah kesungguhan, ketekunan dan kesabaran dalam setiap upayanya mencetak anak saleh dan salihah.

Doa terbaik orang tua untuk anak-anaknya juga merupakan hal penting yang harus dilakukan. Wallahu a’lam bishshowab.[MNews/Juan]

Tinggalkan Balasan