Kekhilafahan Pertama Mengirim Ekspedisi Militer Melawan Persia


Penulis: Nabila Ummu Anas


MuslimahNews.com, TARIKH KHULAFA — Persia merupakan salah satu negara adidaya pada masa Rasulullah saw., di samping Romawi. Kepala negara Persia, Kisra Ibruiz, mendapat surat dari Rasulullah saw.. Surat tersebut mengajak Kisra untuk memeluk Islam dan tunduk kepada risalah Islam.

Karena kesombongannya sebagai negara adikuasa dan memandang sebelah mata terhadap Negara Islam Madinah serta kaum muslimin, Kisra merobek-robek surat dari Rasulullah saw. tersebut.

Bahkan, lebih dari itu, Kisra memerintahkan gubernurnya di Yaman, Badzan, untuk mengirim orang ke Madinah guna menculik dan menyerahkan Rasulullah saw. kepada Kisra. Akan tetapi, upaya jahat ini tidak berhasil, karena Kisra dibunuh oleh anaknya sendiri dan Badzan masuk Islam.

Yaman, Oman, dan Bahrain yang merupakan wilayah kekuasaan Persia akhirnya jatuh ke tangan kaum muslimin dan tunduk kepada 0pemerintahan Islam.

Khalifah Abu Bakar ra. Mengirim Pasukan Melawan Persia

Setelah Khalifah Abu Bakar ra. membersihkan wilayah dari orang-orang murtad, Semenanjung Arab kembali ke pangkuan Islam. Khalifah kemudian memutuskan untuk mengirim ekspedisi militer melawan Persia dan Romawi.

Dua negara adidaya yang  menghadang langkah politik Negara Khilafah dalam menyebarluaskan Islam dan melalui antek-anteknya, selalu memprovokasi kabilah-kabilah untuk bangkit melawan kaum muslimin dan Islam.

Daerah Kekuasaan Persia Sangat Luas

Pada masa Kekhilafahan Abu Bakar ra,, wilayah kekuasaan Persia masih sangat luas. Dari lembah Syam di barat hingga semenanjung Arabia di sebelah selatan. Di wilayah barat, kekuasaan Persia fluktuatif tergantung kemenangan dan kekalahan mereka melawan pasukan Romawi.

Beberapa kabilah Arab yang tinggal di wilayah Sawad maupun tepi Sungai Eufrat serta jazirah, masuk dalam kekuasaan Persia. Kabilah yang tinggal di sana di antaranya Taghlab, Bakar, Syaiban, Rabi’ah, dan Thai. Kabilah Taghlab sering melakukan perlawanan terhadap kaum muslimin.

Pada Bani Syaiban, ada seorang ksatria berkuda yang hebat yang telah memeluk Islam yaitu Mutsanna bin Haritsah asy-Syaibani. Setelah pasukan kaum muslimin berhasil memerangi kaum murtad, Mutsanna meminta kepada Khalifah Abu Bakar ra. untuk diberi wewenang memimpin kaumnya yang telah memeluk Islam untuk berjihad melawan Persia. Khalifah Abu Bakar mengabulkan permintaannya. Namun, jumlah pasukannya masih sangat sedikit dibandingkan dengan jumlah pasukan Persia yang sangat besar.

Ekspedisi Militer dipimpin Khalid bin Walid

Setelah pasukan Khalid bin Walid merampungkan misinya dalam perang Yamamah, Khalifah Abu Bakar ra. memerintahkannya untuk segera menuju Irak, membantu pasukan Mutsanna bin Haritsah asy-Syaibani. Pasukan Mutsanna juga mendapat bantuan dari Qa’qa’ bin Amr yang mengirim Iyad bin Ghanim untuk menyerang Persia dari arah utara Irak.

Khalid bin Walid bersama pasukannya menuju daerah Ablah, di mana panglima pasukan Persia, Hurmuz telah menunggu di sana. Khalid bin Walid membagi pasukannya menjadi tiga divisi. Divisi pertama dipimpin Mutsanna bin Haritsah asy-Syaibani, kedua dipimpin Adi bin Hatim ath-Thai, dan divisi ketiga dipimpin Khalid bin Walid sendiri.

Kemenangan Pasukan Kaum Muslimin

Pasukan Mutsanna dan Adin bin Hatim berangkat lebih dulu. Khalid memberikan instruksi agar keduanya berkumpul di wilayah Hafir, sebuah tempat dekat Ablah. Namun, sebelum mereka sampai di Ablah, Pasukan Hurmuz telah datang terlebih dahulu. Terjadilah peperangan sengit antara pasukan kaum muslimin dan pasukan Persia yang dipimpin Hurmuz.

Kaum muslimin berhasil memenangkan pertempuran tersebut dan mendapatkan ganimah yang cukup banyak.

Allah Swt. berfirman, “Dan Allah tidak menjadikannya (pemberian bala bantuan itu) melainkan sebagai kabar gembira (kemenangan) bagi kalian, agar tenteram hatimu karenanya. Dan kemenangan itu hanyalah dari Allah Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.” (QS Ali Imran: 126)

Ini adalah pertempuran pertama di mana militer kaum muslimin langsung berhadapan dengan militer Persia. Pasukan Persia benar-benar mengalami kegagalan dan tidak berkutik menghadapi pasukan kaum muslimin yang dipimpin Khalid bin Walid.

Peristiwa ini semakin menguatkan dan meningkatkan kepercayaan diri kaum muslimin. Sementara pasukan musuh didera ketakutan yang luar biasa.

Sesungguhnya kalian di dalam hati mereka lebih ditakuti daripada Allah. Yang demikian itu karena mereka adalah kaum yang tidak mengerti.” (QS Al Hasyr: 13)

Khalid bin Walid mengirimkan kabar kemenangan ini kepada Khalifah Abu Bakar ash Shiddiq ra.. Dia juga mengirimkan seperlima ganimah kepada Khalifah, setelah sebelumnya membagi empat per limanya kepada para mujahidin. [MNews/Rgl]

Sumber: Tarikh Khulafa, Prof. Dr. Ibrahim al Quraibi, Qisthi Press

Tinggalkan Balasan